Berita Terkini
Trending Tags

Peringati Bulan Suro, Prosesi Jamasan Burung Perkutut Penuh Makna Filosofi

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
  • visibility 71
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Proses jamasan perkutut katuranggan, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1447 Hijriah atau bagi orang Jawa dikenal bulan Suro, komunitas Pecinta Burung Perkutut (Pecintut) Kota Madiun menggelar serangkaian acara budaya yang sarat makna. Kegiatan utama berupa jamasan atau ritual memandikan burung perkutut katuranggan, serta pameran dan pelepasan burung, dilaksanakan pada Jumat (27/06/2025) di Jalan Makam Tentara, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Dalam prosesi jamasan tersebut, sekitar 15 burung perkutut katuranggan dimandikan secara khusus dengan tata cara mirip penjamasan pusaka, untuk membersihkan energi negatif dan menumbuhkan energi positif yang selaras dengan pemiliknya.

Wali Kota Madiun, Maidi, turut hadir dan secara simbolis membuka kegiatan dengan membunyikan gong. Ia menyampaikan apresiasi atas pelestarian budaya lokal yang semakin menggeliat di tengah masyarakat.

“Karena salah satu visi-misi saya adalah menjadikan Madiun sebagai kota berbudaya, maka semua budaya yang ada kita giatkan. Budaya jamasan perkutut ini bagus, apalagi dilaksanakan tepat di momen Satu Suro. Kegiatan seperti ini harus kita besarkan agar menjadi agenda tahunan,” ungkap Maidi.

Sementara itu panitia acara, Ki Wisnu Sejati, menjelaskan bahwa jamasan burung perkutut bukan sekadar tradisi, melainkan juga bentuk pelestarian nilai-nilai filosofis Jawa. Menurutnya, burung perkutut memiliki beragam jenis katuranggan seperti Songgo Ratu, Sriwiti, hingga Wisnu Murti, yang masing-masing mencerminkan karakter dan perjalanan hidup manusia.

“Jamasan ini rutin kita adakan setiap Satu Suro, dan tahun ini adalah yang kedua kalinya. Tema yang kita usung adalah ‘Madiun Berbudaya’ dengan nuansa Mataraman. Burung perkutut bukan hanya hewan peliharaan biasa, tetapi dipercaya membawa filosofi dan keberuntungan, terutama bagi masyarakat Jawa,” jelasnya.

Selain jamasan, rangkaian kegiatan juga mencakup pelepasan burung perkutut ke alam bebas sebagai upaya pelestarian, pameran burung katuranggan, serta ritual selamatan sebagai bentuk syukur dan pelestarian budaya.

Acara ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dan mendapat sambutan antusias dari warga. Diharapkan, kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya dan menjadi salah satu ikon budaya Kota Madiun.

Surya – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Desa Metesih Gelar Tradisi Ketupat Asyura Sambut Tahun Baru Islam

    Warga Desa Metesih Gelar Tradisi Ketupat Asyura Sambut Tahun Baru Islam

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, warga Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, memiliki tradisi tahunan bertajuk Ketupat Asyura yang dilaksanakan pada Senin malam (07/07/2025) bertepatan dengan 11 Muharram. Kegiatan ini diawali dengan arak-arakan ketupat oleh dua perguruan pencak silat besar di Madiun, yakni Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan […]

    Bagikan
  • Mobil Espas Tiba-Tiba Terbakar di Ponorogo, Pemilik Luka Bakar Saat Berusaha Padamkan Api

    Mobil Espas Tiba-Tiba Terbakar di Ponorogo, Pemilik Luka Bakar Saat Berusaha Padamkan Api

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah minibus jenis Espas terbakar di Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan pemilik kendaraan mengalami luka bakar saat berusaha memadamkan api. Korban diketahui bernama Sunardi (54). Ia sempat mendapatkan perawatan di RS Yasfin Gontor Ponorogo akibat luka bakar di bagian […]

    Bagikan
  • Nota Keuangan Raperda APBD 2026 Magetan, Tekankan Prioritas dan Penguatan Pendapatan Daerah

    Nota Keuangan Raperda APBD 2026 Magetan, Tekankan Prioritas dan Penguatan Pendapatan Daerah

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tahapan penting penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menyerahkan berkas Nota Keuangan Raperda APBD 2026 dalam rapat paripurna DPRD Magetan, Selasa (25/11/2025). Agenda tersebut sekaligus menjadi forum penyampaian penjelasan resmi Bupati terkait arah kebijakan fiskal daerah tahun depan. […]

    Bagikan
  • Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Turun, Operasi Zebra 2025 di Kota Madiun Beri Hasil Positif

    Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Turun, Operasi Zebra 2025 di Kota Madiun Beri Hasil Positif

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 yang digelar serentak mulai 17 hingga 30 November membawa dampak positif bagi situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres Madiun Kota. Data kepolisian menunjukkan penurunan pada angka pelanggaran yang ditindak melalui tilang elektronik (ETLE), serta penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya. AKP Nanang […]

    Bagikan
  • Soal Penghentian Produksi Beras Premium Bulan Emas, DKPP Madiun : Demi Kepatuhan Aturan

    Soal Penghentian Produksi Beras Premium Bulan Emas, DKPP Madiun : Demi Kepatuhan Aturan

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menegaskan bahwa penghentian produksi beras premium bermerek Bulan Emas, Palur, Palur Pink oleh CV Martindo Rice bukan karena pelanggaran, melainkan bentuk kepatuhan terhadap regulasi mutu beras. “Sebenarnya tidak ada masalah dengan CV Martindo Rice. Mereka hanya berusaha taat aturan dan memberi contoh […]

    Bagikan
  • Hadapi Musim Kemarau, BPBD Madiun Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

    Hadapi Musim Kemarau, BPBD Madiun Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mulai mengaktifkan sejumlah langkah mitigasi. Antisipasi difokuskan pada potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan. “Kami akan mulai menurunkan tim ke lapangan minggu depan. Fokusnya pada pemantauan desa-desa yang berisiko […]

    Bagikan
expand_less