Berita Terkini
Trending Tags

Bertahan Hidup dari Kerja Serabutan, Darus Salam Kerap Tak Tercatat Sebagai Penerima Bansos

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 289
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Darus Salam (52) warga Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun menjalani hidup dengan segala keterbatasan.

Sinergia | Madiun – Di sebuah rumah sederhana berlantai tanah di Dusun Gunting, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Darus Salam (52) menjalani hidup dengan segala keterbatasan. Meski hidup dalam kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, namanya hingga kini tak pernah tercantum sebagai penerima bantuan sosial (bansos).

Setiap hari, Darus bekerja serabutan demi menghidupi keluarganya. Apa pun pekerjaan yang datang akan ia kerjakan, mulai dari membajak sawah, mencangkul hingga menjadi buruh panen jagung.

Penghasilannya tak menentu, sementara ia harus membesarkan dua anaknya seorang diri. Anak sulungnya, Siti Eka Nur Khotijah (17), kini menempuh pendidikan di pondok pesantren. Sedangkan putra bungsunya, Ali Farzan Nur Faeyza (8), tinggal bersama Darus di rumah sederhana yang dibangun seadanya.

Kondisi hidup Darus semakin berat setelah istrinya meninggal dunia saat pandemi COVID-19. Sejak putranya masih berusia sekitar 19 bulan, ia harus menjalankan peran sebagai ayah sekaligus ibu bagi anaknya.

“Mulai umur 19 bulan itu ibunya meninggal karena Corona. Sekarang saya yang ngasuh sendiri,” ujar Darus.

Meski pernah didata oleh perangkat desa, hingga kini bantuan sosial yang diterimanya bukan atas nama dirinya. Bantuan tersebut berasal dari keluarga maupun warga lain yang kemudian dialihkan kepadanya.

“Saya pernah didata sama pamong desa. Katanya bisa diusahakan dapat bantuan, tapi atas nama adik saya. Ya sudah, saya enggak tanya kenapa begitu,” katanya.

Image Not Found
Darus Salam tinggal bersama anak bungsu dengan kondisi rumah sederhana yang dibangun seadanya.

Selama ini, bantuan yang diterimanya pun hanya berupa bantuan langsung tunai (BLT), beras, maupun bantuan pangan lainnya yang seluruhnya bukan tercatat atas nama dirinya.

“Kalau BLT itu juga lemparan. Bukan atas nama saya sendiri. Beras juga jarang. Pernah dapat ayam juga beberapa kali, tapi semuanya bukan nama saya,” ungkapnya.

Bagi Darus, menerima bantuan yang bukan atas namanya bukanlah persoalan yang ia permasalahkan. Ia mengaku tetap bersyukur karena masih ada perangkat desa yang berupaya membantunya.

“Saya ya senang saja. Dikasih sama pamong desa. Saya berterima kasih karena masih diusahakan,” tuturnya.

Meski demikian, jauh di dalam hati, Darus mengaku memiliki harapan agar suatu saat dirinya benar-benar terdaftar sebagai penerima bantuan sosial sesuai kondisi ekonominya. Namun, ia memilih memendam keinginan tersebut.

“Kalau angan-angan pasti ada, ingin nama saya sendiri yang menerima. Tapi saya enggak berani bicara. Ya saya menerima apa adanya begini,” katanya sambil tersenyum tipis.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Darus kerap harus meminjam uang kepada orang yang akan memberinya pekerjaan. Cara itu menjadi satu-satunya jalan agar dapur tetap mengepul saat pekerjaan sedang sepi.

“Kadang ya kurang, kadang cukup, tapi lebih banyak kurangnya. Yang penting anak bisa makan. Kalau enggak ada ya pinjam dulu ke orang yang mau kasih kerja,” ujarnya.

Kisah Darus menjadi potret bahwa masih ada warga dengan kondisi ekonomi rentan yang belum sepenuhnya tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Di tengah perjuangannya membesarkan dua anak seorang diri, ia hanya berharap bisa terus bekerja dan suatu saat memperoleh hak bantuan atas namanya sendiri.(Tov).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalani Assesment, Nasib Ratusan Pegawai PDAM Kab. Madiun di Tangan Tim Penguji

    Jalani Assesment, Nasib Ratusan Pegawai PDAM Kab. Madiun di Tangan Tim Penguji

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan pegawai PDAM Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun serentak menjalani Assesment di ruang gedung Eka Kapti, Puspem di Kecamatan Mejayan, di mulai hari Sabtu (26/07/2025) pagi hingga Minggu besuk. Total pegawai Perumda yang ikut Assesment sebanyak 183 orang mulai setingkat Kabag, Kasubbag, staf maupun Pegawai Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Direktur […]

    Bagikan
  • Blangko E-KTP di Ponorogo Menipis, Masyarakat Diminta Aktifkan IKD

    Blangko E-KTP di Ponorogo Menipis, Masyarakat Diminta Aktifkan IKD

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo| Ketersediaan blangko E-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Ponorogo dilaporkan semakin terbatas di awal tahun 2025 Ini. Stok yang ada diperkirakan hanya mencukupi untuk dua hari ke depan. Seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Dispendukcapil Ponorogo, Heroe Purwanto di ruang kerjanya Senin (13/01/2025). “Keterbatasan ini sudah terjadi cukup lama, […]

    Bagikan
  • Jelang Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, Bersihkan Rupang di TITD Hwie Ing Kiong

    Jelang Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, Bersihkan Rupang di TITD Hwie Ing Kiong

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, umat Tionghoa di Kota Madiun membersihkan rupang atau patung dewa-dewi di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong Madiun, Minggu (26/1/2025). Ritual yang biasa disebut Kimsin itu rutin dilakukan setiap tahun. Cara membersihkan rupang dari kotoran dan debu menggunakan air diberi bunga […]

    Bagikan
  • BPBD Kota Madiun Evakuasi Rumah Roboh dan Pohon Tumbang Pasca Hujan Angin

    BPBD Kota Madiun Evakuasi Rumah Roboh dan Pohon Tumbang Pasca Hujan Angin

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun kembali melakukan evakuasi pascabencana akibat hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah setempat pada Jumat (17/10/2025). Kegiatan evakuasi kali ini difokuskan di rumah milik Ririn yang mengalami kerusakan cukup parah akibat atap roboh di wilayah Kecamatan Manguharjo. Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota […]

    Bagikan
  • Kejari Ngawi Tetapkan Seorang Notaris Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Pajak Pembebasan Lahan PT GFT Indonesia

    Kejari Ngawi Tetapkan Seorang Notaris Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Pajak Pembebasan Lahan PT GFT Indonesia

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi kembali mengungkap perkembangan baru dalam kasus dugaan korupsi terkait pembebasan lahan PT GFT Indonesia Investment. Seorang Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)/Notaris, Nafiatur Rohmah (43), resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Nafiatur diduga terlibat dalam manipulasi penerimaan pajak daerah terkait proses pembebasan lahan untuk pembangunan pabrik mainan […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Tawarkan Peluang Investasi Menjanjikan, Investor Asing Mulai Melirik

    Kota Madiun Tawarkan Peluang Investasi Menjanjikan, Investor Asing Mulai Melirik

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun tengah menggali berbagai potensi dan peluang investasi yang dimiliki kota tersebut. Upaya ini tampak dalam penyelenggaraan seminar bertema “Potential and Investment Opportunity of Madiun City” yang digelar di Sun Hotel Madiun pada Selasa (27/5/2025). Wali Kota Madiun, Maidi, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah peluang strategis yang bisa dimanfaatkan […]

    Bagikan
expand_less