Berita Terkini
Trending Tags

PDI Perjuangan Soroti Perbedaan Data Kebakaran di Magetan, Dorong Pemerintah Bangun Satu Data

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 33
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
PDI Perjuangan Magetan menyoroti perbedaan data kebakaran 2026. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan mendorong Pemerintah Kabupaten Magetan melakukan konsolidasi data kebakaran setelah menemukan adanya perbedaan angka yang dipublikasikan sejumlah instansi. Konsolidasi dinilai penting agar pemerintah, petugas penanganan kebakaran, dan masyarakat memiliki rujukan data yang sama.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan Diana Sasa mengatakan, perbedaan angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kesalahan pencatatan. Perbedaan bisa terjadi karena masing-masing instansi menggunakan periode, klasifikasi, maupun cakupan kejadian yang berbeda.

Namun, menurut dia, perbedaan tersebut perlu dijelaskan dan diselaraskan agar tidak menimbulkan kebingungan publik sekaligus dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pencegahan kebakaran.

“Setelah kemarin kami menginstruksikan kader turun membantu dan mengirim logistik untuk relawan, kami mulai mencermati data. Ternyata ada beberapa angka yang berbeda. Menurut kami ini perlu dikonsolidasikan supaya Magetan mempunyai satu data kebakaran yang menjadi rujukan bersama,” kata Diana.

Salah satu perbedaan terlihat pada data kebakaran sepanjang Mei hingga Juli 2026. Dalam publikasi resmi Pemerintah Kabupaten Magetan pada 5 Agustus 2026 yang mengutip Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo, tercatat 45 kejadian kebakaran lahan dalam periode tersebut.

Data itu merinci 21 kejadian pada lahan bambu, 11 lahan tebu, dua lahan jati, satu lahan sampah, dan 10 lokasi ladang.

Sementara itu, data Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Magetan yang dipublikasikan pada Juli mencatat 49 kejadian kebakaran, dengan 29 kejadian di antaranya merupakan kebakaran lahan.

Diana menilai kedua angka tersebut belum tentu saling bertentangan. Bisa saja perbedaan muncul karena satu instansi menghitung seluruh jenis kebakaran, sedangkan instansi lain secara khusus mencatat kebakaran lahan atau kebakaran hutan dan lahan.

“Karena itu jangan buru-buru mengatakan salah satu datanya salah. Bisa jadi yang satu menghitung seluruh kebakaran, yang lain kebakaran lahan atau karhutla. Tetapi justru perbedaan seperti ini yang perlu dijelaskan kepada masyarakat,” ujarnya.

Persoalan serupa, lanjut Diana, terlihat pada rekapitulasi BPBD Magetan untuk periode 1–31 Mei 2026. Dalam rekap tersebut disebutkan tidak terdapat kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, dalam publikasi BPBD berikutnya disebutkan terdapat 45 kejadian kebakaran lahan sepanjang Mei hingga Juli 2026.

Menurut Diana, kondisi tersebut perlu diperjelas untuk mengetahui apakah perbedaan terjadi akibat klasifikasi kejadian, sumber laporan, atau periode pencatatan yang digunakan.

“Ini perlu dijelaskan apakah persoalannya pada klasifikasi kejadian, sumber laporan, atau periode pencatatan. Tujuan kami bukan memperdebatkan angka, tetapi memastikan pemerintah mempunyai basis data yang sama,” katanya.

Ia mengusulkan agar data kebakaran yang dikonsolidasikan setidaknya memuat sejumlah informasi utama, mulai dari tanggal dan lokasi kejadian, jenis kebakaran, status lahan atau kawasan, luas area terdampak, hingga status penanganan.

Data tersebut, kata Diana, juga perlu diperbarui secara berkala sehingga perkembangan kebakaran dapat dipantau dan menjadi bahan evaluasi pemerintah.

DPC PDI Perjuangan Magetan mendorong BPBD menjadi koordinator konsolidasi data dengan melibatkan Satpol PP dan Damkar, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan, pemerintah kecamatan dan desa, serta instansi lain sesuai dengan lokasi dan karakteristik kejadian.

Menurut Diana, keterpaduan data akan membantu pemerintah mengidentifikasi pola kebakaran, termasuk titik yang berulang dan kawasan yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

“Kalau datanya terkonsolidasi, kita bisa melihat titik mana yang berulang, kawasan mana yang paling rawan, dan sumber daya apa yang harus disiapkan. Satu data bukan sekadar urusan administrasi. Data yang baik adalah dasar pencegahan yang baik,” ujarnya.

Selain untuk kebutuhan internal pemerintah, hasil konsolidasi data tersebut diharapkan dapat disampaikan secara berkala kepada masyarakat melalui kanal resmi pemerintah dan media sosial.

Diana menilai informasi publik mengenai kebakaran tidak cukup hanya disampaikan ketika terjadi kebakaran. Masyarakat juga membutuhkan informasi mengenai perkembangan penanganan, lokasi yang rawan, hingga langkah pencegahan yang perlu dilakukan.

“Publik tidak hanya membutuhkan informasi ketika api sedang menyala. Perkembangannya juga perlu disampaikan. Dengan informasi resmi yang rutin, masyarakat tahu situasinya dan tidak bergantung pada informasi yang simpang-siur,” katanya.

Setelah persoalan data dikonsolidasikan, Diana mengatakan pemerintah perlu melanjutkan pembahasan pada aspek yang lebih mendasar, yakni pola dan penyebab kebakaran yang berulang.

Menurut dia, pemetaan penyebab harus dilakukan berdasarkan data dan hasil pemeriksaan di lapangan sehingga kebijakan pencegahan tidak dibangun berdasarkan dugaan.

“Setelah kita tahu secara pasti berapa kejadian, di mana dan bagaimana polanya, pertanyaan berikutnya tentu mengapa kebakaran terus terjadi. Itu juga harus dijawab berdasarkan data dan hasil pemeriksaan, bukan spekulasi,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hujan Deras Akibatkan Pohon Tumbang hingga Banjir Rendam Rumah warga

    Hujan Deras Akibatkan Pohon Tumbang hingga Banjir Rendam Rumah warga

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Luapan Sungai Mancaan di Desa/Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun Jawa Timur Selasa malam (14/1/2025) mengakibatkan puluhan rumah terdampak banjir. Bahkan air masuk ke sebagian rumah warga setempat. Kondisi ini berdampak pada aktivitas warga setempat lumpuh total. “Tadi sore hujan lumayan deras sekitar 3 jam. Ya akibatnya luapan air dari sungai Mancaan” […]

    Bagikan
  • Dampak Perang Timur Tengah, Disbudpar Magetan Waspadai Penurunan Kunjungan Wisatawan

    Dampak Perang Timur Tengah, Disbudpar Magetan Waspadai Penurunan Kunjungan Wisatawan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai dikhawatirkan berdampak pada sektor pariwisata daerah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan menyatakan kegelisahan apabila situasi internasional tersebut berlarut dan memengaruhi minat wisatawan. Kepala Disbudpar Magetan, Suwito, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisata harian saat ini berada pada kisaran […]

    Bagikan
  • Remaja 14 Tahun di Ngawi Tewas Usai Terserat Arus DAM Teguhan

    Remaja 14 Tahun di Ngawi Tewas Usai Terserat Arus DAM Teguhan

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Nasib naas dialami Rifky Nur saat bermain dan mandi di DAM sungai Andong Desa Kecamatan Paron Ngawi bersama 2 rekannya Asyraf Khairul Azam (13), dan Dimas Subuh Pamungkas (11) pada Senin (12/05/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Tiba-tiba arus semakin deres menyeret ketiga 3 remaja itu. 2 rekannya selamat namun tidak dengan […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Tunggu Pertek BKN untuk Mutasi Jabatan, 11 OPD Masuk Evaluasi

    Pemkab Magetan Tunggu Pertek BKN untuk Mutasi Jabatan, 11 OPD Masuk Evaluasi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menunggu terbitnya Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebelum melaksanakan mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD). Sejumlah posisi strategis tercatat masih kosong, termasuk jabatan camat serta sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama. Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Welly Kristanto, menjelaskan bahwa proses tersebut masih […]

    Bagikan
  • Kerap Dihantui Banjir Tahunan, 52 KK di Dusun Kebonduren bakal Direlokasi

    Kerap Dihantui Banjir Tahunan, 52 KK di Dusun Kebonduren bakal Direlokasi

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 52 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Kebonduren, Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, bakal direlokasi akibat banjir tahunan yang terus menghantui wilayah tersebut. Rencana relokasi ini disampaikan langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat audiensi dengan warga dan perangkat desa, Rabu (09/07/2025). Banjir dengan ketinggian air mencapai hingga 170 […]

    Bagikan
  • Ratusan Botol Miras Dimusnahkan, Polisi Bersih-Bersih Penyakit Masyarakat Jelang Lebaran

    Ratusan Botol Miras Dimusnahkan, Polisi Bersih-Bersih Penyakit Masyarakat Jelang Lebaran

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menjelang pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri melalui Operasi Ketupat, Polres Ponorogo lebih dulu menggelar Operasi Pekat atau penyakit masyarakat. Operasi ini menyasar berbagai aktivitas yang dinilai meresahkan masyarakat, seperti peredaran minuman keras ilegal hingga obat-obatan terlarang. Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan operasi tersebut menjadi langkah awal untuk menciptakan […]

    Bagikan
expand_less