Sabtu, 17 Okt 2026
Trending Tags

Tiyas Maulana, Perajin Barongan dari Magetan yang Tekun Merawat Warisan Budaya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • visibility 286
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tiyas Maulana perajin singa barong topeng besar Reog Ponorogo asal Magetan, Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Di sudut Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, suara ketukan halus dari pahat kayu terdengar nyaris setiap hari. Dari rumah sederhana itulah Tiyas Maulana (22) menyalurkan ketekunan dan kecintaannya pada seni tradisi. Membuat singa barong, topeng besar ikonik kesenian Reog.

Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa keisengan masa remaja akan berubah menjadi jalan hidup. “Awalnya cuma ikut-ikut pada gelaran Reog. Iseng bikin, kok ternyata bisa. Ada yang pesan, ya sudah saya buatkan,” kenangnya sambil tersenyum tipis.

Proses pembuatan barongan bukan perkara cepat. Tiyas memulai dari kayu glondongan yang ia gergaji dan pahat sendiri. Kayu itu lalu dibentuk menjadi struktur dasar wajah lengkap dengan rangka gigi, tonjolan hidung, hingga lekukan khas singa barong.

“Kalau bagian paling rumit itu nyoret. Menggambar pola wajah dan mengecat detail kecilnya,” ujarnya. Karakter wajah barongan, katanya, bisa mengikuti pesanan, tapi sering kali tercipta dari naluri artistiknya sendiri.

Setelah rangka siap, ia memasang under, menjalin bagian-bagian penguat, lalu menempelkan kulit kambing sebagai permukaan wajah. Tahap akhir, yang paling ia nikmati adalah melukis. “Belajarnya dari teman. Tapi ya lama-lama terbiasa. Di gelaran Reog saya justru bermain di alat musiknya,” tuturnya.

Rambut barongan berasal dari bulu ekor sapi, sementara kulitnya ia datangkan dari Ponorogo atau daerah sekitar LIK Magetan. Jika cuaca cerah, satu barongan bisa rampung dalam sebulan. Namun jika hujan turun berhari-hari, proses pengeringan bisa terhambat.

Tiyas memproduksi barongan dalam beberapa ukuran. Mulai dari ukuran 35 cm, hingga yang terbesar 65–75 cm. Untuk ukuran standar yang ia perlihatkan saat ditemui, biaya produksinya sekitar Rp800 ribu. Harga barongan buatannya bervariasi. Dari ukuran kecil (35 cm) diharga Rp800 ribu – Rp900 ribu. Ukuran besar (60–75 cm) bernilai Rp1,5 juta – Rp2 juta.

Selama ini pesanan datang dari lingkup lokal Sidorejo dan desa-desa sekitar. Meski begitu, ia tidak pernah merasa kewalahan. “Alhamdulillah. Sejauh ini tidak ada yang bikin saya keteteran,” ucapnya dengan nada merendah.

Barongan-barongan yang ia buat memerlukan perawatan sederhana. “Kalau musim hujan gini, cukup dijemur biar rambutnya nggak rontok,” katanya. Tidak perlu disisir atau diberi perlakuan khusus. Cukup dijaga dari lembap.

Di usianya yang masih 22 tahun, ketekunan Tiyas terasa menonjol. Ia bekerja sendiri, tanpa asisten, dari awal hingga akhir proses produksi. Di tengah era modern yang serba cepat, kehadiran perajin muda seperti Tiyas adalah kabar baik bagi keberlanjutan kesenian tradisi. Dari ruang kerjanya yang sederhana, ia merawat warisan budaya dengan kesabaran dan ketulusan.

Ia mungkin tidak mencari sorotan. Pesanan pun masih sebatas lokal. Namun ketekunannya membentuk barongan demi barongan menunjukkan satu hal, seni tradisi tetap hidup selama ada tangan-tangan yang bersedia. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tower BTS Bodong di Madiun Disorot DPRD, Desak Pemkab Bertindak Tegas

    Tower BTS Bodong di Madiun Disorot DPRD, Desak Pemkab Bertindak Tegas

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Polemik keberadaan tower Base Transceiver Station (BTS) milik PT Mitra Teel di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, terus bergulir. Tower telekomunikasi itu disorot lantaran diduga belum mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah. DPRD Kabupaten Madiun pun mendesak pemerintah bertindak tegas, termasuk kemungkinan penutupan sementara jika terbukti ilegal. Ketua Komisi […]

    Bagikan
  • Ironis ! Terungkap Kasus Protitusi Libatkan Anak Dibawah Umur, Dua Tersangka Diamankan

    Ironis ! Terungkap Kasus Protitusi Libatkan Anak Dibawah Umur, Dua Tersangka Diamankan

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satreksrim Polres Madiun Kota berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjadi di wilayah hukumnya. Dalam konferensi pers pada Selasa (10/06/2025), dua tersangka yang diamankan diantaranya ARZ, warga Kabupaten Wonosobo, dan SFH, warga Kota Semarang Jawa Tengah. Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Agus Setiawan didampingi Kasi Humas, Iptu […]

    Bagikan
  • Permudah Akses Antar Desa, TNI AD Bangun 4 Jembatan Di Ponorogo

    Permudah Akses Antar Desa, TNI AD Bangun 4 Jembatan Di Ponorogo

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat pedesaan terus dilakukan. TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0802 Ponorogo mulai membangun empat jembatan di sejumlah wilayah, guna mempermudah mobilitas warga antar desa, Senin (30/3/2026). Salah satu lokasi pembangunan berada di Desa Belang, Kecamatan Bungkal. Selama ini, warga setempat harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi […]

    Bagikan
  • Ini Arahan Ketua Umum PSHT dan Ketua Umum PSHW-TM soal Suroan dan Suran Agung

    Ini Arahan Ketua Umum PSHT dan Ketua Umum PSHW-TM soal Suroan dan Suran Agung

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 835
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Mendekati bulan Muharram 1447 Hijriah atau dalam kalender Jawa disebut bulan Suro berkaitan erat dengan 2 tradisi besar Kota Madiun. Yakni tradisi Suroan bagi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) serta Suran Agung bagi Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW-TM). 2 tradisi tersebut menjadi atensi bagi pihak keamanan baik Pemerintah […]

    Bagikan
  • Hutan Jati Gunung Bungkuk Magetan Terbakar, Api Merembet dari Parang Hill akibat Angin Kencang

    Hutan Jati Gunung Bungkuk Magetan Terbakar, Api Merembet dari Parang Hill akibat Angin Kencang

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran kembali melanda kawasan hutan jati di Gunung Bungkuk, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, setelah sekitar tiga tahun kawasan tersebut tidak mengalami kebakaran. Kobaran api muncul menjelang petang, Minggu (9/8/2026), dan dengan cepat merembet dari kawasan Parang Hill di Desa Mategal, Kecamatan Parang, menuju wilayah Desa Bungkuk. Kondisi angin yang cukup kencang […]

    Bagikan
  • Maling Bobol Kantor Pemkab Magetan, Laptop dan Hard Disk Raib

    Maling Bobol Kantor Pemkab Magetan, Laptop dan Hard Disk Raib

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi pencurian yang menyasar fasilitas pemerintahan terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan. Pelaku yang belum diketahui identitasnya nekat membobol sejumlah ruang kerja di kompleks perkantoran pemkab dan membawa kabur tujuh unit laptop serta satu hard disk dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta. Peristiwa tersebut baru terungkap pada Senin (15/6/2026) […]

    Bagikan
expand_less