Berita Terkini
Trending Tags

Tiyas Maulana, Perajin Barongan dari Magetan yang Tekun Merawat Warisan Budaya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • visibility 212
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tiyas Maulana perajin singa barong topeng besar Reog Ponorogo asal Magetan, Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Di sudut Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, suara ketukan halus dari pahat kayu terdengar nyaris setiap hari. Dari rumah sederhana itulah Tiyas Maulana (22) menyalurkan ketekunan dan kecintaannya pada seni tradisi. Membuat singa barong, topeng besar ikonik kesenian Reog.

Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa keisengan masa remaja akan berubah menjadi jalan hidup. “Awalnya cuma ikut-ikut pada gelaran Reog. Iseng bikin, kok ternyata bisa. Ada yang pesan, ya sudah saya buatkan,” kenangnya sambil tersenyum tipis.

Proses pembuatan barongan bukan perkara cepat. Tiyas memulai dari kayu glondongan yang ia gergaji dan pahat sendiri. Kayu itu lalu dibentuk menjadi struktur dasar wajah lengkap dengan rangka gigi, tonjolan hidung, hingga lekukan khas singa barong.

“Kalau bagian paling rumit itu nyoret. Menggambar pola wajah dan mengecat detail kecilnya,” ujarnya. Karakter wajah barongan, katanya, bisa mengikuti pesanan, tapi sering kali tercipta dari naluri artistiknya sendiri.

Setelah rangka siap, ia memasang under, menjalin bagian-bagian penguat, lalu menempelkan kulit kambing sebagai permukaan wajah. Tahap akhir, yang paling ia nikmati adalah melukis. “Belajarnya dari teman. Tapi ya lama-lama terbiasa. Di gelaran Reog saya justru bermain di alat musiknya,” tuturnya.

Rambut barongan berasal dari bulu ekor sapi, sementara kulitnya ia datangkan dari Ponorogo atau daerah sekitar LIK Magetan. Jika cuaca cerah, satu barongan bisa rampung dalam sebulan. Namun jika hujan turun berhari-hari, proses pengeringan bisa terhambat.

Tiyas memproduksi barongan dalam beberapa ukuran. Mulai dari ukuran 35 cm, hingga yang terbesar 65–75 cm. Untuk ukuran standar yang ia perlihatkan saat ditemui, biaya produksinya sekitar Rp800 ribu. Harga barongan buatannya bervariasi. Dari ukuran kecil (35 cm) diharga Rp800 ribu – Rp900 ribu. Ukuran besar (60–75 cm) bernilai Rp1,5 juta – Rp2 juta.

Selama ini pesanan datang dari lingkup lokal Sidorejo dan desa-desa sekitar. Meski begitu, ia tidak pernah merasa kewalahan. “Alhamdulillah. Sejauh ini tidak ada yang bikin saya keteteran,” ucapnya dengan nada merendah.

Barongan-barongan yang ia buat memerlukan perawatan sederhana. “Kalau musim hujan gini, cukup dijemur biar rambutnya nggak rontok,” katanya. Tidak perlu disisir atau diberi perlakuan khusus. Cukup dijaga dari lembap.

Di usianya yang masih 22 tahun, ketekunan Tiyas terasa menonjol. Ia bekerja sendiri, tanpa asisten, dari awal hingga akhir proses produksi. Di tengah era modern yang serba cepat, kehadiran perajin muda seperti Tiyas adalah kabar baik bagi keberlanjutan kesenian tradisi. Dari ruang kerjanya yang sederhana, ia merawat warisan budaya dengan kesabaran dan ketulusan.

Ia mungkin tidak mencari sorotan. Pesanan pun masih sebatas lokal. Namun ketekunannya membentuk barongan demi barongan menunjukkan satu hal, seni tradisi tetap hidup selama ada tangan-tangan yang bersedia. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamasan Wayang dan Gamelan di Magetan, Wujud Penghormatan terhadap Warisan Seni Leluhur

    Jamasan Wayang dan Gamelan di Magetan, Wujud Penghormatan terhadap Warisan Seni Leluhur

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Bulan Suro atau Muharram identik dengan berbagai tradisi budaya masyarakat Jawa. Salah satu yang masih lestari hingga kini adalah tradisi jamasan, yakni kegiatan membersihkan dan merawat benda-benda pusaka sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur. Jika umumnya jamasan dilakukan pada keris, tombak, pedang, maupun pusaka peninggalan keluarga, tradisi serupa justru diterapkan pada […]

    Bagikan
  • Ada Tempat Kos Semi Permanen di Eks Terminal Seloaji Ponorogo, Diduga Jadi Lokasi Prostitusi

    Ada Tempat Kos Semi Permanen di Eks Terminal Seloaji Ponorogo, Diduga Jadi Lokasi Prostitusi

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Razia di eks-Terminal Seloaji yang dilakukan oleh Satpol PP Ponorogo pada Senin malam (3/11/2025) cukup mencengangkan. Selain menemukan aktivitas prostitusi yang mengganggu ketertiban di kawasan eks Terminal Seloaji, petugas juga mencatat adanya tempat kos yang diduga digunakan untuk kegiatan serupa. Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP dan Damkar Ponorogo, Hendra Asmara […]

    Bagikan
  • Jembatan Gantung Desa Prigi, Menghapus Jarak, Menguatkan Asa  photo_camera 3

    Jembatan Gantung Desa Prigi, Menghapus Jarak, Menguatkan Asa 

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Sinergia | Trenggalek – Suara gemericik Sungai Pacar mengalun pelan di bawah jembatan gantung yang baru saja rampung dibangun di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Jembatan sepanjang 38 meter itu tampak kokoh membentang, menjadi penghubung yang selama ini dinantikan warga dari tiga desa yakni Prigi, Margo, dan Karanggandu. Dengan selesainya pembangunan jembatan ini, akses […]

    Bagikan
  • Akses Dusun Ngukir Madiun Kembali Terbuka Usai Longsor, Gotong Royong TNI dan Warga Jadi Kunci

    Akses Dusun Ngukir Madiun Kembali Terbuka Usai Longsor, Gotong Royong TNI dan Warga Jadi Kunci

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Akses jalan di Dusun Ngukir, Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, yang sempat tertutup longsor selama satu hari, kini telah kembali terbuka dan dapat dilalui warga, Rabu (8/4/2026). Jalan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat setempat. Selain menjadi penghubung antarwilayah, akses ini juga merupakan jalur utama untuk aktivitas harian seperti menuju […]

    Bagikan
  • Wagub Jatim Beri Atensi TPA Kaliabu Agar Jadi Prioritas Penanganan Era Pemerintahan Harmonis

    Wagub Jatim Beri Atensi TPA Kaliabu Agar Jadi Prioritas Penanganan Era Pemerintahan Harmonis

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Kaliabu, Kecamatan Mejayan menyita perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak berharap pada Pemkab Madiun yang dinahkodai Bupati Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mampu mengatasi permasalahan gunung sampah di TPA Kaliabu yang kapasitasnya hampir overload.  Hal itu […]

    Bagikan
  • Satpol PP Madiun Gerebek Penjual Miras di Jiwan, Puluhan Botol Minol Disita

    Satpol PP Madiun Gerebek Penjual Miras di Jiwan, Puluhan Botol Minol Disita

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Madiun mengamankan puluhan botol minuman beralkohol (minol) dalam operasi penegakan peraturan daerah di wilayah Kecamatan Jiwan, Rabu (13/5/2026). Operasi tersebut dilakukan sebagai upaya menekan peredaran minuman beralkohol ilegal yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah […]

    Bagikan
expand_less