Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Grand Final Fashion Show Sepasma 2026 Angkat Pamor Batik Kabupaten Madiun, Bupati Ajak Masyarakat Bangga Kenakan Produk Lokal

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
  • visibility 195
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Madiun ajak bangga kenakan batik khas daerah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Madiun – Grand Final Fashion Show Batik Kabupaten Madiun menjadi salah satu agenda yang menyedot perhatian masyarakat dalam rangkaian Sepasar Ing Madiun (Sepasma) 2026 di Alun-Alun Reksogati Caruban, Kamis (16/7/2026) malam. Ajang ini tidak hanya menghadirkan parade busana berbahan batik khas Kabupaten Madiun, tetapi juga menjadi panggung promosi bagi para perajin, desainer, serta pelaku ekonomi kreatif lokal.

Puluhan model menampilkan beragam koleksi busana yang mengangkat motif-motif batik khas Kabupaten Madiun. Menariknya, peragaan busana juga diikuti oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama istri, Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para camat. Kehadiran jajaran pemerintah tersebut menjadi simbol dukungan nyata terhadap pelestarian sekaligus promosi batik daerah.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya menunjukkan kepada masyarakat bahwa karya para perajin batik Kabupaten Madiun memiliki kualitas yang mampu bersaing. Menurutnya, batik lokal tidak kalah dengan produk dari daerah lain dan layak menjadi kebanggaan masyarakat.

“Kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa hasil karya warga Kabupaten Madiun itu luar biasa. Harapannya batik ini terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan dirinya bersama jajaran pemerintah dalam fashion show merupakan bentuk kebanggaan sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan produk batik lokal dalam berbagai kesempatan.

“Kami ingin memberi contoh bahwa mulai dari masyarakat hingga pimpinan daerah sama-sama bangga memakai batik Kabupaten Madiun. Semoga ini menjadi budaya baru sehingga kecintaan terhadap produk lokal semakin tumbuh,” katanya.

Hari juga berpesan kepada para model, desainer, dan perajin batik agar terus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkarya dan berinovasi sehingga batik Kabupaten Madiun semakin dikenal luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Madiun Puji Rahmawati menjelaskan, penyelenggaraan Grand Final Fashion Show bertujuan melestarikan sekaligus memperkenalkan batik Kabupaten Madiun kepada masyarakat secara lebih luas.

Menurutnya, batik tidak hanya dapat dikenakan dalam acara formal, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi busana kerja, busana kasual, hingga busana pesta. Karena itu, masyarakat perlu diperkenalkan dengan beragam potensi yang dimiliki batik lokal.

“Kami ingin masyarakat mencintai batik Kabupaten Madiun. Karena itu yang kami tampilkan dalam fashion show ini seluruhnya merupakan batik khas Kabupaten Madiun agar potensi daerah benar-benar tereksplorasi,” jelasnya.

Puji mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut seluruh perajin batik Kabupaten Madiun yang saat ini berjumlah sekitar 20 pelaku usaha turut dilibatkan. Selain Fashion Show Batik Kabupaten Madiun, rangkaian acara juga menghadirkan pemilihan Putra Putri Batik Modern Nusantara yang diikuti peserta dari berbagai daerah sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya batik.

Ia menambahkan, keterlibatan kepala OPD dan para camat dalam peragaan busana bukan sekadar memeriahkan acara, melainkan menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberi teladan kepada masyarakat.

Image Not Found
Partisipasi kepala OPD dan para camat dalam peragaan busana batik . Foto : Kus-Sinergia

“Pemimpin harus menjadi contoh. Kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah juga memakai, mencintai, dan melestarikan batik Kabupaten Madiun. Ini baru langkah awal. Ke depan kami ingin mengembangkan batik Kabupaten Madiun dengan konsep dan model yang lebih beragam agar gaungnya semakin besar di tengah masyarakat,” tuturnya.

Melalui Grand Final Fashion Show Sepasma 2026, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap batik tidak hanya menjadi identitas budaya daerah, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah, memperluas pasar, serta meningkatkan kesejahteraan para perajin lokal. Dengan semakin dikenalnya ragam motif dan desain batik khas Kabupaten Madiun, diharapkan produk lokal tersebut mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri Asal Sragen Tenggelam di Bengawan Solo Ditemukan Meninggal Dunia

    Santri Asal Sragen Tenggelam di Bengawan Solo Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Tim SAR gabungan berhasil menemukan M. Maulana Rifai (14), remaja yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (12/6/2026) sore setelah dua hari proses pencarian dilakukan. Korban yang merupakan santri Pondok Pesantren […]

    Bagikan
  • Kerajinan Rebana Ngrukem Tembus Mancanegara

    Kerajinan Rebana Ngrukem Tembus Mancanegara

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sentra kerajinan rebana di Dukuh Jalen, Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, telah dikenal luas, bahkan hingga ke mancanegara. Berkat kualitas yang unggul, rebana dari desa ini banyak diminati oleh pasar luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, hingga Korea Selatan. Kerajinan ini telah ada sejak tahun 1980 dan kini diteruskan […]

    Bagikan
  • Suara Knalpot Brong di Jalur Sarangan–Cemorosewu Dikeluhkan Wisatawan

    Suara Knalpot Brong di Jalur Sarangan–Cemorosewu Dikeluhkan Wisatawan

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Suasana jalur tembus Sarangan–Cemorosewu, Jawa Timur, berubah drastis pada akhir pekan ini. Biasanya tenang, rute menuju kawasan wisata alam tersebut dipenuhi deru ratusan hingga ribuan motor dua-tak (2-stroke) yang mengikuti Kopdar Camp 78. Alih-alih membawa kesan meriah, kebisingan suara knalpot justru memicu keresahan. Wisatawan asal Solo, Hariyadi, yang sedang menuju […]

    Bagikan
  • Positif Narkoba, 1 Perwira dan 2 Bintara Polres Madiun Kota Bakal Diproses Kode Etik

    Positif Narkoba, 1 Perwira dan 2 Bintara Polres Madiun Kota Bakal Diproses Kode Etik

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tindakan tegas dilakukan Polres Madiun Kota terhadap personilnya yang terlibat narkotika. Hal ini buntut penangkapan oleh jajaran Satresnarkoba Polres Madiun terhadap anggota Polres Madiun Kota berinisial Aiptu HD atas dugaan pengedar narkoba. Menyikapi hal itu, Polres Madiun Kota telah bergerak melakukan tes urine terhadap para personilnya. Hasilnya, ditemukan 3 personil […]

    Bagikan
  • Kemenag Ponorogo Bentuk Tim Investigasi, Izin Pondok Pesantren Milik JYD Terancam Dicabut

    Kemenag Ponorogo Bentuk Tim Investigasi, Izin Pondok Pesantren Milik JYD Terancam Dicabut

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo membentuk tim investigasi menyusul penetapan Kiai JYD (55) sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap 11 santri laki-laki. Tim tersebut ditugaskan menelusuri legalitas hingga perizinan operasional Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Raden Wijaya. Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan rekomendasi pencabutan izin operasional pondok […]

    Bagikan
  • Soal Viral Pedagang Tegur Wisatawan di Telaga Sarangan, Disbudpar Magetan: Miskomunikasi

    Soal Viral Pedagang Tegur Wisatawan di Telaga Sarangan, Disbudpar Magetan: Miskomunikasi

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah video yang memperlihatkan teguran dari seorang pedagang kepada wisatawan di kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan, viral di media sosial. Video tersebut memicu perhatian publik terkait aturan jual beli di destinasi wisata unggulan Jawa Timur tersebut. Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat sekelompok wisatawan perempuan yang tengah menyantap nasi pecel di […]

    Bagikan
expand_less