Sabtu, 17 Okt 2026
Trending Tags

Kemarau Panjang, Puluhan Hektare Sayuran Petani Magetan Gagal Panen, Air Telaga Sarangan Susut Lebih dari 50 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 32
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kemarau panjang membuat puluhan hektare sayuran petani Magetan gagal panen. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kemarau panjang mulai memukul sektor pertanian di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Puluhan hektare tanaman sayuran milik petani di wilayah Kecamatan Plaosan mengalami gagal panen akibat kekurangan air. Tanaman kubis, terong, hingga tomat layu dan sebagian mati di lahan karena tidak lagi mendapatkan pasokan air yang cukup.

Dampak kemarau juga terlihat di kawasan wisata Telaga Sarangan. Volume air telaga yang berada di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, tersebut menyusut drastis hingga lebih dari 50 persen. Sejumlah bebatuan yang biasanya terendam air kini mulai terlihat di tepian telaga.

Di Kelurahan Plaosan dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Plaosan, puluhan hektare tanaman sayuran milik petani dilaporkan mengalami gagal panen. Minimnya pasokan air membuat tanaman tidak mampu tumbuh normal, bahkan sebagian mati sebelum sempat dipanen.

Petani hanya bisa pasrah melihat tanaman yang telah mereka rawat mengering di lahan. Kondisi tersebut juga membuat sebagian petani enggan kembali ke kebun karena khawatir usaha mereka tidak lagi memberikan hasil.

Salah seorang petani, Sukiyo, mengaku tanaman yang ditanamnya tidak dapat bertahan akibat tidak tersedianya air untuk menyiram lahan.

“Malas ke kebun, Mas. Tanam apa saja mati karena tidak ada air. Petani gagal panen semua,” keluh Sukiyo.

Selain kehilangan hasil produksi, petani juga berisiko tidak dapat menutup biaya yang telah dikeluarkan untuk penanaman dan perawatan tanaman.

Petani berharap kemarau panjang segera berakhir agar ketersediaan air kembali normal dan kegiatan pertanian dapat berjalan seperti semula.

Sementara itu, penyusutan air juga terjadi di Telaga Sarangan. Kapasitas air telaga yang dalam kondisi normal mencapai sekitar tiga juta meter kubik kini berkurang drastis hingga lebih dari 50 persen akibat kemarau panjang.

Image Not Found
Air Telaga Sarangan menyusut lebih dari 50 persen akibat kemarau. Foto : Kus-Sinergia

Menyusutnya permukaan air membuat kondisi tepian telaga berubah. Bebatuan yang sebelumnya terendam kini bermunculan, sedangkan akses pengunjung yang hendak menaiki speedboat harus menyesuaikan dengan posisi permukaan air yang semakin rendah.

Rendy, salah seorang pemilik speedboat di Telaga Sarangan, mengatakan penyusutan air tidak lepas dari pemanfaatan air telaga untuk berbagai kebutuhan, termasuk irigasi pertanian dan pasokan bagi Pabrik Gula Rejosari di Magetan.

“Air juga dialirkan untuk irigasi sawah dan pabrik gula, sehingga air di telaga menyusut lebih dari separuh. Pengunjung yang hendak naik speedboat harus turun ke pinggir telaga,” jelas Rendy.

Meski mengalami penyusutan, sisa air Telaga Sarangan masih dimanfaatkan untuk mendukung pengairan sawah di belasan desa yang berada di Kecamatan Plaosan dan Poncol, serta untuk kebutuhan Pabrik Gula Rejosari.

Di tengah keterbatasan air, petani yang mengandalkan pasokan dari Telaga Sarangan diimbau mengikuti pola tanam yang disarankan agar risiko kerugian dapat ditekan.

Penyesuaian pola tanam menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi kondisi cuaca kering, terutama bagi petani sayuran yang membutuhkan pasokan air secara rutin selama masa pertumbuhan tanaman.

Petani kini berharap hujan segera turun agar lahan pertanian kembali mendapatkan pasokan air. Selain untuk memulihkan kondisi tanaman, ketersediaan air yang memadai juga dibutuhkan agar produksi sayuran kembali normal dan pasokan di pasaran tetap terjaga.

Jika kemarau terus berlangsung, tekanan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air di wilayah Magetan berpotensi semakin besar. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum Mahasiswa Madiun Raya Resmi Ajukan Tuntutan ke DPRD Kota

    Forum Mahasiswa Madiun Raya Resmi Ajukan Tuntutan ke DPRD Kota

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Forum Mahasiswa Madiun Raya akhirnya menyerahkan berita acara hasil aksi unjuk rasa yang digelar Sabtu (30/08/2025) lalu kepada DPRD Kota Madiun, Selasa (02/09/2025). Koordinator aksi, Haidar Fillah Muhyidin, menegaskan bahwa ada dua isu pokok yang diusung, yakni reformasi DPR dan reformasi Polri. “Kami berharap Ketua DPRD bisa meneruskan dokumen ini […]

    Bagikan
  • Lima Rumah Rusak di Magetan Terdampak Cuaca Ekstrim

    Lima Rumah Rusak di Magetan Terdampak Cuaca Ekstrim

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Magetan dalam empat hari terakhir menyebabkan lima rumah roboh dan rusak berat. Peristiwa tersebut terjadi di tiga kecamatan, yaitu Ngariboyo, Poncol, dan Magetan. Meski menimbulkan kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kepala Pelaksana BPBD Magetan menjelaskan, cuaca ekstrem […]

    Bagikan
  • Rocky Gerung: Marhaenisme Harus Menjadi Metode Berpikir, Bukan Sekadar Retorika Bung Karno

    Rocky Gerung: Marhaenisme Harus Menjadi Metode Berpikir, Bukan Sekadar Retorika Bung Karno

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Filsuf Rocky Gerung mengajak generasi muda untuk memahami Marhaenisme sebagai sebuah metode berpikir, bukan sekadar menghafal pidato atau slogan perjuangan Bung Karno. Menurutnya, kekuatan utama Presiden pertama Republik Indonesia itu bukan hanya terletak pada kemampuan berorasi, melainkan pada logika dan cara berpikir yang melandasi setiap gagasan yang disampaikannya. Menurut Rocky, salah […]

    Bagikan
  • Truk Boks Seruduk Avanza Parkir, Hantam Pagar Rumah Warga 

    Truk Boks Seruduk Avanza Parkir, Hantam Pagar Rumah Warga 

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Madiun-Ponorogo, tepatnya di Desa Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Rabu (26/2/2025). Sebuah truk boks bermuatan tepung menabrak mobil Toyota Avanza yang sedang terparkir di bahu jalan hingga menghantam pagar rumah warga. Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Iptu Roni Susanto, mengungkapkan bahwa kecelakaan […]

    Bagikan
  • Walikota Madiun, Maidi Pantau MPLS, Maidi : Tidak ada Perpeloncoan

    Walikota Madiun, Maidi Pantau MPLS, Maidi : Tidak ada Perpeloncoan

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, melakukan giat gowes pagi keliling Kota Madiun sembari meninjau hari pertama kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (14/07/2025). Dalam gowes sejauh kurang lebih 25 kilometer tersebut, Maidi menyempatkan diri mengunjungi sejumlah sekolah untuk memastikan kegiatan MPLS berjalan lancar. “Hari ini saya sepedaan kurang lebih 25 […]

    Bagikan
  • Pertamina dan Pemkot Madiun Cek Kualitas BBM di SPBU Yos Sudarso

    Pertamina dan Pemkot Madiun Cek Kualitas BBM di SPBU Yos Sudarso

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Akhir-akhir ini jagad media sosial, khususnya di Jawa Timur digegerkan dengan kasus kerusakan sepeda motor usai pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Keluhan terjadi di beberapa daerah seperti Bojonegoro, Tuban, Sidoarjo hingga Lamongan. Warga mengeluh motornya brebet, tarikan berat hingga harus ganti onderdil. Mengantisipasi hal itu, Pemerintah Kota Madiun […]

    Bagikan
expand_less