BULOG Madiun Serap 86.402 Ton Beras, Lampaui Target Pengadaan 111,84 Persen
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 30
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Perum BULOG Kantor Cabang Madiun mencatat realisasi pengadaan setara beras sebanyak 86.402 ton hingga September 2026. Capaian tersebut mencapai 111,84 persen dari target 77.258 ton, sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah di tengah upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
Pemimpin Cabang Perum BULOG Madiun, Agung Sarianto, mengatakan keberhasilan melampaui target tersebut merupakan hasil kerja sama antara BULOG, pemerintah daerah, petani, mitra penggilingan padi, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Menurut dia, kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di wilayah kerja BULOG Madiun.
“Pengadaan BULOG Madiun sampai saat ini sebesar 86.402 ton atau sudah mencapai 111,84 persen dari target yang diberikan kepada kami. Capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi yang berjalan baik antara BULOG, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait, termasuk petani dan mitra kerja,” ujar Agung Jumat ( 9/10/2026).
Ia menambahkan, sinergi berbagai pihak tersebut sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan dan mendorong kemandirian bangsa.
Capaian BULOG Madiun tersebut sejalan dengan realisasi pengadaan beras secara nasional. Hingga 8 Oktober 2026, Perum BULOG mencatat pengadaan setara beras sebanyak 4.115.014 ton atau 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.
Realisasi itu menjadi capaian pengadaan tertinggi sepanjang sejarah BULOG. Angkanya melampaui pengadaan pada 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras serta rekor sebelumnya pada 2012 sebesar 3,65 juta ton.
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran BULOG dan berbagai pihak yang terlibat dalam penyerapan hasil produksi petani.
Menurut dia, pengadaan dalam jumlah besar tidak sekadar menjadi pencapaian perusahaan, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang BULOG berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan BULOG di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik,” kata Ahmad Rizal.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, penyuluh pertanian, mitra kerja, TNI, serta kementerian dan lembaga terkait yang mendukung pelaksanaan pengadaan pangan sepanjang 2026.
BULOG menyatakan akan melanjutkan penyerapan hasil panen hingga akhir 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan jaringan pembelian di sentra produksi, kesiapan fasilitas penyimpanan, serta percepatan pengadaan pada momentum panen.
Langkah ini ditujukan untuk menjaga agar hasil panen petani terserap secara optimal sekaligus memperkuat stok beras yang dikelola pemerintah.
Pengadaan tersebut juga menjadi bagian dari peran BULOG dalam menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krs/Diez





