Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

Soal Pembangunan Kantor Desa, Kades Serag : Pembangunan Multi Year, 2026 Dianggarkan Rp110 Juta

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
  • visibility 201
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Ponorogo — Dua tahun setelah dibongkar, gedung Kantor Desa Serag, Kecamatan Pulung, hingga kini belum sepenuhnya berdiri kembali. Kondisi tersebut memicu keresahan warga karena pelayanan administrasi desa sementara dilakukan di gedung yang berada di lingkungan TK.

Persoalan ini bahkan berujung pada aksi tirakatan yang digelar puluhan warga di bekas lokasi Kantor Desa Serag, Sabtu (26/9/2026) malam. Warga meminta pemerintah desa membuka informasi mengenai kepastian pembangunan kantor serta pelayanan administrasi masyarakat.

Menanggapi protes tersebut, Pemerintah Desa Serag memastikan pembangunan kembali kantor desa mulai direalisasikan pada 2026. Namun, pembangunan tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap lintas tahun dengan target akhir bangunan dua lantai.

Kepala Desa Serag Haryadi mengatakan, pada tahun ini pemerintah desa menganggarkan sekitar Rp110 juta untuk pembangunan tahap awal berupa satu lantai.

“Jadi kita menganggarkan itu kan step by step, untuk tahun ini kita membangun satu tingkat dulu, nggih. Satu tingkat dulu sesuai dengan anggaran yang Rp110 juta itu dulu,” kata Haryadi, Senin (28/9/2026).

Menurut Haryadi, pembangunan kantor desa memang direncanakan secara bertahap lantaran sumber pembiayaan yang digunakan bukan berasal dari Dana Desa. Rencana pembongkaran hingga pembangunan kembali, kata dia, telah masuk dalam Musrenbang dan RPJM Desa.

Target akhirnya, bangunan kantor desa akan terdiri dari dua lantai. Penyelesaian lantai berikutnya akan dilakukan pada tahun-tahun selanjutnya dengan mencari sumber pembiayaan lain, di antaranya melalui pendapatan asli desa (PAD) dan pengajuan proposal bantuan.

“Untuk tahun kedepannya, kita mengingatkan juga kita mencari PAD dan juga memasukkan beberapa proposal. Kemarin banyak yang menawari proposal kita masukkan,” ujarnya.

Haryadi mengakui pembangunan tahap awal semula ditargetkan mulai pada Agustus 2026. Namun, pelaksanaannya mengalami penundaan karena pemerintah desa masih disibukkan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Meski demikian, Haryadi memastikan persiapan pembangunan telah dilakukan. Material disebut telah tersedia dan pemerintah desa juga telah menentukan waktu pelaksanaan.

Pemdes Serag, lanjutnya, juga telah berkonsultasi dengan pihak Kecamatan Pulung dan Inspektorat berkaitan dengan administrasi serta pelaksanaan pembangunan.

Pemerintah desa berharap pembangunan tahap awal tersebut dapat segera dimulai sehingga kantor desa kembali dapat digunakan untuk pelayanan masyarakat.

Terkait persoalan pelayanan administrasi warga yang saat ini dilakukan di gedung yang berada di lingkungan TK, Haryadi membantah jika pemerintah desa disebut meminjam gedung TK untuk dijadikan kantor sementara.

Ia menjelaskan, bangunan tersebut sebenarnya merupakan aset yang diperoleh desa melalui bantuan keuangan sekitar 2021 atau 2022. Awalnya bangunan itu diperuntukkan bagi kegiatan PKK.

Karena belum digunakan secara maksimal, bangunan tersebut kemudian dipinjamkan kepada pihak TK untuk kegiatan PAUD.

“Yang meminjam itu bukan kita, Mas. Jadi kita dikasih, kalau tidak salah 2022, dua kalau enggak 2021, kita itu dapat BK berupa gedung. Nah, gedung itu kita gunakan untuk gedung PKK. Daripada kosong, itu kemarin dipinjam TK. Jadi yang meminjam itu TK, Mas. Bukan kita yang meminjam TK,” jelasnya.

Selain pembangunan kantor desa, persoalan lain yang sebelumnya menjadi sorotan warga adalah banner realisasi APBD desa yang mencantumkan nominal berbeda dari data sebenarnya.

Haryadi menyebut kesalahan tersebut bukan berasal dari data APBD, melainkan murni kesalahan dalam proses pencetakan banner.

Menurutnya, banner yang bermasalah langsung diganti sehari setelah persoalan tersebut muncul dan menjadi pembicaraan di media sosial.

Sementara terkait tuntutan transparansi terhadap sejumlah kegiatan yang disebut warga belum jelas atau mangkrak, seperti kereta wisata, balon, lampu, hingga tempat sampah, Haryadi meminta persoalan tersebut dikonfirmasi langsung kepada perangkat desa.

“Untuk lebih rincinya mungkin jenengan bisa rawuh, Mas, seperti di jam kerja. Mungkin nanti di situ ada rekan-rekan perangkat semua, jadi bisa menjelaskan dari A sampai Z-nya,” ujarnya.

Haryadi juga mempersilakan masyarakat maupun media untuk memantau langsung proses pembangunan Kantor Desa Serag.

Ia menegaskan pemerintah desa terbuka terhadap kritik serta siap memberikan penjelasan mengenai berbagai persoalan yang dipertanyakan masyarakat.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Serag menggelar aksi tirakatan di bekas Kantor Desa Serag pada Sabtu (26/9/2026) malam. Aksi tersebut menjadi bentuk keresahan warga setelah gedung kantor desa dibongkar sekitar dua tahun lalu, sementara pembangunan kembali belum terealisasi secara penuh.

Selama kondisi tersebut, pelayanan administrasi masyarakat dilakukan di gedung lain yang berada di lingkungan TK. Warga pun meminta kepastian kapan kantor desa dapat kembali dibangun dan digunakan sebagai pusat pelayanan masyarakat.(Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 4 Kursi Kepala OPD Pemkot Madiun Kosong, 2 Kepala OPD Mendekati Pensiun

    4 Kursi Kepala OPD Pemkot Madiun Kosong, 2 Kepala OPD Mendekati Pensiun

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, memberi sinyal kuat akan adanya perombakan besar di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Uji kompetensi sebagai dasar utama dalam proses pengisian jabatan, khususnya jabatan eselon II yang masih kosong. Tercatat kursi kepala OPS yang kosong diantaranya Kepala DLH, Bakesbangpol, Satpol PP dan Damkar serta Kepala Bappelitbangda. Maidi […]

    Bagikan
  • Operasi Senyap Berlanjut, Tim Penyidik KPK Geledah Rumah Pribadi Wali Kota Nonaktif Maidi

    Operasi Senyap Berlanjut, Tim Penyidik KPK Geledah Rumah Pribadi Wali Kota Nonaktif Maidi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penggeledahan di rumah pribadi Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi yang berada di Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo pada Rabu (21/01/2026).  Dari keterangan warga sekitar, operasi senyap KPK ini sudah dilakukan sejak Rabu sore. Sekitar pukul 20.39 WIB, tim penyidik KPK keluar dari kediaman […]

    Bagikan
  • Polemik PAW Gus Wahid di PKB Magetan Dinilai Sarat Muatan Politik

    Polemik PAW Gus Wahid di PKB Magetan Dinilai Sarat Muatan Politik

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas nama Nur Wahid atau Gus Wahid terus menuai sorotan publik. Selain dianggap sarat nuansa politik pasca-Pilkada 2024, keputusan itu juga dinilai berpotensi mengikis marwah ke-NU-an di dalam tubuh PKB Magetan. Pengamat politik, Muries Subiyantoro menilai langkah […]

    Bagikan
  • Opsi Penggabungan OPD di Pemkab Madiun Akan Berdampak Hemat Anggaran Puluhan Milyard

    Opsi Penggabungan OPD di Pemkab Madiun Akan Berdampak Hemat Anggaran Puluhan Milyard

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Efisiensi anggaran yang terjadi belakangan akibat kebijakan pemerintah pusat tentu ikut membebani pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Dibutuhkan pemikiran cerdas agar daerah mencari terobosan baru untuk menghemat anggaran. “Salah satu opsi yang bisa diambil adalah penggabungan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ). Karena dengan jumlah OPD yang puluhan berdampak pula […]

    Bagikan
  • Polda Jatim Rilis Kasus Mutilasi Uswatun Khasanah, Pelaku Habisi Korban lantaran Sakit Hati dan Cemburu

    Polda Jatim Rilis Kasus Mutilasi Uswatun Khasanah, Pelaku Habisi Korban lantaran Sakit Hati dan Cemburu

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menggelar konferensi pers pembunuhan berencana yang disertai mutilasi terhadap Uswatun Khasanah (29) warga asal Blitar pada Senin (27/1/2025). Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Farman menerangkan tersangka utama yakni Rachmad Tri Hartanto alias Anton telah merencanakan kejahatan ini jauh sebelumnya. Tersangka telah diamankan di wilayah Kota Madiun oleh […]

    Bagikan
  • RSUD Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Zona Integritas di Setiap Unit Kerja

    RSUD Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Zona Integritas di Setiap Unit Kerja

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Madiun merupakan rumah sakit kelas C milik Pemerintah Kota Madiun yang telah Terakreditasi Paripurna. Inovasi terus pelayanan publik terus dikembangkan RSUD Kota Madiun sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat. Hal itu sebagai target visi RSUD Kota Madiun, terwujudnya RSUD Kota Madiun yang berkualitas dan […]

    Bagikan
expand_less