Angin Kencang Tumbangkan Pohon Trembesi di Magetan, Anak 10 Tahun Tewas Tertimpa
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 101
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (8/3/2026) siang, menumbangkan pohon trembesi berukuran besar di Jalan Raya Maospati–Ngawi. Pohon yang berada di tepi jalan, tepatnya di Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo, itu roboh dan menimpa sepeda motor yang sedang melintas.
Akibat kejadian tersebut, seorang anak berusia 10 tahun meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua orang lainnya yang merupakan orang tua korban mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Saksi mata di lokasi, Arifudin, menuturkan sepeda motor yang ditumpangi tiga orang itu melaju dari arah selatan menuju utara. Saat kendaraan melintas di lokasi kejadian, angin kencang tiba-tiba datang dan merobohkan pohon trembesi di pinggir jalan.
Menurutnya, pohon tersebut langsung tumbang dan mengenai pengendara yang berada tepat di bawahnya. “Sepeda motor itu ditumpangi tiga orang dari arah selatan. Tiba-tiba angin kencang datang dan pohon di tepi jalan langsung roboh hingga menimpa mereka,” kata Arifudin.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera memberikan pertolongan dengan mengevakuasi para korban ke tepi jalan. Mereka juga menghubungi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, kepolisian dari Polsek Kartoharjo, serta petugas kesehatan.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Artha Rizky Rajendra (10), warga Kecamatan Geneng, sementara orang tuanya Agus Tri Antoko (36) dan Supriyani (36) mengalami luka-luka.

Petugas BPBD Magetan, Sudarsono, mengatakan tim gabungan langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga untuk melakukan evakuasi dan membersihkan pohon tumbang yang menutup jalan.
Ia menjelaskan, batang dan dahan pohon yang roboh sempat menutup seluruh badan jalan nasional Maospati–Ngawi sehingga arus lalu lintas tidak dapat dilalui kendaraan.
“Setelah mendapat laporan, kami bersama petugas gabungan langsung melakukan penanganan. Pohon yang menutup badan jalan dipotong dan dibersihkan bersama warga,” ujarnya.
Proses evakuasi dan pembersihan pohon berlangsung sekitar 30 menit. Setelah batang dan dahan pohon berhasil disingkirkan, arus lalu lintas di jalur nasional Maospati–Ngawi kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari kedua arah.(Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez


