Berita Terkini
Trending Tags

Mencekam! 6 Jam Penyergapan Pemuda Bersenjata Golok di Ngawi, Polisi Gunakan Senjata Kejut

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 64
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
seorang pemuda mengamuk sambil membawa golok berhasil diamankan petugas. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Sebuah situasi mencekam terjadi di Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Senin (23/2/2026) siang, ketika seorang pemuda mengamuk sambil membawa golok dan merusak atap rumah warga. Peristiwa ini bukan hanya mengejutkan, namun juga mengundang ketegangan panjang hingga enam jam sebelum akhirnya aparat kepolisian berhasil mengakhiri aksi berbahaya tersebut.

Aksi itu bermula sekitar pukul 14.15 WIB. Warga setempat mendadak panik setelah melihat Joni Peter (35), pemuda yang dikenal memiliki perilaku tak stabil, berteriak-teriak sembari melempari atap rumah tetangga dengan batu. Di tangannya tergenggam sebilah golok, membuat warga tak berani mendekat. Ketakutan semakin meningkat ketika Joni kemudian masuk ke rumahnya sambil menyeret sang adik, Leo Kristoni (29), ikut masuk ke dalam kamar.

Petugas dari Polsek Geneng tiba usia menerima laporan warga. Namun lantaran kondisi semakin genting, bantuan tambahan dari Polres Ngawi dikerahkan.

Suwarno, salah satu warga, menyebut bahwa perilaku Joni sebenarnya sudah lama meresahkan. “Dia sudah sering dilaporkan. Sering mengamuk, sering bawa golok. Hari ini yang paling parah karena sampai merusak atap rumah orang. Warga takut kalau dibiarkan bisa terjadi amuk massa,” ujarnya.

Pihak kepolisian pun bergerak untuk mengamankan situasi. Akses rumah ditutup, warga diminta menjauh, sementara sejumlah personel menggunakan perlengkapan lengkap mencoba menembus bagian samping rumah dengan menjebol jendela. Dari luar, suara barang pecah dan teriakan pelaku terdengar jelas.

Upaya negosiasi sempat dilakukan. Polisi mencoba membujuk Joni agar menyerahkan diri. Namun setiap kali pintu mendekat, Joni justru mengacungkan golok sambil berteriak tidak jelas. Situasi ini sempat membuat petugas kesulitan karena di dalam rumah juga ada adik pelaku yang dikhawatirkan bisa menjadi sasaran amukan.

Image Not Found
seorang pemuda mengamuk sambil membawa golok berhasil diamankan petugas. Foto : Kusnanto-Sinergia

Polisi memutuskan mencongkel pintu depan untuk memperluas akses masuk. Tetapi lagi-lagi Joni menolak menyerah, malah semakin agresif dan terus mengancam keselamatan petugas.

Setelah upaya persuasif tak kunjung berhasil, aparat memutuskan untuk mengambil tindakan tegas dan terukur. Sebuah senjata kejut digunakan untuk melumpuhkan pelaku. Hal itu dipilih karena dianggap paling aman mengingat kondisi adiknya yang masih berada di ruangan yang sama.

Tindakan itu akhirnya membuahkan hasil. Setelah enam jam situasi menegangkan, Joni berhasil dilumpuhkan dan ditangkap. Polisi kemudian mengamankan Leo keluar rumah dalam kondisi selamat.

Kapolsek Geneng, AKP Haris Sunarto, menjelaskan bahwa proses penyergapan memakan waktu lama karena pihaknya harus memastikan keselamatan semua orang.

“Kami bertindak setelah menerima laporan masyarakat. Karena situasinya berisiko dan personel di awal terbatas, kami berkoordinasi dengan Polres Ngawi. Pelaku berhasil kami lumpuhkan dengan aman. Untuk kondisi kejiwaannya, nanti ditangani pihak medis,” terangnya.

Sementara itu, Selvia Ade, warga lainnya, mengaku akhirnya bisa bernapas lega setelah situasi berhasil dikendalikan. “Sejak pagi warga sudah tidak tenang. Dia memang sering marah-marah dan bawa golok. Setelah polisi mendobrak dan menahan pelaku, barulah suasana kampung lebih aman,” katanya.

Dari dalam rumah, polisi mengamankan dua bilah senjata tajam: sebilah golok dan sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku selama mengamuk. Untuk mencegah kejadian serupa, petugas kemudian membawa Joni ke RSUD dr. Soeroto Ngawi guna menjalani pemeriksaan kejiwaan dan perawatan lebih lanjut.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musim Hujan Jadi Berkah, Pembudidaya Jamur Tiram Madiun Raup Untung Berlipat

    Musim Hujan Jadi Berkah, Pembudidaya Jamur Tiram Madiun Raup Untung Berlipat

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Aroma lembap memenuhi sebuah kumbung sederhana di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Dari rak-rak bambu yang tersusun rapat, rentetan jamur tiram berwarna putih bersih menggantung rimbun. Setiap pagi, sebelum matahari naik, Ajib Rahmatullah (29) dan rekannya Arfian menyusuri lorong-lorong kumbung itu sambil mengecek satu per satu baglog […]

    Bagikan
  • Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hasil uji laboratorium terkait kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa belasan siswa di SDN 2 Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, akhirnya terungkap. Pemerintah setempat memastikan tidak ada kandungan bakteri berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi siswa. Namun hasil uji ditemukan indikasi kuat adanya kontaminasi dari alat […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Rombak 14 Jabatan Camat, Sebagian Besar Sudah Menjabat Lebih dari Enam Tahun

    Bupati Madiun Rombak 14 Jabatan Camat, Sebagian Besar Sudah Menjabat Lebih dari Enam Tahun

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto merotasi 14 dari total 15 camat yang ada di Kabupaten Madiun. Perombakan ini dilakukan bersamaan dengan pelantikan 173 pejabat administrator dan pengawas di Pendopo Muda Graha, Rabu (17/09/2025) sore. Bupati Hari Wuryanto menyebut mutasi tersebut sebagai langkah penyegaran birokrasi sekaligus pengisian posisi yang sempat kosong. Menurutnya, […]

    Bagikan
  • Cegah Kanker Serviks, 1.900-an Siswi Remaja di Kota Madiun Jadi Sasaran Imunisasi HPV

    Cegah Kanker Serviks, 1.900-an Siswi Remaja di Kota Madiun Jadi Sasaran Imunisasi HPV

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 1.900-an siswi remaja di Kota Madiun mendapatkan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Seperti yang terpantau di SMP Negeri 2 Kota Madiun, vaksinasi HPV dilakukan oleh Puskesmas Demangan dengan sasaran sebanyak 127 siswi putri kelas 9 pada Rabu (15/1/2025). Sementara, pemberian vaksin untuk siswi jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat ini telah […]

    Bagikan
  • Anak-Anak Kelurahan Kejuron Isi Liburan Sekolah dengan Latihan Berkuda

    Anak-Anak Kelurahan Kejuron Isi Liburan Sekolah dengan Latihan Berkuda

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Liburan sekolah dimanfaatkan secara positif oleh sekelompok anak dari Kelurahan Kejuron, Kota Madiun. Mereka mengisi waktu luang dengan berlatih berkuda di sebuah kandang milik pribadi. Di kandang yang dihuni tiga ekor kuda tersebut, anak-anak rutin melakukan latihan menunggang kuda hingga melewati berbagai rintangan. Selain itu, mereka juga diajarkan cara merawat […]

    Bagikan
  • Jelang Idul Fitri, Pemkab Ponorogo Berikan Kado Spesial Untuk Atlet Berprestasi Popda 14

    Jelang Idul Fitri, Pemkab Ponorogo Berikan Kado Spesial Untuk Atlet Berprestasi Popda 14

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, puluhan atlet berprestasi yang berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur ke-14 menerima hadiah spesial dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Sebagai bentuk apresiasi, para atlet dan pelatih mendapatkan tunjangan hari raya (THR) berupa uang prestasi atas kerja keras mereka dalam mengharumkan nama daerah. Besaran […]

    Bagikan
expand_less