Berita Terkini
Trending Tags

Soal Pembagunan Kantor Desa, Kades Serag : Pembangunan Multi Year, 2026 Dianggarkan Rp110 Juta

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 38 menit yang lalu
  • visibility 17
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Ponorogo — Dua tahun setelah dibongkar, gedung Kantor Desa Serag, Kecamatan Pulung, hingga kini belum sepenuhnya berdiri kembali. Kondisi tersebut memicu keresahan warga karena pelayanan administrasi desa sementara dilakukan di gedung yang berada di lingkungan TK.

Persoalan ini bahkan berujung pada aksi tirakatan yang digelar puluhan warga di bekas lokasi Kantor Desa Serag, Sabtu (26/9/2026) malam. Warga meminta pemerintah desa membuka informasi mengenai kepastian pembangunan kantor serta pelayanan administrasi masyarakat.

Menanggapi protes tersebut, Pemerintah Desa Serag memastikan pembangunan kembali kantor desa mulai direalisasikan pada 2026. Namun, pembangunan tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap lintas tahun dengan target akhir bangunan dua lantai.

Kepala Desa Serag Haryadi mengatakan, pada tahun ini pemerintah desa menganggarkan sekitar Rp110 juta untuk pembangunan tahap awal berupa satu lantai.

“Jadi kita menganggarkan itu kan step by step, untuk tahun ini kita membangun satu tingkat dulu, nggih. Satu tingkat dulu sesuai dengan anggaran yang Rp110 juta itu dulu,” kata Haryadi, Senin (28/9/2026).

Menurut Haryadi, pembangunan kantor desa memang direncanakan secara bertahap lantaran sumber pembiayaan yang digunakan bukan berasal dari Dana Desa. Rencana pembongkaran hingga pembangunan kembali, kata dia, telah masuk dalam Musrenbang dan RPJM Desa.

Target akhirnya, bangunan kantor desa akan terdiri dari dua lantai. Penyelesaian lantai berikutnya akan dilakukan pada tahun-tahun selanjutnya dengan mencari sumber pembiayaan lain, di antaranya melalui pendapatan asli desa (PAD) dan pengajuan proposal bantuan.

“Untuk tahun kedepannya, kita mengingatkan juga kita mencari PAD dan juga memasukkan beberapa proposal. Kemarin banyak yang menawari proposal kita masukkan,” ujarnya.

Haryadi mengakui pembangunan tahap awal semula ditargetkan mulai pada Agustus 2026. Namun, pelaksanaannya mengalami penundaan karena pemerintah desa masih disibukkan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Meski demikian, Haryadi memastikan persiapan pembangunan telah dilakukan. Material disebut telah tersedia dan pemerintah desa juga telah menentukan waktu pelaksanaan.

Pemdes Serag, lanjutnya, juga telah berkonsultasi dengan pihak Kecamatan Pulung dan Inspektorat berkaitan dengan administrasi serta pelaksanaan pembangunan.

Pemerintah desa berharap pembangunan tahap awal tersebut dapat segera dimulai sehingga kantor desa kembali dapat digunakan untuk pelayanan masyarakat.

Terkait persoalan pelayanan administrasi warga yang saat ini dilakukan di gedung yang berada di lingkungan TK, Haryadi membantah jika pemerintah desa disebut meminjam gedung TK untuk dijadikan kantor sementara.

Ia menjelaskan, bangunan tersebut sebenarnya merupakan aset yang diperoleh desa melalui bantuan keuangan sekitar 2021 atau 2022. Awalnya bangunan itu diperuntukkan bagi kegiatan PKK.

Karena belum digunakan secara maksimal, bangunan tersebut kemudian dipinjamkan kepada pihak TK untuk kegiatan PAUD.

“Yang meminjam itu bukan kita, Mas. Jadi kita dikasih, kalau tidak salah 2022, dua kalau enggak 2021, kita itu dapat BK berupa gedung. Nah, gedung itu kita gunakan untuk gedung PKK. Daripada kosong, itu kemarin dipinjam TK. Jadi yang meminjam itu TK, Mas. Bukan kita yang meminjam TK,” jelasnya.

Selain pembangunan kantor desa, persoalan lain yang sebelumnya menjadi sorotan warga adalah banner realisasi APBD desa yang mencantumkan nominal berbeda dari data sebenarnya.

Haryadi menyebut kesalahan tersebut bukan berasal dari data APBD, melainkan murni kesalahan dalam proses pencetakan banner.

Menurutnya, banner yang bermasalah langsung diganti sehari setelah persoalan tersebut muncul dan menjadi pembicaraan di media sosial.

Sementara terkait tuntutan transparansi terhadap sejumlah kegiatan yang disebut warga belum jelas atau mangkrak, seperti kereta wisata, balon, lampu, hingga tempat sampah, Haryadi meminta persoalan tersebut dikonfirmasi langsung kepada perangkat desa.

“Untuk lebih rincinya mungkin jenengan bisa rawuh, Mas, seperti di jam kerja. Mungkin nanti di situ ada rekan-rekan perangkat semua, jadi bisa menjelaskan dari A sampai Z-nya,” ujarnya.

Haryadi juga mempersilakan masyarakat maupun media untuk memantau langsung proses pembangunan Kantor Desa Serag.

Ia menegaskan pemerintah desa terbuka terhadap kritik serta siap memberikan penjelasan mengenai berbagai persoalan yang dipertanyakan masyarakat.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Serag menggelar aksi tirakatan di bekas Kantor Desa Serag pada Sabtu (26/9/2026) malam. Aksi tersebut menjadi bentuk keresahan warga setelah gedung kantor desa dibongkar sekitar dua tahun lalu, sementara pembangunan kembali belum terealisasi secara penuh.

Selama kondisi tersebut, pelayanan administrasi masyarakat dilakukan di gedung lain yang berada di lingkungan TK. Warga pun meminta kepastian kapan kantor desa dapat kembali dibangun dan digunakan sebagai pusat pelayanan masyarakat.(Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diseminasi Pertanian Organik di Magetan, Petani Diajari Membuat Pupuk Organik Cair dari Bahan Lokal

    Diseminasi Pertanian Organik di Magetan, Petani Diajari Membuat Pupuk Organik Cair dari Bahan Lokal

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya mendorong terwujudnya pertanian ramah lingkungan terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan. Salah satunya melalui kegiatan diseminasi informasi pertanian yang mengajarkan petani memanfaatkan bahan-bahan lokal menjadi pupuk organik dan agen hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kegiatan yang digelar […]

    Bagikan
  • 12 Chromebook Raib, Polisi Buru Komplotan Pembobol SD di Madiun

    12 Chromebook Raib, Polisi Buru Komplotan Pembobol SD di Madiun

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun  – Polisi memburu pelaku pencurian disertai pembobolan yang terjadi di SDN Tiron 02, Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Selasa (17/2/2026) dini hari. Kapolsek Nglames AKP Agustinus Dwi Cahyono mengatakan, pelaku diduga berjumlah lebih dari satu orang. Dugaan itu menguat setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Dari hasil olah TKP, pelaku diduga […]

    Bagikan
  • Ribuan Pencari Kerja Serbu Job Fair Madiun 2026, Pemkab Targetkan Pengangguran Turun 1 Persen

    Ribuan Pencari Kerja Serbu Job Fair Madiun 2026, Pemkab Targetkan Pengangguran Turun 1 Persen

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Job Fair 2026 di Pendopo Ronggo Djumeno, Selasa (19/5/2026). Bursa kerja tersebut diserbu ribuan pencari kerja dari berbagai daerah yang datang sejak pagi demi mendapatkan pekerjaan impian mereka. Angka pengangguran di Kabupaten Madiun memang mengalami penurunan dalam setahun terakhir. Berdasarkan data panitia, sekitar 2.000 peserta berasal dari […]

    Bagikan
  • Legislatif Tak Ingin Berat Sebelah  Perihal Pembangunan TPST Bangunsari Dolopo

    Legislatif Tak Ingin Berat Sebelah  Perihal Pembangunan TPST Bangunsari Dolopo

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Penolakan ratusan warga Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, terhadap rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Dusun Punjul mendapat perhatian DPRD Kabupaten Madiun. Komisi D DPRD Kabupaten Madiun menilai keberatan warga patut dipertimbangkan. Sebab, lokasi yang disiapkan untuk pembangunan TPST dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman. Wakil Ketua Komisi D DPRD […]

    Bagikan
  • Mayat Perempuan Misterius Ditemukan di Semak – Semak Area Pemakaman

    Mayat Perempuan Misterius Ditemukan di Semak – Semak Area Pemakaman

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Warga Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digemparkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan tanpa identitas di semak-semak ilalang samping pemakaman umum, Rabu (20/5/2026) siang. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi tergeletak kaku di antara rimbunnya semak yang hampir menyamarkan keberadaan tubuh korban. Penemuan mayat misterius tersebut langsung menjadi perhatian warga […]

    Bagikan
  • Jambore B2SA, DKPP Kota Madiun Tanamkan Pola Makan Sehat dan Anti Boros Pangan pada Siswa

    Jambore B2SA, DKPP Kota Madiun Tanamkan Pola Makan Sehat dan Anti Boros Pangan pada Siswa

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menumbuhkan kesadaran pola makan sehat dan bijak dalam mengonsumsi pangan sejak usia remaja dinilai sangat penting. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun menggelar Jambore Makan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta Stop Boros Pangan. Kegiatan edukatif tersebut berlangsung di Hotel Aston Madiun dan diikuti oleh siswa-siswi perwakilan […]

    Bagikan
expand_less