Berita Terkini
Trending Tags

Grand Final Fashion Show Sepasma 2026 Angkat Pamor Batik Kabupaten Madiun, Bupati Ajak Masyarakat Bangga Kenakan Produk Lokal

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
  • visibility 154
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Madiun ajak bangga kenakan batik khas daerah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Madiun – Grand Final Fashion Show Batik Kabupaten Madiun menjadi salah satu agenda yang menyedot perhatian masyarakat dalam rangkaian Sepasar Ing Madiun (Sepasma) 2026 di Alun-Alun Reksogati Caruban, Kamis (16/7/2026) malam. Ajang ini tidak hanya menghadirkan parade busana berbahan batik khas Kabupaten Madiun, tetapi juga menjadi panggung promosi bagi para perajin, desainer, serta pelaku ekonomi kreatif lokal.

Puluhan model menampilkan beragam koleksi busana yang mengangkat motif-motif batik khas Kabupaten Madiun. Menariknya, peragaan busana juga diikuti oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama istri, Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para camat. Kehadiran jajaran pemerintah tersebut menjadi simbol dukungan nyata terhadap pelestarian sekaligus promosi batik daerah.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya menunjukkan kepada masyarakat bahwa karya para perajin batik Kabupaten Madiun memiliki kualitas yang mampu bersaing. Menurutnya, batik lokal tidak kalah dengan produk dari daerah lain dan layak menjadi kebanggaan masyarakat.

“Kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa hasil karya warga Kabupaten Madiun itu luar biasa. Harapannya batik ini terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan dirinya bersama jajaran pemerintah dalam fashion show merupakan bentuk kebanggaan sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan produk batik lokal dalam berbagai kesempatan.

“Kami ingin memberi contoh bahwa mulai dari masyarakat hingga pimpinan daerah sama-sama bangga memakai batik Kabupaten Madiun. Semoga ini menjadi budaya baru sehingga kecintaan terhadap produk lokal semakin tumbuh,” katanya.

Hari juga berpesan kepada para model, desainer, dan perajin batik agar terus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkarya dan berinovasi sehingga batik Kabupaten Madiun semakin dikenal luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Madiun Puji Rahmawati menjelaskan, penyelenggaraan Grand Final Fashion Show bertujuan melestarikan sekaligus memperkenalkan batik Kabupaten Madiun kepada masyarakat secara lebih luas.

Menurutnya, batik tidak hanya dapat dikenakan dalam acara formal, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi busana kerja, busana kasual, hingga busana pesta. Karena itu, masyarakat perlu diperkenalkan dengan beragam potensi yang dimiliki batik lokal.

“Kami ingin masyarakat mencintai batik Kabupaten Madiun. Karena itu yang kami tampilkan dalam fashion show ini seluruhnya merupakan batik khas Kabupaten Madiun agar potensi daerah benar-benar tereksplorasi,” jelasnya.

Puji mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut seluruh perajin batik Kabupaten Madiun yang saat ini berjumlah sekitar 20 pelaku usaha turut dilibatkan. Selain Fashion Show Batik Kabupaten Madiun, rangkaian acara juga menghadirkan pemilihan Putra Putri Batik Modern Nusantara yang diikuti peserta dari berbagai daerah sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya batik.

Ia menambahkan, keterlibatan kepala OPD dan para camat dalam peragaan busana bukan sekadar memeriahkan acara, melainkan menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberi teladan kepada masyarakat.

Image Not Found
Partisipasi kepala OPD dan para camat dalam peragaan busana batik . Foto : Kus-Sinergia

“Pemimpin harus menjadi contoh. Kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah juga memakai, mencintai, dan melestarikan batik Kabupaten Madiun. Ini baru langkah awal. Ke depan kami ingin mengembangkan batik Kabupaten Madiun dengan konsep dan model yang lebih beragam agar gaungnya semakin besar di tengah masyarakat,” tuturnya.

Melalui Grand Final Fashion Show Sepasma 2026, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap batik tidak hanya menjadi identitas budaya daerah, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah, memperluas pasar, serta meningkatkan kesejahteraan para perajin lokal. Dengan semakin dikenalnya ragam motif dan desain batik khas Kabupaten Madiun, diharapkan produk lokal tersebut mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salah Satu Calon Sekda Magetan Melebihi Batas Maksimal Umur Jika Dilantik

    Salah Satu Calon Sekda Magetan Melebihi Batas Maksimal Umur Jika Dilantik

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Berdasarkan aturan Permen PAN-RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), sejumlah persyaratan harus dipenuhi bagi pejabat yang ingin menduduki jabatan Sekda di Pemkab Magetan. Dari ketiga calon yang sudah mendaftar dan dinyatakan lolos seleksi administrasi, ada salah satu calon yang berpotensi melebihi batas maksimal umur jika nantinya […]

    Bagikan
  • Ramadhan Harga Kebutuhan Pokok Naik, Pemkab Madiun Gencar Operasi Pasar

    Ramadhan Harga Kebutuhan Pokok Naik, Pemkab Madiun Gencar Operasi Pasar

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Pusat meminta ketersediaan pangan dan laju harga jualnya agar tetap stabil selama bulan ramadhan. Melalui rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) secara virtual Pemkab Madiun mengikuti arahan dari Pemerintah Pusat.  Momen ramadhan dan jelang hari raya lebaran ketersediaan bahan pangan sangatlah penting. Pasalnya kebutuhan masyarakat disaat hari besar keagamaan […]

    Bagikan
  • Pasar Murah Polres Ponorogo, Beras dan Minyak Goreng Diburu Warga

    Pasar Murah Polres Ponorogo, Beras dan Minyak Goreng Diburu Warga

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Suasana halaman Mapolres Ponorogo, Jumat (08/08/2025) pagi, mendadak berubah layaknya pasar rakyat. Sejak matahari baru merangkak naik, ratusan warga sudah berdatangan membawa kantong belanja demi mendapatkan sembako dengan harga miring. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah yang digagas pemerintah pusat melalui Bulog, dan kali ini digelar oleh Polres Ponorogo. […]

    Bagikan
  • Stasiun Madiun Layani 140.200 Penumpang Selama Libur Sekolah 2026

    Stasiun Madiun Layani 140.200 Penumpang Selama Libur Sekolah 2026

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Stasiun Madiun melayani 140.200 penumpang selama masa libur sekolah yang berlangsung pada 19 Juni hingga 12 Juli 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 68.992 penumpang berangkat dan 71.208 penumpang tiba. Secara keseluruhan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat 428.588 penumpang selama periode tersebut, terdiri atas 211.219 […]

    Bagikan
  • Gara-Gara Regulasi Baru Kemenkeu (PMK 81/2025), 22 Desa di Magetan Gagal Cairkan Dana Desa Tahap II

    Gara-Gara Regulasi Baru Kemenkeu (PMK 81/2025), 22 Desa di Magetan Gagal Cairkan Dana Desa Tahap II

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang akhir tahun 2025, sebanyak 22 desa di Kabupaten Magetan menghadapi hambatan serius. Mereka belum dapat mencairkan Dana Desa (DD) Tahap II Non Earmark. Persoalan ini muncul setelah pemerintah pusat, melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menerbitkan regulasi baru tentang penyaluran dana desa. Regulasi yang menjadi biang masalah ini adalah Peraturan Menteri Keuangan […]

    Bagikan
  • Terminal Purabaya Madiun Wajibkan Semua Armada Bus Masuk Terminal

    Terminal Purabaya Madiun Wajibkan Semua Armada Bus Masuk Terminal

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Terminal Tipe A Purabaya Madiun mulai memberlakukan aturan wajib masuk terminal bagi seluruh armada bus dan kendaraan penumpang lainnya, terhitung sejak 26 April 2025. Kebijakan ini diterapkan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 24 Tahun 2001. Dengan diberlakukannya […]

    Bagikan
expand_less