Jumat, 30 Okt 2026
Trending Tags

11 Patung Di Ponorogo Bakal Dipercantik, Anggaran Rp. 300 Juta

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 26
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DLH Ponorogo mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 juta untuk mempercantik patung dan landmark perkotaan. Foto : Gambar ilustrasi

Sinergia | Ponorogo – Wajah perkotaan Ponorogo bakal mendapat sentuhan baru. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo menyiapkan peremajaan visual terhadap 11 patung yang tersebar di sejumlah perempatan jalan protokol. Pengecatan ulang juga menyasar sejumlah landmark ikonik, termasuk jam kota.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Ponorogo Adhi Fahrianto mengatakan, proses pengadaan proyek tersebut telah rampung. Saat ini, pihaknya tinggal menuntaskan tahapan administrasi berupa penerbitan Surat Perjanjian Kerja (SPPj) sebelum pengerjaan fisik dimulai.

“Proses pengadaannya alhamdulillah sudah selesai. Kemarin kan masuk di anggaran Perubahan APBD (P-APBD), jadi nanti masyarakat yang agak terganggu perjalanannya di situ, kami sedang melakukan pengecatan,” ujar Adhi, Jumat (30/10/2026).

Menurut dia, peremajaan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah mempercantik wajah kota sekaligus merespons aspirasi masyarakat. Sebelumnya, DLH bersama pemerintah daerah sempat menjaring keinginan publik melalui mekanisme voting untuk menentukan konsep penataan.

“Kemarin itu kan kita sempat sounding ya dengan Ibu Plt Bupati, masyarakat maunya seperti apa. Kita vote kemarin itu, ya kita coba untuk mewujudkan keinginan masyarakat,” jelasnya.

Konsep pengecatan nantinya tidak dibuat seragam. DLH menyiapkan kombinasi warna yang lebih variatif agar setiap titik memiliki karakter visual tersendiri. Beberapa patung akan tetap menggunakan warna natural, sedangkan lainnya mengusung konsep monokrom.

“Jadi, tidak semua patung warnanya sama. Ada beberapa spot itu nanti ada yang kita pakai natural, ada yang nanti ada monokrom,” paparnya.

Untuk merealisasikan penataan tersebut, DLH mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 juta. Pengerjaan fisik ditargetkan mulai awal November 2026, setelah seluruh tahapan administrasi dan penerbitan SPPj rampung.

Adhi berharap, peremajaan tersebut mampu menghadirkan suasana perkotaan yang lebih segar. Selain memperindah kawasan, variasi warna pada patung dan landmark diharapkan membuat wajah Ponorogo tidak lagi terkesan monoton.

“Yang jelas nanti akan ada perubahan biar tidak monoton,” tegasnya. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 100 KK di Kelurahan Wungu Andalkan Air Bersih dari Bantuan Tandon dan Dropping 

    100 KK di Kelurahan Wungu Andalkan Air Bersih dari Bantuan Tandon dan Dropping 

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun kian dirasakan warga. Di Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu, sekitar 100 kepala keluarga (KK) di RT 5 dan RT 6 telah lebih dari sebulan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat terbatasnya aliran air dari PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Badan Penanggulangan […]

    Bagikan
  • Potensi Kerugian Negara Rp. 5 Miliar, Pemkot Madiun dan Bea Cukai Gencar Berantas Rokok Ilegal

    Potensi Kerugian Negara Rp. 5 Miliar, Pemkot Madiun dan Bea Cukai Gencar Berantas Rokok Ilegal

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya pemberantasan rokok ilegal di wilayah Kota Madiun terus digencarkan. Hal itu menyikapi data tahun 2024, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Madiun berhasil menggagalkan peredaran sekitar 7 juta batang rokok tanpa cukai, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp7,5 miliar. Sementara itu, hingga September 2025, jumlah penindakan sudah […]

    Bagikan
  • 41.577 Pelanggan Nikmati perjalanan dengan KA BIAS selama Libur Nataru

    41.577 Pelanggan Nikmati perjalanan dengan KA BIAS selama Libur Nataru

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Kereta Api (KA) Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) rute Solo – Madiun PP menjadi KA favorit pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2024/2025 (Nataru) di Wilayah Daop 7 Madiun. Bagaimana tidak, pada periode 19 Desember 2024 – 5 Januari 2025 telah tercatat sebanyak 41.577 pelanggan menggunakan kereta api tersebut. Untuk keberangkatan […]

    Bagikan
  • Cuma Bayar 81 Persen! KAI Daop 7 Madiun Buka Diskon Tiket Mulai 28 September

    Cuma Bayar 81 Persen! KAI Daop 7 Madiun Buka Diskon Tiket Mulai 28 September

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menghadirkan diskon tiket sebesar 19 persen dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 KAI. Dengan promo tersebut, pelanggan cukup membayar 81 persen dari tarif yang berlaku. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, tiket dengan tarif diskon dapat dibeli […]

    Bagikan
  • Pernikahan Usia Dini di Magetan Masih Terjadi, Mayoritas karena Kehamilan

    Pernikahan Usia Dini di Magetan Masih Terjadi, Mayoritas karena Kehamilan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Meskipun jumlahnya terus menurun dalam lima tahun terakhir, pernikahan usia dini di Kabupaten Magetan belum sepenuhnya hilang. Hingga awal Agustus 2025, tercatat 38 pasangan muda mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama. Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Magetan, Miftahuddin, menyebut sebagian besar pengajuan dipicu […]

    Bagikan
  • Teror ‘Pocong Jadi-Jadian’ di Magetan Terungkap, Ternyata Lima Pelajar SMP

    Teror ‘Pocong Jadi-Jadian’ di Magetan Terungkap, Ternyata Lima Pelajar SMP

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 497
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi teror “pocong jadi-jadian” yang sempat membuat resah warga Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, akhirnya terungkap. Polisi memastikan sosok yang terekam dalam foto dan video yang beredar di media sosial tersebut bukan makhluk gaib. Melainkan ulah lima pelajar SMP yang membuat konten demi mengikuti tren di media sosial. Sebelumnya, warga […]

    Bagikan
expand_less