
Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi mengoperasikan tiga perlintasan kereta api (KA) sebidang yang kini dilengkapi palang pintu dan petugas penjaga. Ketiga perlintasan itu berada di Kecamatan Sawahan, Balerejo, dan Saradan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah terulangnya kecelakaan seperti yang terjadi di Kabupaten Magetan beberapa waktu lalu.
Para petugas penjaga perlintasan direkrut dari warga sekitar dan diangkat sebagai pegawai kontrak Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun. Satu pos dijaga oleh empat orang yang bekerja dalam tiga shift. Mereka sebelumnya telah mengikuti pelatihan dari PT KAI dan Dishub.
Kepala Seksi Perkeretaapian Dinas Perhubungan Jawa Timur, Rendra Wahyudi, mengatakan seluruh sarana dan prasarana pos dibangun menggunakan dana APBD Provinsi Jatim. Ke depan, fasilitas itu akan diserahkan ke Pemkab Madiun.
“Sarana prasarananya kami bangun. Setelah ini beroperasi, akan kami hibahkan ke Pemkab Madiun,” kata Rendra saat meninjau Pos JPL 109 di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Selasa (20/05/2025).
Bupati Madiun Hari Wuryanto berharap keberadaan palang pintu ini bisa meningkatkan keamanan warga saat melintasi perlintasan KA.
“Tiga palang pintu ini mudah-mudahan bermanfaat. Kami tidak ingin kejadian seperti di Magetan terulang lagi,” tegasnya.
Pemkab mengimbau masyarakat agar tetap waspada, termasuk saat melintas di perlintasan tanpa palang pintu. Pengguna jalan diminta untuk selalu memperhatikan kondisi kiri dan kanan sebelum melintas.
Tova Pradana – Sinergia