Lima Rumah Warga Ngawi Dibobol Maling Saat Ditinggal Rewang, Uang Rp16 Juta Raib
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 41 menit yang lalu
- visibility 22
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Aksi pencurian menyasar lima rumah warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (8/10/2026) siang. Pelaku diduga memanfaatkan situasi saat para pemilik rumah meninggalkan kediaman untuk rewang atau membantu tetangga yang menggelar hajatan pernikahan.
Dalam aksi tersebut, pelaku menggasak uang tunai milik dua warga dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp16 juta. Sementara itu, tiga rumah lainnya turut dibobol, tetapi tidak ada barang berharga yang dilaporkan hilang.
Salah satu korban, Sri Murtini (42), harus kehilangan uang tunai sebesar Rp15 juta yang disimpan di dalam lemari kamar. Uang tersebut rencananya digunakan untuk membayar pinjaman bank.
Istri Fauzi (45), perajin kerupuk itu, mengaku tidak menyangka rumahnya menjadi sasaran pencurian saat ditinggalkan untuk membantu hajatan tetangga.
Pelaku diduga masuk dengan cara mencongkel jendela samping rumah, kemudian menuju kamar dan mengambil uang yang tersimpan di dalam lemari.
“Uang Rp15 juta hilang. Pelaku masuk melalui jendela saat rumah ditinggal rewang,” kata Fauzi.
Aksi serupa juga dialami Sri Lestari (38). Saat kembali ke rumah, ia mendapati kondisi rumahnya sudah berantakan. Pelaku diduga masuk melalui jendela samping, mengacak-acak isi rumah, kemudian membawa kabur uang tunai sebesar Rp1,35 juta.
Menurut Sri Lestari, pencurian tersebut diduga memanfaatkan situasi ketika warga beramai-ramai membantu hajatan pernikahan anak Yudi (60), warga setempat.
“Rumah ditinggal rewang. Saat pulang, rumah sudah diacak-acak maling. Uang saya Rp1.350.000 hilang,” ungkapnya.
Selain rumah Sri Murtini dan Sri Lestari, pelaku juga diduga membobol rumah milik Misdi (56), Sami (70), dan Ucik (38). Namun, dari ketiga rumah tersebut, tidak ada uang maupun barang berharga yang dilaporkan hilang.
Kapolsek Geneng, IPTU Harli Prabowo, mengatakan polisi telah mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sejumlah rumah yang menjadi sasaran pencurian.
“Benar, ada lima rumah yang dibobol. Total kerugian sekitar Rp16 juta lebih. Modusnya diduga memanfaatkan situasi saat warga sedang rewang dan rumah-rumah dalam keadaan kosong,” jelas Harli.
Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Byg





