Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Ini Ramuan Jamu Untuk Atasi PMK Pada Sapi Atau Kambing

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
  • visibility 291
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTA MADIUN  – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) saat ini tengah marak di berbagai daerah di Jawa Timur. Bahkan di Kota Madiun ditemukan 2 ekor sapi terjangkit PMK. Lalu bagaimana penanganan PMK yang harus dilakukan peternak.?

Dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, drh. M. Sulthan Rasyid Rifai menjelaskan peternak harus telaten dalam memberikan penanganan terhadap hewan ternak yang terjangkit PMK. Untuk pertolongan pertama bagi ternak yaitu diberi jamu.

“Untuk ramuan jamu yang kami sarankan memakai jahe, temulawak, bawang putih, gula merah dan madu. Itu fungsinya untuk menambah nafsu makan dan menurunkan demam” ujar drh. M. Sulthan

Bagaimana dengan luka di mulut.? Untuk penanganan luka di mulut, Sulthan meminta peternak untuk memberikan semprotan dengan iodine atau betadine yang dicampur dengan air. Penyemprotan itu harus rutin dilakukan terhadap ternak yang kena PMK.”Untuk perbandingan iodine atau betadine dengan air itu 1 banding 9. Dan harus rutin” jelasnya.

Sementara, untuk kebutuhan serat diusahakan tetap diberi makan baik hewan ternak makan sendiri atau jika kesulitan dapat di combor. Pasalnya, penyebab sapi menjadi parah karena sulit makan.

”Intinya peternak harus telaten untuk mengurus sapi yang terkena PMK. Dari kontrol kami, 1 sapi sudah sembuh dan 1 ekor lagi masih dalam proses penanganan dan kami kontrol secara rutin” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Madiun, Totok Sugiarto menghimbau kepada peternak untuk tidak ke pasar hewan terlebih dahulu. Pasalnya, proses penyebaran bisa saja terjadi di pasar hewan.

”Untuk vaksinasi masih menunggu droping dari Pemerintah Pusat. Untuk kasus di Kota Madiun tidak begitu parah karena mayoritas sapi sudah dilakukan vaksinasi sebelumnya” ujar Totok.

Lebih lanjut, DKPP akan melakukan pemantauan terhadap populasi ternak di Kota Madiun yang tercatat 120 ekor sapi dan 1.400 ekor kambing. Jika menemukan gejala PMK, peternak dapat segera melaporkan kepada DKPP.”Kami akan menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan kontrol secara maksimal” pungkasnya.

D. Kris – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Pemeliharaan Jalan di Kota Madiun Dikebut, Seluruh Paket Pekerjaan Lampaui Target

    Proyek Pemeliharaan Jalan di Kota Madiun Dikebut, Seluruh Paket Pekerjaan Lampaui Target

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun mempercepat pelaksanaan proyek pemeliharaan berkala jalan di sejumlah titik. Hingga pekan kelima pelaksanaan, seluruh paket pekerjaan mencatatkan deviasi positif atau progres yang melampaui target perencanaan. Percepatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memastikan sejumlah ruas jalan strategis siap digunakan menjelang […]

    Bagikan
  • Dua Dapur Rumah di Magetan Roboh Dihantam Hujan Deras

    Dua Dapur Rumah di Magetan Roboh Dihantam Hujan Deras

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan pada Rabu malam (22/10/2025) menyebabkan dua rumah warga mengalami kerusakan di bagian dapur. Selain insiden di Desa Selotinatah, Kecamatan Ngariboyo, peristiwa serupa juga terjadi di Dusun Mbeji, Desa Plangkrongan. Dapur milik Lanjar, warga RT 20/RW 04 Dusun Mbeji, ambruk sekitar pukul 19.00 WIB. Tidak […]

    Bagikan
  • Petani di Madiun Pangkas Biaya Produksi hingga 80 Persen dengan Pestisida Nabati

    Petani di Madiun Pangkas Biaya Produksi hingga 80 Persen dengan Pestisida Nabati

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Petani di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, membuktikan pertanian ramah lingkungan tak selalu berarti biaya produksi lebih mahal. Melalui penerapan Manajemen Tanaman Sehat (MTS) dan pemanfaatan pestisida nabati, ongkos budidaya padi mereka disebut bisa ditekan hingga 80 persen dibanding penggunaan pestisida kimia. Salah satu petani, Sukardiono, mengatakan penghematan terutama berasal […]

    Bagikan
  • Ratusan Warga Magetan Capai Usia Seabad, Disdukcapil Perkuat Layanan Jemput Bola

    Ratusan Warga Magetan Capai Usia Seabad, Disdukcapil Perkuat Layanan Jemput Bola

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan tak hanya dikenal dengan potensi wisata alamnya, tetapi juga memiliki fenomena demografi yang cukup mencuri perhatian. Ratusan warganya tercatat berusia 100 tahun lebih. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Magetan mencatat, sedikitnya 156 warga masuk kategori lansia berusia sekitar satu abad. Dari jumlah tersebut, 126 orang berusia 100 […]

    Bagikan
  • Libur Nataru: Okupansi Hotel Di Kota Madiun Capai 70-80%

    Libur Nataru: Okupansi Hotel Di Kota Madiun Capai 70-80%

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Momen libur natal dan tahun baru (Nataru) berdampak pada tingkat okupansi hotel di Kota Madiun. Tingkat hunian kamar hotel di Kota Madiun mencapai 80 persen. Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Madiun Aris Suharno Sabtu (28/12/2024). “Alhamdulillah, hampir semua kamar terisi 70-80 persen dari hotel bintang maupun […]

    Bagikan
  • Tumpukan Kayu Pabrik Tepung Ketela Terbakar, Produksi Terpaksa Dihentikan

    Tumpukan Kayu Pabrik Tepung Ketela Terbakar, Produksi Terpaksa Dihentikan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran terjadi di area bahan bakar pabrik tepung ketela PT Budi Starch & Sweetener, Desa Tajug, Kecamatan Siman, Ponorogo, Kamis (6/11/2025) dini hari. Tumpukan bekas kayu bakar setinggi sekitar 10 meter yang digunakan untuk bahan bakar oven terbakar hebat. Api muncul sekitar pukul 03.00 WIB dan baru bisa dikendalikan beberapa jam […]

    Bagikan
expand_less