Berita Terkini
Trending Tags

Pengusaha Selepan di Magetan Klaim Tak Terpengaruh Isu Beras Oplosan, Penjualan Justru Naik

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • visibility 106
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pengusaha Selepan di Magetan Klaim Tak Terpengaruh Isu Beras Oplosan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Di tengah maraknya pemberitaan tentang dugaan peredaran beras oplosan di sejumlah daerah, pengusaha penggilingan gabah di Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, Jawa Timur, mengaku bisnisnya justru tetap lancar bahkan mengalami peningkatan.

Sumining, pemilik selepan yang telah beroperasi sejak 1984, mengatakan bahwa isu beras oplosan tidak berdampak negatif terhadap usahanya. “Alhamdulillah beras saya lancar, pembeli juga naik. Saya hanya mendengar saja seperti apa wujud beras oplosan itu, tapi di sini tetap mempertahankan kualitas,” ujarnya saat ditemui di tempat usahanya.

Menurut Sumining, ia menyediakan berbagai jenis beras seperti 64, Mapan, Morang, Serang, 32, 70, dan Bramo. Varietas Bramo menjadi primadona karena teksturnya pulen, wangi, dan cocok untuk rumah makan. “Beras Bramo itu yang paling disukai, pembeli justru bertambah akhir-akhir ini,” jelasnya.

Sebelum isu beras oplosan mencuat, produksi selepan miliknya rata-rata 5–6 kuintal beras per hari. Kini, jumlah itu naik menjadi sekitar 7 kuintal. Kenaikan ini didorong oleh pasokan gabah yang lancar dari para petani lokal. Harga beras di tempatnya berkisar Rp13.200 per kilogram untuk jenis 64, Rp13.800 untuk Bramo, dan Rp14.000 untuk jenis wangi.

Tidak hanya penjual, konsumen pun mengaku tetap percaya dengan kualitas beras dari selepan tersebut. Meisita, warga setempat, mengatakan awalnya sempat khawatir dengan isu beras oplosan, namun rasa dan kualitas beras di sini membuatnya yakin. 

“Kemarin coba beli 10 kilo, hasilnya enak dan pulen. Sekarang saya ambil 1 kuintal. Di sini berasnya dipisah-pisah sesuai jenisnya, jadi jelas,” tuturnya.

Meisita juga menyebut harga yang ditawarkan relatif terjangkau dan proses penggilingan dilakukan secara terpisah untuk setiap jenis beras, sesuai permintaan pembeli. “Itu yang bikin saya percaya, karena jelas asal dan jenis berasnya,” tambahnya.

Isu beras oplosan belakangan menjadi perhatian publik setelah aparat mengungkap praktik pencampuran beras berkualitas rendah dengan bahan non-pangan atau dicampur antarjenis untuk meningkatkan keuntungan. Meski demikian, sejumlah pelaku usaha seperti Sumining membuktikan bahwa menjaga kualitas dan transparansi dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Emak-emak Curi Susu di Minimarket Terekam CCTV, Satu Tertangkap, Tiga Kabur

    Aksi Emak-emak Curi Susu di Minimarket Terekam CCTV, Satu Tertangkap, Tiga Kabur

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Aksi pencurian yang dilakukan sekelompok emak-emak di sebuah minimarket wilayah Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, terekam kamera pengawas atau CCTV. Para pelaku yang terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki itu menjalankan aksinya dengan modus terstruktur dan rapi. Mereka menyasar susu kemasan dan menyembunyikannya di balik rok pelaku perempuan. Kejadian […]

    Bagikan
  • Silaturahmi Danrem 081/DSJ Bersama 2 Tokoh Agama di Madiun

    Silaturahmi Danrem 081/DSJ Bersama 2 Tokoh Agama di Madiun

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto berkunjung ke kediaman Gus Mamang dan Gus Mizan, 2 tokoh agama di Madiun. Ia menyebut, kunjungannya itu merupakan hal yang lazim dilakukan sebagai pejabat baru seperti dirinya. “Ini silaturahmi. Terlebih saya masih baru menjabat, tentunya perlu memperkenalkan diri dan berkomunikasi. Tidak hanya dengan tokoh […]

    Bagikan
  • Evaluasi SPMB 2026 Kota Madiun, 15 SDN dan 3 SMPN Masih Kekurangan Siswa, Dinas Pendidikan Kaji Solusi

    Evaluasi SPMB 2026 Kota Madiun, 15 SDN dan 3 SMPN Masih Kekurangan Siswa, Dinas Pendidikan Kaji Solusi

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pendidikan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Pasalnya, masih terdapat 18 sekolah negeri yang belum memenuhi kuota peserta didik. Berdasarkan data pada laman spmb.madiunkota.go.id, sebanyak 15 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 3 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) masih mengalami kekurangan […]

    Bagikan
  • Dua Pemuda Ditangkap Polres Ngawi dengan 905 Butir Pil Berbahaya

    Dua Pemuda Ditangkap Polres Ngawi dengan 905 Butir Pil Berbahaya

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Satuan Reserse Narkoba Polres Ngawi kembali mengungkap kasus peredaran sediaan farmasi tanpa izin edar di wilayah Kabupaten Ngawi. Dalam operasi yang digelar pada Sabtu (1/8/2026), polisi menangkap dua orang pemuda yang diduga terlibat dalam peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) dan menyita ratusan butir pil yang diduga akan dipasarkan secara ilegal. Dua […]

    Bagikan
  • Desa Teguhan Apresiasi Atas Fasilitas Mobil Siaga, Perkuat Layanan Kesehatan

    Desa Teguhan Apresiasi Atas Fasilitas Mobil Siaga, Perkuat Layanan Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-457 Kabupaten Madiun, Jumat (18/07/2025), sebanyak 15 mobil siaga ambulance resmi diserahkan kepada 15 kepala desa. Prosesi penyerahan berlangsung di halaman Pendopo Ronggo Jumeno dan dipimpin langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto. […]

    Bagikan
  • Penanganan ODGJ Jambon Ponorogo, Ipda Purnomo Berencana Jemput Nanto

    Penanganan ODGJ Jambon Ponorogo, Ipda Purnomo Berencana Jemput Nanto

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Penanganan kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dikurung dalam kandang besi di Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, mulai menemui titik terang. Ipda Purnomo, Kanit Binpolmas Polres Lamongan, menyatakan berencana menjemput Suhananto atau Nanto, 45 tahun, sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. Rencana tersebut disampaikan Ipda Purnomo melalui unggahan di media sosial […]

    Bagikan
expand_less