Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

PDI Perjuangan Soroti Perbedaan Data Kebakaran di Magetan, Dorong Pemerintah Bangun Satu Data

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 118
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
PDI Perjuangan Magetan menyoroti perbedaan data kebakaran 2026. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan mendorong Pemerintah Kabupaten Magetan melakukan konsolidasi data kebakaran setelah menemukan adanya perbedaan angka yang dipublikasikan sejumlah instansi. Konsolidasi dinilai penting agar pemerintah, petugas penanganan kebakaran, dan masyarakat memiliki rujukan data yang sama.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan Diana Sasa mengatakan, perbedaan angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kesalahan pencatatan. Perbedaan bisa terjadi karena masing-masing instansi menggunakan periode, klasifikasi, maupun cakupan kejadian yang berbeda.

Namun, menurut dia, perbedaan tersebut perlu dijelaskan dan diselaraskan agar tidak menimbulkan kebingungan publik sekaligus dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pencegahan kebakaran.

“Setelah kemarin kami menginstruksikan kader turun membantu dan mengirim logistik untuk relawan, kami mulai mencermati data. Ternyata ada beberapa angka yang berbeda. Menurut kami ini perlu dikonsolidasikan supaya Magetan mempunyai satu data kebakaran yang menjadi rujukan bersama,” kata Diana.

Salah satu perbedaan terlihat pada data kebakaran sepanjang Mei hingga Juli 2026. Dalam publikasi resmi Pemerintah Kabupaten Magetan pada 5 Agustus 2026 yang mengutip Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo, tercatat 45 kejadian kebakaran lahan dalam periode tersebut.

Data itu merinci 21 kejadian pada lahan bambu, 11 lahan tebu, dua lahan jati, satu lahan sampah, dan 10 lokasi ladang.

Sementara itu, data Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Magetan yang dipublikasikan pada Juli mencatat 49 kejadian kebakaran, dengan 29 kejadian di antaranya merupakan kebakaran lahan.

Diana menilai kedua angka tersebut belum tentu saling bertentangan. Bisa saja perbedaan muncul karena satu instansi menghitung seluruh jenis kebakaran, sedangkan instansi lain secara khusus mencatat kebakaran lahan atau kebakaran hutan dan lahan.

“Karena itu jangan buru-buru mengatakan salah satu datanya salah. Bisa jadi yang satu menghitung seluruh kebakaran, yang lain kebakaran lahan atau karhutla. Tetapi justru perbedaan seperti ini yang perlu dijelaskan kepada masyarakat,” ujarnya.

Persoalan serupa, lanjut Diana, terlihat pada rekapitulasi BPBD Magetan untuk periode 1–31 Mei 2026. Dalam rekap tersebut disebutkan tidak terdapat kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, dalam publikasi BPBD berikutnya disebutkan terdapat 45 kejadian kebakaran lahan sepanjang Mei hingga Juli 2026.

Menurut Diana, kondisi tersebut perlu diperjelas untuk mengetahui apakah perbedaan terjadi akibat klasifikasi kejadian, sumber laporan, atau periode pencatatan yang digunakan.

“Ini perlu dijelaskan apakah persoalannya pada klasifikasi kejadian, sumber laporan, atau periode pencatatan. Tujuan kami bukan memperdebatkan angka, tetapi memastikan pemerintah mempunyai basis data yang sama,” katanya.

Ia mengusulkan agar data kebakaran yang dikonsolidasikan setidaknya memuat sejumlah informasi utama, mulai dari tanggal dan lokasi kejadian, jenis kebakaran, status lahan atau kawasan, luas area terdampak, hingga status penanganan.

Data tersebut, kata Diana, juga perlu diperbarui secara berkala sehingga perkembangan kebakaran dapat dipantau dan menjadi bahan evaluasi pemerintah.

DPC PDI Perjuangan Magetan mendorong BPBD menjadi koordinator konsolidasi data dengan melibatkan Satpol PP dan Damkar, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan, pemerintah kecamatan dan desa, serta instansi lain sesuai dengan lokasi dan karakteristik kejadian.

Menurut Diana, keterpaduan data akan membantu pemerintah mengidentifikasi pola kebakaran, termasuk titik yang berulang dan kawasan yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

“Kalau datanya terkonsolidasi, kita bisa melihat titik mana yang berulang, kawasan mana yang paling rawan, dan sumber daya apa yang harus disiapkan. Satu data bukan sekadar urusan administrasi. Data yang baik adalah dasar pencegahan yang baik,” ujarnya.

Selain untuk kebutuhan internal pemerintah, hasil konsolidasi data tersebut diharapkan dapat disampaikan secara berkala kepada masyarakat melalui kanal resmi pemerintah dan media sosial.

Diana menilai informasi publik mengenai kebakaran tidak cukup hanya disampaikan ketika terjadi kebakaran. Masyarakat juga membutuhkan informasi mengenai perkembangan penanganan, lokasi yang rawan, hingga langkah pencegahan yang perlu dilakukan.

“Publik tidak hanya membutuhkan informasi ketika api sedang menyala. Perkembangannya juga perlu disampaikan. Dengan informasi resmi yang rutin, masyarakat tahu situasinya dan tidak bergantung pada informasi yang simpang-siur,” katanya.

Setelah persoalan data dikonsolidasikan, Diana mengatakan pemerintah perlu melanjutkan pembahasan pada aspek yang lebih mendasar, yakni pola dan penyebab kebakaran yang berulang.

Menurut dia, pemetaan penyebab harus dilakukan berdasarkan data dan hasil pemeriksaan di lapangan sehingga kebijakan pencegahan tidak dibangun berdasarkan dugaan.

“Setelah kita tahu secara pasti berapa kejadian, di mana dan bagaimana polanya, pertanyaan berikutnya tentu mengapa kebakaran terus terjadi. Itu juga harus dijawab berdasarkan data dan hasil pemeriksaan, bukan spekulasi,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Selidiki Kematian Balita di Ngawi Usai Minum Bensin dan Oli

    Polisi Selidiki Kematian Balita di Ngawi Usai Minum Bensin dan Oli

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Satreskrim Polres Ngawi melakukan penyelidikan terhadap meninggalnya Balita di Ketanggi Kecamatan Ngawi yang diduga menenggak bensin dan olie.   Balita 1 tahun 1 bulan itu mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr. Soeroto Ngawi. Perisitiwa memilukan itu terjadi pada Rabu (02/07/2025) di rumahnya. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) […]

    Bagikan
  • Buruh Harian Lepas Mengaku Intel TNI, Berujung Damai Usai Dilaporkan

    Buruh Harian Lepas Mengaku Intel TNI, Berujung Damai Usai Dilaporkan

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota intel TNI AD mencuat di Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi. Seorang buruh harian lepas berinisial R (37), warga Bantul, dilaporkan keluarga A (21) setelah menikahi korban secara siri. Kapolsek Pangkur, AKP Nur Hidayat, menjelaskan awal mula kasus ini terjadi ketika korban berkenalan dengan R di […]

    Bagikan
  • Tipu Calon Jemaah Umroh dan Haji, Pemilik Ladima Tour Masuk Bui

    Tipu Calon Jemaah Umroh dan Haji, Pemilik Ladima Tour Masuk Bui

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2024
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 278
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Berhati-hatilah dalam memilih biro Umroh dan Haji. Penyidik Satreskrim Polres Madiun berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial J (42) asal Desa Wagirlor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo atas dugaan penipuan yang melibatkan biro perjalanan umroh dan haji yang dikelolanya, yakni Ladima Tour and Travel. Kasus penipuan ini terungkap usai tujuh calon jamaah haji melaporkan […]

    Bagikan
  • Tragis! Ledakan Petasan Balon Udara Tewaskan Remaja 15 Tahun, Rumah Hancur Porak Poranda photo_camera 2

    Tragis! Ledakan Petasan Balon Udara Tewaskan Remaja 15 Tahun, Rumah Hancur Porak Poranda

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Nasib tragis menimpa tiga pemuda di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, saat meracik petasan yang diduga akan diterbangkan menggunakan balon udara tanpa awak untuk persiapan tradisi menjelang Lebaran. Ledakan hebat yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) sore mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar serius. Peristiwa tersebut terjadi sekitar […]

    Bagikan
  • Tiga Napi Narkoba Kelas Kakap Dari Lapas Kelas I Madiun Dilayar Ke Pulau Nusakambangan

    Tiga Napi Narkoba Kelas Kakap Dari Lapas Kelas I Madiun Dilayar Ke Pulau Nusakambangan

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun  – Tiga narapidana narkoba dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun mendapat perhatian khusus. Napi narkoba kelas kakap tersebut bakal di layar ke Pulau Nusakambangan terhitung mulai, Jumat (09/10/2026).  Kepala Lapas ( Kalapas) Kelas I Madiun Fajar Nur Cahyono menjelaskan pemindahan tiga warga binaan tersebut merupakan bagian dari komitmen jajaran pemasyarakatan dalam […]

    Bagikan
  • Kebakaran Pabrik Pupuk Organik di Ngawi, Api Diduga dari Sisa Bara Pembakaran

    Kebakaran Pabrik Pupuk Organik di Ngawi, Api Diduga dari Sisa Bara Pembakaran

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 2.793
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kebakaran melanda area pengolahan pupuk organik milik PT Bumi Subur Sentosa di Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jumat (04/07/2025) malam. Meski tidak ada korban jiwa, kobaran api sempat membesar dan melahap nyaris seluruh tumpukan kayu bakar. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, pertama kali diketahui oleh seorang karyawan […]

    Bagikan
expand_less