
Sinergia | Kab. Madiun – Dua jembatan penghubung antar kampung yang rusak dan roboh akibat banjir pada awal 2025 kini hampir rampung dibangun kembali. Proyek rekonstruksi Jembatan Josaren di Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, serta Jembatan di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, saat ini telah mencapai progres fisik sekitar 85 persen.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun, Anang Tri Cahyono, menyampaikan bahwa kedua proyek tengah dalam tahap akhir atau finishing. Ia menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan 100 persen pada pekan kedua Agustus 2025.
“Untuk kedua jembatan itu, progresnya kurang lebih sama, sudah sekitar 85 persen,” kata Anang saat dikonfirmasi, Kamis (24/7).
Menurut Anang, Jembatan Josaren dibangun ulang dari nol karena struktur sebelumnya hancur total diterjang banjir bandang pada Januari lalu. Jembatan baru memiliki spesifikasi panjang 30 meter dan lebar 2,1 meter dengan rangka baja tipe bailey.
Pembangunan jembatan ini dibiayai menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) kebencanaan dari APBD Kabupaten Madiun dengan estimasi anggaran sekitar Rp2,1 miliar. Anang menjelaskan, nilai anggaran belum final karena kontrak resmi baru akan ditandatangani setelah konstruksi rampung.
Sementara itu, perbaikan Jembatan di Desa Ngale difokuskan pada penguatan struktur pelindung sayap bagian utara. Proyek ini menghabiskan anggaran sekitar Rp600 juta yang juga bersumber dari BTT.
“Kedua pekerjaan berjalan sesuai jadwal. Kendala hanya terjadi di awal saat curah hujan masih tinggi, namun dari sisi teknis tidak ada masalah berarti,” tutup Anang.
Rekonstruksi kedua jembatan ini menjadi prioritas pemerintah daerah guna memulihkan akses vital masyarakat yang sempat terputus akibat bencana alam.
Tova Pradana – SInergia