Berita Terkini
Trending Tags

PDI Perjuangan Soroti Perbedaan Data Kebakaran di Magetan, Dorong Pemerintah Bangun Satu Data

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 43 menit yang lalu
  • visibility 31
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
PDI Perjuangan Magetan menyoroti perbedaan data kebakaran 2026. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan mendorong Pemerintah Kabupaten Magetan melakukan konsolidasi data kebakaran setelah menemukan adanya perbedaan angka yang dipublikasikan sejumlah instansi. Konsolidasi dinilai penting agar pemerintah, petugas penanganan kebakaran, dan masyarakat memiliki rujukan data yang sama.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan Diana Sasa mengatakan, perbedaan angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kesalahan pencatatan. Perbedaan bisa terjadi karena masing-masing instansi menggunakan periode, klasifikasi, maupun cakupan kejadian yang berbeda.

Namun, menurut dia, perbedaan tersebut perlu dijelaskan dan diselaraskan agar tidak menimbulkan kebingungan publik sekaligus dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pencegahan kebakaran.

“Setelah kemarin kami menginstruksikan kader turun membantu dan mengirim logistik untuk relawan, kami mulai mencermati data. Ternyata ada beberapa angka yang berbeda. Menurut kami ini perlu dikonsolidasikan supaya Magetan mempunyai satu data kebakaran yang menjadi rujukan bersama,” kata Diana.

Salah satu perbedaan terlihat pada data kebakaran sepanjang Mei hingga Juli 2026. Dalam publikasi resmi Pemerintah Kabupaten Magetan pada 5 Agustus 2026 yang mengutip Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo, tercatat 45 kejadian kebakaran lahan dalam periode tersebut.

Data itu merinci 21 kejadian pada lahan bambu, 11 lahan tebu, dua lahan jati, satu lahan sampah, dan 10 lokasi ladang.

Sementara itu, data Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Magetan yang dipublikasikan pada Juli mencatat 49 kejadian kebakaran, dengan 29 kejadian di antaranya merupakan kebakaran lahan.

Diana menilai kedua angka tersebut belum tentu saling bertentangan. Bisa saja perbedaan muncul karena satu instansi menghitung seluruh jenis kebakaran, sedangkan instansi lain secara khusus mencatat kebakaran lahan atau kebakaran hutan dan lahan.

“Karena itu jangan buru-buru mengatakan salah satu datanya salah. Bisa jadi yang satu menghitung seluruh kebakaran, yang lain kebakaran lahan atau karhutla. Tetapi justru perbedaan seperti ini yang perlu dijelaskan kepada masyarakat,” ujarnya.

Persoalan serupa, lanjut Diana, terlihat pada rekapitulasi BPBD Magetan untuk periode 1–31 Mei 2026. Dalam rekap tersebut disebutkan tidak terdapat kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, dalam publikasi BPBD berikutnya disebutkan terdapat 45 kejadian kebakaran lahan sepanjang Mei hingga Juli 2026.

Menurut Diana, kondisi tersebut perlu diperjelas untuk mengetahui apakah perbedaan terjadi akibat klasifikasi kejadian, sumber laporan, atau periode pencatatan yang digunakan.

“Ini perlu dijelaskan apakah persoalannya pada klasifikasi kejadian, sumber laporan, atau periode pencatatan. Tujuan kami bukan memperdebatkan angka, tetapi memastikan pemerintah mempunyai basis data yang sama,” katanya.

Ia mengusulkan agar data kebakaran yang dikonsolidasikan setidaknya memuat sejumlah informasi utama, mulai dari tanggal dan lokasi kejadian, jenis kebakaran, status lahan atau kawasan, luas area terdampak, hingga status penanganan.

Data tersebut, kata Diana, juga perlu diperbarui secara berkala sehingga perkembangan kebakaran dapat dipantau dan menjadi bahan evaluasi pemerintah.

DPC PDI Perjuangan Magetan mendorong BPBD menjadi koordinator konsolidasi data dengan melibatkan Satpol PP dan Damkar, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan, pemerintah kecamatan dan desa, serta instansi lain sesuai dengan lokasi dan karakteristik kejadian.

Menurut Diana, keterpaduan data akan membantu pemerintah mengidentifikasi pola kebakaran, termasuk titik yang berulang dan kawasan yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

“Kalau datanya terkonsolidasi, kita bisa melihat titik mana yang berulang, kawasan mana yang paling rawan, dan sumber daya apa yang harus disiapkan. Satu data bukan sekadar urusan administrasi. Data yang baik adalah dasar pencegahan yang baik,” ujarnya.

Selain untuk kebutuhan internal pemerintah, hasil konsolidasi data tersebut diharapkan dapat disampaikan secara berkala kepada masyarakat melalui kanal resmi pemerintah dan media sosial.

Diana menilai informasi publik mengenai kebakaran tidak cukup hanya disampaikan ketika terjadi kebakaran. Masyarakat juga membutuhkan informasi mengenai perkembangan penanganan, lokasi yang rawan, hingga langkah pencegahan yang perlu dilakukan.

“Publik tidak hanya membutuhkan informasi ketika api sedang menyala. Perkembangannya juga perlu disampaikan. Dengan informasi resmi yang rutin, masyarakat tahu situasinya dan tidak bergantung pada informasi yang simpang-siur,” katanya.

Setelah persoalan data dikonsolidasikan, Diana mengatakan pemerintah perlu melanjutkan pembahasan pada aspek yang lebih mendasar, yakni pola dan penyebab kebakaran yang berulang.

Menurut dia, pemetaan penyebab harus dilakukan berdasarkan data dan hasil pemeriksaan di lapangan sehingga kebijakan pencegahan tidak dibangun berdasarkan dugaan.

“Setelah kita tahu secara pasti berapa kejadian, di mana dan bagaimana polanya, pertanyaan berikutnya tentu mengapa kebakaran terus terjadi. Itu juga harus dijawab berdasarkan data dan hasil pemeriksaan, bukan spekulasi,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Telur Menumpuk, Harga Pakan Melonjak, Ratusan Peternak Ayam Petelur di Magetan Terancam Bangkrut

    Telur Menumpuk, Harga Pakan Melonjak, Ratusan Peternak Ayam Petelur di Magetan Terancam Bangkrut

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya serapan pasar dan tingginya biaya produksi. Dalam dua bulan terakhir, telur hasil produksi menumpuk di gudang, sementara harga pakan ternak terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat para peternak terancam mengalami kerugian besar hingga gulung tikar. Fenomena […]

    Bagikan
  • Aksi Nekat Pengunjung Lapas Kelas I Madiun Selundupkan HP di Pakaian Dalam

    Aksi Nekat Pengunjung Lapas Kelas I Madiun Selundupkan HP di Pakaian Dalam

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya penyelundupan barang terlarang kembali digagalkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun pada Kamis (17/04/2025). Seorang pengunjung nekat mencoba menyelundupkan sebuah telepon genggam (HP) dengan cara menyembunyikannya di dalam pakaian dalam saat hendak membesuk seorang warga binaan. Aksi tersebut berhasil digagalkan oleh petugas saat melakukan pemeriksaan ketat di area ruang […]

    Bagikan
  • Wabah PMK di Ponorogo, Penjualan Daging Sapi Anjlok

    Wabah PMK di Ponorogo, Penjualan Daging Sapi Anjlok

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang meluas di Kabupaten Ponorogo memberikan dampak signifikan pada para pedagang daging sapi. Penurunan penjualan secara drastis membuat sejumlah pedagang memilih menutup lapak. Namun sebagian lainnya tetap bertahan meski harus menanggung kerugian harian. Seperti yang dirasakan oleh Suprapto, pedagang sekaligus pemilik usaha penggilingan daging […]

    Bagikan
  • Sidak Kelompok Ternak, Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Tekankan Percepatan Vaksinasi PMK

    Sidak Kelompok Ternak, Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Tekankan Percepatan Vaksinasi PMK

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Anggota Komisi B DPRD kabupaten Madiun melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di peternakan sapi milik kelompok ternak Senang Makmur yang berada di desa Mojorejo kecamatan Kebonsari, Jumat (31/1/2025).  Sidak tersebut untuk mengawasi langsung pendistribusian vaksin bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) sebanyak 3.525 dosis. Info yang diperoleh dalam sidak ini Dinas Ketahanan […]

    Bagikan
  • Ini Tanggapan Rektor UNESA soal Kuliah Umum Presiden ke-6 RI SBY

    Ini Tanggapan Rektor UNESA soal Kuliah Umum Presiden ke-6 RI SBY

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan kuliah umum di Kampus 5 Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Magetan, Sabtu (18/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, SBY mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam memajukan bangsa melalui inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata terhadap program pembangunan nasional. Kuliah umum […]

    Bagikan
  • Hore!! Jembatan Gantung Patihan – Sogaten Bisa Dilewati

    Hore!! Jembatan Gantung Patihan – Sogaten Bisa Dilewati

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Kabar gembira bagi masyarakat, khususnya bagi warga Kelurahan Patihan dan Kelurahan Sogaten Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. Bagaimana tidak, jembatan gantung yang telah lama ditunggu-tunggu akhirnya selesai dibangun dan kini sudah dapat difungsikan. Masyarakat bisa melintasi jembatan gantung tersebut namun harus tetap memperhatikan ketentuan. Jembatan gantung yang dibangun Pemerintah Kota Madiun dengan nilai […]

    Bagikan
expand_less