Dari Lahan Sempit, Peternak Ayam Sengkuni Raup Omzet Puluhan Juta
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 59 menit yang lalu
- visibility 44
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Keterbatasan lahan tak menjadi penghalang bagi Suprapto, warga Dusun Wagir Kidul, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, untuk mengembangkan usaha peternakan ayam. Dengan memanfaatkan lahan sempit di belakang rumah, ia berhasil membudidayakan ayam sengkuni dan meraih omzet hingga Rp30 juta per bulan.
Usaha tersebut baru dirintis sekitar enam bulan lalu. Berawal dari delapan ekor ayam, kini jumlah ternaknya terus bertambah dan penjualannya telah mencapai ribuan ekor.
Ayam sengkuni sendiri merupakan jenis ayam hibrida hasil persilangan antara ayam Mardi asal Malaysia dan ayam lokal Lampung. Jenis ayam ini mulai diminati pasar karena memiliki pertumbuhan yang cepat, perawatan relatif mudah, serta nilai jual yang cukup tinggi.
“Lahan sempit ini kami manfaatkan untuk ternak ayam, dan sangat membantu menopang ekonomi keluarga,” ujar Suprapto.
Ia menjelaskan, jenis ayam yang dipeliharanya antara lain SK1 atau jumbo serta Jekab. Khusus ayam Jekab, pertumbuhannya tergolong cepat dan sudah bisa dipanen dalam waktu sekitar dua bulan untuk kebutuhan konsumsi.
Keuntungan lain yang dimanfaatkan Suprapto adalah lokasi usahanya yang berada di kawasan wisata. Hal ini membuka peluang pasar yang luas, terutama dari warung-warung makan yang membutuhkan pasokan ayam potong.
“Kebetulan dekat tempat wisata, jadi permintaan dari warung cukup tinggi. Biasanya untuk ayam yang dibelah menjadi empat bagian,” tambahnya.
Dengan permintaan yang terus meningkat dan pertumbuhan ternak yang baik, usaha ini dinilai cukup menjanjikan. Kisah Suprapto menjadi bukti bahwa lahan terbatas pun dapat dioptimalkan menjadi sumber penghasilan, asalkan dikelola dengan tekun dan inovatif. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





