Berita Terkini
Trending Tags

Produsen Tempe Tertekan Harga Kedelai, Permintaan Menurun hingga Ukuran Tempe Dikecilkan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
  • visibility 142
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Proses pembuatan tempe oleh suwandi, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo — Kenaikan harga kedelai impor yang kini menembus Rp10.500 per kilogram membuat para produsen tempe di Ponorogo, kelimpungan. Tak hanya dibayangi kerugian karena biaya produksi melonjak, mereka juga harus menghadapi turunnya permintaan pasar.

Di Dusun Krajan, Desa Wotan, Kecamatan Pulung, para perajin tempe terpaksa mencari cara agar tetap bisa bertahan. Salah satunya adalah dengan mengurangi ukuran tempe, karena menaikkan harga jual dinilai terlalu berisiko.

“Ya gimana, Mas. Sekarang harganya sudah lebih dari sepuluh ribu. Satu-satunya cara ya ukuran tempe saya kurangi. Kalau harga dinaikkan, takutnya pembeli kabur,” keluh Suwandi (45), produsen tempe setempat, Kamis (01/05/2025).

Harga kedelai sebelumnya masih berkisar Rp9.200 per kilogram saat awal Ramadhan. Namun dalam beberapa pekan terakhir, harga naik signifikan hingga kini mencapai Rp10.500 per kilogram. Kenaikan ini dirasakan sangat membebani, terutama bagi pelaku usaha kecil seperti Suwandi.

Hal serupa juga dirasakan Sugiyanti (40), produsen tempe lainnya. Ia mengaku kini hanya mampu membeli setengah dari kebutuhan biasanya karena permintaan pasar yang ikut menurun.

“Selain mengurangi ukuran tempe, kami juga masih kesulitan karena permintaan turun. Bahkan stok pun nggak berani banyak-banyak. Biasanya saya ambil satu ton, sekarang cuma berani 500 kilogram saja,” tuturnya.

Para produsen berharap harga kedelai bisa segera kembali stabil. Jika tidak, mereka khawatir keberlangsungan usaha tempe yang menjadi mata pencaharian utama warga setempat akan terganggu.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pantau MPLS SMA/SMK, Dewan Pendidikan Jatim Ingatkan Pentingnya Edukasi Digitalisasi

    Pantau MPLS SMA/SMK, Dewan Pendidikan Jatim Ingatkan Pentingnya Edukasi Digitalisasi

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Pendidikan Jawa Timur melakukan pemantauan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA/SMK di Kota Madiun. Seperti yang terpantau di SMK Negeri 2 Madiun pada Rabu (16/07/2025) oleh Prof. Parji, Anggota Dewan Pendidikan Jatim didampingi oleh Kepala Sekolah serta Waka Kesiswaan. Pemantauan juga dilakukan di SMA Negeri 1 Kota Madiun […]

    Bagikan
  • Urai Kepadatan Kendaraan, Polres Madiun Kota Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

    Urai Kepadatan Kendaraan, Polres Madiun Kota Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Jumlah kendaraan yang melintasi Kota Madiun pada momen lebaran tahun ini terus mengalami peningkatan. Upaya mengurai kepadatan kendaraan dilakukan jajaran Polres Madiun Kota bersama stakeholder terkait. Seperti yang terpantau di jalur lalu lintas di perlintasan KA sebidang antara Jalan Pahlawan – Jalan Yos Sudarso yang menjadi salah satu titik kepadatan […]

    Bagikan
  • Warga Geruduk Balai Desa Badegan Ponorogo, Tuntut Usut Dugaan Pungli PTSL

    Warga Geruduk Balai Desa Badegan Ponorogo, Tuntut Usut Dugaan Pungli PTSL

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Puluhan warga Dusun Kroyo, Desa Badegan, Kecamatan Badegan, menggeruduk Balai Desa Badegan, Selasa (14/01/2025). Aksi ini dilakukan buntut dari dugaan pungutan liar (Pungli) dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dilakukan oleh Wahyu Widodo, Kepala Dusun Kroyo. Menurut warga, biaya PTSL yang disepakati sebesar Rp 300 ribu per sertifikat. […]

    Bagikan
  • Waspada Kemarau Panjang, Desa Sirapan dan Bodag Terancam Krisis Air Bersih

    Waspada Kemarau Panjang, Desa Sirapan dan Bodag Terancam Krisis Air Bersih

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mulai menyiapkan sejumlah langkah mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang yang diprediksi berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2026. Ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan memicu kekeringan di sejumlah wilayah menjadi perhatian utama. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengatakan […]

    Bagikan
  • DKPP Wacanakan Penutupan Sementara Seluruh Pasar Hewan di Madiun

    DKPP Wacanakan Penutupan Sementara Seluruh Pasar Hewan di Madiun

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Wabah Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terdeteksi menyerang sapi milik peternak di Kabupaten Madiun. Data sementara sudah ada sebanyak  31 sapi suspek PMK yang terjangkit dari sebelumnya hanya 29 kasus.  Atas temuan itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun bakal mengusulkan penutupan pada semua pasar hewan di Kabupaten Madiun.  “Ini […]

    Bagikan
  • Warung Reyog Tua, Menjaga Rasa dan Budaya di dekat Sawah Ponorogo

    Warung Reyog Tua, Menjaga Rasa dan Budaya di dekat Sawah Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya warung dan kafe berkonsep modern ala Barat, sebuah warung sederhana di Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, justru tampil dengan wajah berbeda. Warung Reyog Tua memilih bertahan dengan nuansa tradisional Jawa yang kental, baik dari bangunan, koleksi budaya, hingga menu yang disajikan. Warung yang berdiri tak jauh dari […]

    Bagikan
expand_less