
Sinergia | Kota Madiun – Upaya penanganan sampah di Kota Madiun memasuki babak baru. Tim dari Motah Incinerator melakukan peninjauan lokasi pada Rabu (23/07/2025) sebagai bagian dari persiapan pemasangan mesin pembakar sampah modern di wilayah tersebut.
Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, menekankan pentingnya survei lokasi ini guna memastikan kesiapan struktur lahan yang akan menampung mesin incinerator dengan bobot mencapai 15 hingga 20 ton.
“Pondasi harus benar-benar kokoh agar mampu menopang berat mesin. Karena itu, semua titik lokasi diperiksa dengan cermat. Alhamdulillah, sejauh ini mesin sudah siap,” ungkapnya.
Rencananya, sebanyak empat unit mesin akan mulai dipasang tahun ini. Setiap unit memiliki kemampuan membakar sampah organik dan non-organik hingga 1 ton per jam dengan suhu tinggi mencapai 1.000 derajat Celsius. Keunggulan utama teknologi ini adalah kemampuannya beroperasi tanpa menggunakan listrik atau bahan bakar tambahan, serta menghasilkan polusi yang sangat minim.
“Kalau tidak ada halangan, November ini mesin sudah mulai terpasang. Target akhirnya nanti sebanyak 12 unit incinerator akan dioperasikan untuk menuntaskan permasalahan sampah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Maidi menyebutkan bahwa kapasitas masing-masing mesin telah diperhitungkan secara matang. Jika satu unit mampu memusnahkan setidaknya 500 kilogram sampah per jam, maka total 12 unit cukup untuk mengelola seluruh produksi sampah harian Kota Madiun yang diperkirakan mencapai 120 ton.
“Jika dibiarkan, sampah akan menimbulkan berbagai persoalan, terutama dari sisi kesehatan. Karena itu, kami menargetkan Kota Madiun bisa bebas sampah atau zero waste pada tahun 2027 hingga 2028,” pungkasnya.
Surya Wibawa – Sinergia