11 Patung Di Ponorogo Bakal Dipercantik, Anggaran Rp. 300 Juta
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 26
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Wajah perkotaan Ponorogo bakal mendapat sentuhan baru. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo menyiapkan peremajaan visual terhadap 11 patung yang tersebar di sejumlah perempatan jalan protokol. Pengecatan ulang juga menyasar sejumlah landmark ikonik, termasuk jam kota.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Ponorogo Adhi Fahrianto mengatakan, proses pengadaan proyek tersebut telah rampung. Saat ini, pihaknya tinggal menuntaskan tahapan administrasi berupa penerbitan Surat Perjanjian Kerja (SPPj) sebelum pengerjaan fisik dimulai.
“Proses pengadaannya alhamdulillah sudah selesai. Kemarin kan masuk di anggaran Perubahan APBD (P-APBD), jadi nanti masyarakat yang agak terganggu perjalanannya di situ, kami sedang melakukan pengecatan,” ujar Adhi, Jumat (30/10/2026).
Menurut dia, peremajaan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah mempercantik wajah kota sekaligus merespons aspirasi masyarakat. Sebelumnya, DLH bersama pemerintah daerah sempat menjaring keinginan publik melalui mekanisme voting untuk menentukan konsep penataan.
“Kemarin itu kan kita sempat sounding ya dengan Ibu Plt Bupati, masyarakat maunya seperti apa. Kita vote kemarin itu, ya kita coba untuk mewujudkan keinginan masyarakat,” jelasnya.
Konsep pengecatan nantinya tidak dibuat seragam. DLH menyiapkan kombinasi warna yang lebih variatif agar setiap titik memiliki karakter visual tersendiri. Beberapa patung akan tetap menggunakan warna natural, sedangkan lainnya mengusung konsep monokrom.
“Jadi, tidak semua patung warnanya sama. Ada beberapa spot itu nanti ada yang kita pakai natural, ada yang nanti ada monokrom,” paparnya.
Untuk merealisasikan penataan tersebut, DLH mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 juta. Pengerjaan fisik ditargetkan mulai awal November 2026, setelah seluruh tahapan administrasi dan penerbitan SPPj rampung.
Adhi berharap, peremajaan tersebut mampu menghadirkan suasana perkotaan yang lebih segar. Selain memperindah kawasan, variasi warna pada patung dan landmark diharapkan membuat wajah Ponorogo tidak lagi terkesan monoton.
“Yang jelas nanti akan ada perubahan biar tidak monoton,” tegasnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Krz/Diez





