Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Sapa Bansos HUT ke-81 Jatim, Rp. 9,8 Miliar Bantuan Diserahkan untuk Warga Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
  • visibility 115
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemprov Jatim menyerahkan bantuan sosial bagi warga Kabupaten Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyerahkan bantuan sosial dan berbagai bentuk bantuan lainnya senilai total Rp9,867 miliar kepada masyarakat Kabupaten Magetan dalam kegiatan Sapa Bansos di Pendopo Surya Graha Magetan, Selasa (6/10/2026).

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Provinsi Jawa Timur. Bantuan menyasar sejumlah kelompok masyarakat yang membutuhkan, mulai dari keluarga kurang mampu, lansia, penyandang disabilitas, perempuan rentan secara ekonomi hingga kelompok sosial lainnya.

Berdasarkan rekapitulasi bantuan yang diserahkan, alokasi terbesar berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dengan nilai mencapai Rp4,6259 miliar. Bantuan tersebut antara lain diberikan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Plus kepada 1.289 keluarga dengan nilai Rp2,578 miliar. Kemudian bantuan untuk kategori kemiskinan ekstrem diberikan kepada 717 jiwa senilai Rp1,0755 miliar.

Selanjutnya, bantuan langsung tunai bagi buruh pabrik rokok diberikan kepada 189 jiwa dengan total Rp189 juta. Bantuan bagi penyandang disabilitas melalui program ASPD menyasar 138 jiwa dengan nilai Rp496,8 juta. Sementara BOP dan tali asih bagi pilar-pilar sosial diberikan kepada 127 penerima dengan total Rp286,6 juta.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan program bantuan tersebut merupakan bagian dari intervensi perlindungan sosial bagi masyarakat yang berada dalam kelompok desil satu hingga empat dengan kualifikasi tertentu.

“Ini sebetulnya bansos yang kita lakukan untuk memberikan support kepada mereka yang terkategori desil satu sampai empat,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, salah satu program yang menjadi perhatian adalah PKH Plus bagi lansia berusia lebih dari 60 tahun dari keluarga kurang mampu. Selain itu, bantuan juga diarahkan kepada penyandang disabilitas berat serta perempuan yang rentan secara ekonomi.

Khusus perempuan rentan secara ekonomi, bantuan diberikan antara lain kepada mereka yang menjadi tulang punggung keluarga, termasuk perempuan yang kehilangan dukungan ekonomi dari pasangan.

Khofifah menjelaskan, intervensi pemerintah tidak seluruhnya bersifat bantuan langsung atau charity. Untuk kelompok penerima tertentu, bantuan juga diikuti dengan pendampingan dan pemberdayaan agar penerima dapat meningkatkan kondisi ekonominya. Pendampingan tersebut dilakukan melalui Jatim Social Care (JSC), pendamping PKH Plus dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Image Not Found
Bantuan menyasar lansia, disabilitas dan keluarga kurang mampu. Foto : Kus-Sinergia

“Jatim Social Care itu yang melakukan verifikasi sekaligus melakukan pendampingan. Kemudian ada pendamping PKH Plus, kemudian ada TKSK. Itulah relawan-relawan sosial yang membantu proses pemberdayaan ekonomi bagi kategori tertentu,” ujar Khofifah.

Selain bantuan yang bersumber dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan dari BUMD Provinsi Jawa Timur melalui program zakat produktif senilai Rp50 juta kepada 100 jiwa. Kemudian, bantuan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur serta program lainnya mencapai Rp921,5 juta. Bantuan tersebut mencakup sejumlah program, antara lain BUMDesa, Desa Berdaya dan Jatim Puspa.

Adapun bantuan dari sektor lainnya yang melibatkan sejumlah perangkat daerah, seperti bidang perumahan, perhubungan, bina marga, ketahanan pangan dan pertanian, mencapai Rp4,27 miliar.

Di sisi lain, Khofifah menekankan pentingnya pengawasan terhadap penyaluran bantuan sosial. Ia meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan atau penyalahgunaan data penerima bantuan.

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah menanggapi adanya informasi mengenai dugaan penggunaan data warga tidak mampu untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan peruntukan bantuan sosial.

“Pokoknya begini, tidak ada penyimpangan yang bisa ditolerir. Kalau misalnya kawan-kawan tahu, laporkan ke APH terdekat,” tegasnya.

Khofifah mengatakan penanganan setiap laporan perlu disesuaikan dengan kewenangan masing-masing, mengingat program bantuan sosial dapat bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, laporan masyarakat yang disampaikan secara tertulis dapat diteruskan untuk dilakukan verifikasi dan ditindaklanjuti oleh instansi yang memiliki kewenangan.

Melalui kegiatan Sapa Bansos tersebut, Pemprov Jawa Timur tidak hanya menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menegaskan pentingnya pendampingan, verifikasi penerima dan pengawasan agar bantuan tepat sasaran. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krs/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelandangan dan Pengamen Merebak di Caruban saat Ramadan, Satpol PP Tindak Tegas nan Humanis

    Gelandangan dan Pengamen Merebak di Caruban saat Ramadan, Satpol PP Tindak Tegas nan Humanis

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Fenomena maraknya pengamen, gelandangan, dan anak jalanan di sejumlah titik keramaian kembali terlihat selama bulan suci Ramadan di wilayah Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Kondisi ini mendorong aparat melakukan langkah penertiban guna menjaga ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun menertibkan delapan gelandangan dan […]

    Bagikan
  • Kapolres Magetan Ingatkan Pelajar soal Keselamatan Lalu Lintas dan Bahaya Judi Online

    Kapolres Magetan Ingatkan Pelajar soal Keselamatan Lalu Lintas dan Bahaya Judi Online

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keselamatan pelajar dalam berlalu lintas menjadi perhatian utama Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa saat menggelar program Kapolres Magetan Goes to School di SMA Negeri 1 Magetan, Senin (10/8/2026). Dalam kegiatan yang dikemas melalui upacara bendera tersebut, Kapolres Magetan bertindak sebagai pembina upacara dan memberikan pengarahan kepada ratusan siswa. […]

    Bagikan
  • Ratusan Becak Listrik Dibagikan di Madiun, Diprioritaskan untuk Tukang Becak Lansia

    Ratusan Becak Listrik Dibagikan di Madiun, Diprioritaskan untuk Tukang Becak Lansia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Ratusan becak listrik kembali diserahkan kepada tukang becak di Kabupaten Madiun oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Minggu (8/2/2026). Bantuan ini diberikan untuk membantu meringankan pekerjaan para pengemudi becak, khususnya yang telah berusia lanjut. Penyerahan dilakukan di Pendopo Ronggo Djumeno dan dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama jajaran Forkopimda. Becak listrik […]

    Bagikan
  • Gubernur Khofifah Serahkan Santunan Kepada Keluarga Korban Kecelakaan KA Malioboro Ekspres

    Gubernur Khofifah Serahkan Santunan Kepada Keluarga Korban Kecelakaan KA Malioboro Ekspres

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana haru menyelimuti Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha, Magetan, Senin (26/5/2025). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung untuk menyerahkan santunan duka kepada keluarga korban kecelakaan kereta api Malioboro Ekspres yang terjadi di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. Didampingi Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti, Wakil Bupati Suyatni Priasmoro, serta jajaran Forkopimda, […]

    Bagikan
  • Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Memasuki panen raya tebu, ratusan petani di Kabupaten Madiun terancam bangkrut karena tidak menerima pembayaran hasil panen selama 13 minggu. Sejak Juli 2025, gula petani tak terserap pasar akibat stok melimpah dan mandeknya program penyerapan pemerintah. “Petani tebu setengah mati tidak bisa hidup karena gula tidak laku. Sudah 13 minggu […]

    Bagikan
  • Pam Swakarsa Kembali Dibicarakan, Trauma Membayangi Pasca Aksi Demo

    Pam Swakarsa Kembali Dibicarakan, Trauma Membayangi Pasca Aksi Demo

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gelombang aspirasi masyarakat yang muncul di berbagai daerah juga bergema di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pada 1 September 2025 lalu, ratusan mahasiswa turun ke jalan menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD. Mereka menuntut realisasi program Rp3 juta per RT, janji politik pasangan bupati dan wakil bupati terpilih yang hingga kini […]

    Bagikan
expand_less