Berita Terkini
Trending Tags

Penawaran Proyek Lanskap MPP Kota Madiun Turun Tepat 20 Persen, Ini Penjelasan Pemkot

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • visibility 189
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
MPP Kota Madiun menjadi lokasi proyek lanskap. Foto : Istimewa

Sinergia | Kota Madiun – Penawaran proyek Penataan Lanskap Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Madiun mencatat angka mencolok. Rekanan pemenang tender, CV BJ, mengajukan penawaran Rp638,12 juta atau turun tepat 20 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp797,65 juta.

Data tersebut tercantum dalam laman Inaproc dengan kode tender 10150338000. Selisih antara HPS dan nilai penawaran mencapai Rp159,53 juta.

Subkoordinator Pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) dan Adbang Setda Kota Madiun, Bagus Sumastomo, menyebut penurunan hingga 20 persen tergolong tidak biasa.

Menurutnya, sepanjang 2025 hingga 2026 belum ada penyedia yang mengajukan penawaran dengan penurunan hingga 20 persen. Rata-rata penawaran pada 2025 berada di kisaran 12-18 persen.

“Selama tahun 2025 belum ada yang menawar di bawah 20 persen. Rata-rata penawaran 12-18 persen. Sampai 20 persen pas atau lebih belum pernah ada,” kata Bagus, Senin (10/8/2026).

Ia mengatakan, selama dirinya bertugas di PBJ Adbang sejak 2021, penurunan penawaran terbesar yang pernah terjadi hanya sekitar 18 persen. “Selama saya di PBJ Adbang tahun 2021, penurunan penawaran paling banyak 18 persen,” ujarnya.

Berdasarkan data tender, CV BJ ditetapkan sebagai pemenang pada 30 Juli 2026. Selanjutnya, proses pekerjaan diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun selaku OPD terkait.

“Ini sudah ditetapkan sebagai pemenang per tanggal 30 Juli 2026. Sudah kami serahkan ke DPUPR sebagai OPD PPK tertanggal 5 Agustus 2026,” jelas Bagus.

Bagus menegaskan, penetapan pemenang tidak semata-mata berdasarkan nilai penawaran. Pokja Pemilihan telah melakukan evaluasi administrasi, teknis, dan harga.

Menurutnya, CV BJ dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan harga. Pokja juga melakukan klarifikasi terhadap penawaran sebelum menetapkan pemenang.

Klarifikasi bahkan dilakukan dengan mendatangi langsung kantor CV BJ di Kabupaten Sidoarjo.

“Kita ke kantor CV BJ di Sidoarjo. Di sana kita melihat kelengkapan dokumen penawaran asli dan bukti kepemilikan alat yang ditawarkan. Semuanya memenuhi dengan penawaran yang diajukan,” ungkapnya.

Bagus menjelaskan, ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah mengatur mekanisme evaluasi kewajaran harga terhadap penawaran yang turun lebih dari batas tertentu dari HPS.

Namun, dalam proyek Penataan Lanskap MPP Kota Madiun, penawaran CV BJ berada tepat pada angka 20 persen di bawah HPS. “Penawaran turun 20 persen pas. Sehingga Pokja tidak bisa melakukan evaluasi kewajaran harga,” jelasnya.

Setelah tender selesai, tanggung jawab pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan berada pada OPD terkait.

“Mitigasi risiko di tahap pelaksanaan dan pengawasan itu di OPD terkait. Jadi bukan di ranah kami lagi,” tegas Bagus.

Sementara itu, PBJ Adbang tetap melakukan monitoring dan evaluasi, khususnya dari sisi administrasi.

Jika dalam pelaksanaan ditemukan keterlambatan progres, PBJ Adbang dapat melakukan monitoring dan memanggil OPD pelaksana serta pengawas untuk melakukan evaluasi.

“Kalau ada progres keterlambatan, kita melakukan monev. Kita undang OPD pelaksana dan pengawas,” katanya.

Bagus menegaskan, aspek teknis pekerjaan menjadi kewenangan OPD terkait bersama pihak pengawas. “Kalau PBJ Adbang hanya administrasi, teknis OPD terkait dan pihak pengawas,” pungkasnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Soal Beras Premium Oplosan, Pedagang di PBM Keluhkan Sepi Pembeli

    Viral Soal Beras Premium Oplosan, Pedagang di PBM Keluhkan Sepi Pembeli

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ramainya informasi terkait beras premium yang diduga oplosan menjadi keresahan tersendiri bagi pedagang di Pasar Besar Madiun (PBM). Mereka merasakan dampak turun minat pembeli terhadap beras kualitas premium. Bahkan, sepekan terakhir tidak konsumen yang membeli beras tersebut. “Sudah seminggu ini tidak ada yang beli. Memang jarang yang minat tetapi biasanya […]

    Bagikan
  • 18 Ribu Warga Magetan Tinggal di Kawasan Kumuh, Pemkab Tetapkan 26 Lokasi Prioritas Penanganan

    18 Ribu Warga Magetan Tinggal di Kawasan Kumuh, Pemkab Tetapkan 26 Lokasi Prioritas Penanganan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menetapkan puluhan kawasan perumahan dan permukiman kumuh sebagai dasar penanganan terpadu. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Magetan Nomor 100.3.4.2/6/Kept./403.013/2026 tertanggal 14 Januari 2026, lebih dari 18.000 warga tercatat tinggal di kawasan kumuh dengan total luas mencapai 282,48 hektare dari keseluruhan wilayah Magetan seluas 688,85 km². Data tersebut menunjukkan, […]

    Bagikan
  • Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Bersiap Berangkat Menuju Makkah

    Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Bersiap Berangkat Menuju Makkah

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Oman – Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata bersiap untuk bertolak menuju Arab Saudi pada Jumat (30/05/2025). Para jemaah terlebih dahulu menikmati sarapan yang telah disediakan Wyndham Hotel. Usai sarapan, seluruh jemaah berkumpul untuk berkoordinasi terkait keberangkatan menuju Makkah. Pimpinan Sindo Wisata Jawa Timur, H. Ulul Azmi memberikan beberapa arahan terkait perjalanan menju ke […]

    Bagikan
  • Tren Pamer Akta Cerai Usai Sidang di Pengadilan Agama Mencuat di Magetan

    Tren Pamer Akta Cerai Usai Sidang di Pengadilan Agama Mencuat di Magetan

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Muncul ke permukaan publik, fenomena perceraian di Kabupaten Magetan menjadi perhatian. Selain jumlah perkara yang cukup tinggi, kini muncul tren baru di kalangan perempuan yang baru saja bercerai. Beberapa di antaranya tampak berpose di depan Kantor Pengadilan Agama (PA) Kelas IB Magetan sambil memamerkan akta cerai. Mereka tampak bangga status baru […]

    Bagikan
  • Tempat Meubel di Ponorogo Terbakar, Diduga Dipicu Bakar Sampah

    Tempat Meubel di Ponorogo Terbakar, Diduga Dipicu Bakar Sampah

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah tempat usaha pengolahan kayu dan meubel milik Harianto (40) di Jalan Makam Ndoro, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, terbakar pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 12.45 WIB. Saat kejadian, lokasi usaha sedang tidak beroperasi karena hari libur. Warga baru mengetahui insiden tersebut setelah api membesar dan asap hitam pekat terlihat […]

    Bagikan
  • DPRD Madiun Kritik Kinerja Damkar, Dorong Jadi OPD Mandiri dan Tambah Armada

    DPRD Madiun Kritik Kinerja Damkar, Dorong Jadi OPD Mandiri dan Tambah Armada

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi, mengkritisi penanganan kebakaran di wilayahnya yang dinilai belum maksimal. Evaluasi tersebut mengemuka setelah sejumlah insiden kebakaran terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Purwadi menilai, secara kelembagaan, bidang pemadam kebakaran (Damkar) sudah seharusnya berdiri sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) tersendiri dan tidak lagi bergabung dengan Satuan […]

    Bagikan
expand_less