Pemkab Madiun Matangkan Konsep 5 Hari Sekolah, Penguatan Karakter Anak Jadi Prioritas
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
- visibility 21
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai mematangkan konsep penerapan lima hari sekolah dengan menitikberatkan pada penguatan pendidikan karakter, kedisiplinan, dan kualitas pembelajaran. Kebijakan ini disiapkan agar peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang baik.
Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi menyampaikan hal tersebut saat memberikan pembekalan kepada kepala sekolah jenjang SD hingga SMP di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Kamis (15/10/2026).
Hari mengatakan, pembentukan karakter anak membutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk Kementerian Agama.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah gerakan Ayo Mengaji bagi peserta didik Muslim. Sementara itu, pembinaan karakter bagi siswa non-Muslim akan dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
“Anak-anak kami tidak hanya pintar saja, tetapi juga berkarakter. Karena karakter adalah kunci utama,” kata Hari.
Menurutnya, pemerintah perlu hadir membantu orang tua dalam membentuk kebiasaan positif anak, sehingga pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Agus Sucipto menjelaskan, konsep lima hari sekolah bukan sekadar mengubah jadwal belajar. Penerapannya harus tetap mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, efektivitas pembelajaran, pengembangan potensi diri, dan keseimbangan kegiatan akademik dengan pembentukan karakter.
Dalam konsep tersebut, sekolah akan memperkuat pembiasaan positif melalui kegiatan harian dan mingguan.
“Pembiasaan harian meliputi budaya 5S, yakni salam, senyum, sapa, salaman, sopan, dan santun. Selain itu, terdapat kegiatan apel, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu nasional, serta pembiasaan keagamaan sesuai jadwal dan karakteristik masing-masing sekolah,” ujar Agus.
Untuk jenjang SD, SMP, dan PKBM, pembiasaan salat Duha dan Zuhur juga direncanakan berlangsung Senin hingga Kamis sesuai kondisi satuan pendidikan.
Adapun kegiatan mingguan mencakup upacara bendera setiap Senin, pembiasaan bahasa Inggris pada Rabu, serta penggunaan bahasa Jawa dan pakaian lurik pada Kamis.
“Setiap Jumat, sekolah menggelar kegiatan Jumat Bersahaja dan Selamat ASRI melalui senam bersama serta kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.
Agus menegaskan, seluruh program harus dilaksanakan secara terencana dan konsisten tanpa mengurangi kualitas pembelajaran. Kepala sekolah juga bertanggung jawab memastikan kegiatan berlangsung tertib, aman, dan inklusif dengan menyesuaikan jenjang pendidikan serta kebutuhan peserta didik.
Melalui konsep tersebut, Pemkab Madiun berharap penerapan lima hari sekolah nantinya tidak hanya membuat kegiatan belajar lebih efektif, tetapi juga membangun budaya sekolah yang disiplin, religius, sehat, cinta tanah air, dan peduli terhadap lingkungan. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krz/Diez





