Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Kopdes Merah Putih di Magetan Jalan dengan Swadaya, Modal Pemerintah Masih Ditunggu

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
  • visibility 160
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kopdes Merah Putih Desa Mategal, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan — Di atas kertas, ratusan Koperasi Desa Merah Putih di Magetan digadang-gadang jadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan. Namun di lapangan, ceritanya berbeda. Salah satunya dialami Kopdes Merah Putih Desa Mategal, yang berjalan dengan modal seadanya dari anggota.

Ketua koperasi, M. Rifai Arissandi, menyebut jumlah anggota saat ini baru sekitar 25 orang.

“Untuk saat ini jumlah anggota kita sekitar 25 orang, Mas,” ungkap Rifai.

Masalah permodalan menjadi persoalan utama. Pemerintah pusat sudah meresmikan Kopdes Merah Putih secara nasional, tetapi modal usaha belum pernah menyentuh koperasi di desa.

“Modal usaha kita seluruhnya dari anggota, berupa simpanan wajib, pokok, dan sukarela. Dari pemerintah sendiri belum ada keputusan terkait modal usaha ekonomi. Jadi untuk saat ini kita masih mengandalkan modal dari anggota,” jelas Rifai.

Untuk usaha, Kopdes Mategal memilih langkah realistis dengan menjual pupuk non-subsidi dan beras SPHP kemasan 5 kilogram. Tidak ada seremoni besar, hanya kerja nyata agar koperasi tetap berjalan.

“Untuk usaha, kita sementara menjual pupuk non-subsidi dan juga beras SPHP,” tambah Rifai.

Promosi juga dilakukan dengan cara sederhana. Kegiatan desa dimanfaatkan sebagai media sosialisasi, seperti pada acara jalan santai bulan Agustus lalu. Kupon pupuk dan voucher beras dibagikan kepada warga agar mereka mengetahui keberadaan koperasi.

“Ketika ada jalan santai di desa, kami bagi-bagi kupon pupuk dan doorprize berupa voucher. Jadi masyarakat tahu, oh ternyata koperasinya di sini,” terang Rifai.

Rencana pengembangan ke depan sudah mulai terlihat. Pihak Pertamina melakukan survei terkait penyaluran gas subsidi 3 kilogram, meski tindak lanjutnya masih menunggu keputusan lanjutan.

“Sudah ada survei, tapi untuk tindak lanjutnya kita masih nunggu info dari pihak terkait,” kata Rifai.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timah Panas Bersarang di Kaki Perampok Pecah Kaca Mobil di Ponorogo

    Timah Panas Bersarang di Kaki Perampok Pecah Kaca Mobil di Ponorogo

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dua dari empat pelaku perampokan uang nasabah bank dengan modus pecah kaca mobil di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berhasil dibekuk tim Resmob Polres Ponorogo. Salah satu pelaku terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri saat diminta menunjukkan lokasi persembunyian rekannya. Kedua pelaku ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran intensif selama hampir dua […]

    Bagikan
  • Erlangga Pribadi: Marhaen Kini Bukan Lagi Petani, tetapi Pekerja Digital yang Tereksploitasi

    Erlangga Pribadi: Marhaen Kini Bukan Lagi Petani, tetapi Pekerja Digital yang Tereksploitasi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle kusnanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Konsep Marhaen yang diperkenalkan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dinilai tetap relevan di tengah perubahan zaman. Bedanya, jika pada masa kolonial Marhaen digambarkan sebagai petani kecil yang memiliki alat produksi tetapi tetap hidup dalam kemiskinan, kini sosok tersebut hadir dalam wajah baru: pekerja ekonomi digital yang tetap terjebak dalam ketidakpastian hidup. […]

    Bagikan
  • Keselamatan Jadi Prioritas! KAI Daop 7 Madiun Gelar Refreshing PPKA Jelang Angkutan Lebaran 2026

    Keselamatan Jadi Prioritas! KAI Daop 7 Madiun Gelar Refreshing PPKA Jelang Angkutan Lebaran 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui wilayah kerja Daop 7 Madiun terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang operasional. Salah satunya melalui kegiatan Pendidkan dan Pelatihan (Diklat) Refreshing Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Setempat Angkatan I Tahun 2026 yang digelar di Ruang Sasana Wiyata Daop 7 Madiun, Selasa (10/3/2026). Kegiatan […]

    Bagikan
  • Dinkes Madiun Datangi SPPG Mejayan Usai Dikenai Suspend BGN

    Dinkes Madiun Datangi SPPG Mejayan Usai Dikenai Suspend BGN

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun —  17 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur dihentikan operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satunya SPPG Mejayan, Kabupaten Madiun. Dapur tersebut selama ini menyuplai makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sejumlah sekolah dasar dan menengah di wilayah setempat. Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten […]

    Bagikan
  • Evaluasi SPMB 2026 Kota Madiun, 15 SDN dan 3 SMPN Masih Kekurangan Siswa, Dinas Pendidikan Kaji Solusi

    Evaluasi SPMB 2026 Kota Madiun, 15 SDN dan 3 SMPN Masih Kekurangan Siswa, Dinas Pendidikan Kaji Solusi

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pendidikan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Pasalnya, masih terdapat 18 sekolah negeri yang belum memenuhi kuota peserta didik. Berdasarkan data pada laman spmb.madiunkota.go.id, sebanyak 15 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 3 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) masih mengalami kekurangan […]

    Bagikan
  • Bentrokan Antar Suporter Bola, 1 Orang Mengalami Luka Luka

    Bentrokan Antar Suporter Bola, 1 Orang Mengalami Luka Luka

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bentrokan antar dua kelompok suporter sepak bola terjadi di jalan raya Madiun-Ngawi, tepatnya di pertigaan Temboro, Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, pada Jumat (24/1/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan suporter dari Kota Madiun dan suporter asal Ngawi. Dalam vidio amatir warga dua kelompok suporter saling lempar batu. […]

    Bagikan
expand_less