Lisdyarita Tekankan Kehati-hatian Pilih Kepala Dinas, Harus Tepat Bidang dan Mampu Layani Masyarakat
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan akan berhati-hati dalam menentukan satu nama dari tiga besar calon yang mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Lisdyarita mengatakan, calon kepala dinas yang dipilih nantinya harus sesuai dengan bidang yang dipimpinnya serta memiliki kemampuan dalam menghadapi dan melayani masyarakat.
Menurutnya, Ponorogo saat ini tengah berupaya bangkit sehingga dibutuhkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang mampu menata organisasi sekaligus menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
“Lihat dulu, karena dalam memilih Kepala Dinas harus hati-hati. Karena Ponorogo sedang bangkit, jadi bagaimana dalam memilih ini harus yang tepat, dengan bidangnya juga. Terus bagaimana dia menghadapi masyarakat,” ujar Lisdyarita.
Ia menambahkan, kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan. Menurutnya, seorang kepala dinas harus memiliki pendekatan yang baik ketika berhadapan dengan masyarakat.
“Ketika dalam melayani masyarakat harus benar-benar ke masyarakatnya,” lanjutnya.
Terkait pertanyaan mengenai kemungkinan latar belakang almamater menjadi pertimbangan dalam menentukan satu nama dari tiga besar, Lisdyarita menegaskan tidak memilih berdasarkan sekolah tertentu.
Ia mengatakan proses penentuan akan dilakukan secara adil dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk hasil presentasi para peserta serta komitmen mereka dalam membawa Ponorogo menjadi lebih baik.
“Kalau sekolah tertentu tidak. Saya berusaha adil. Jadi saya juga melihat, kemarin kan sempat ada presentasi juga. Dari presentasi itu saya nanti akan melihat kembali seperti apa dan komitmennya untuk membawa Ponorogo ini menjadi hebat seperti apa,” jelasnya.
Lisdyarita juga menyoroti kondisi pengelolaan anggaran yang saat ini banyak bergantung pada pemerintah pusat. Karena itu, menurutnya, kepala OPD terpilih harus mampu menata organisasi dan jajaran di bawahnya agar dapat bekerja secara terpadu.
“Bagaimana mereka bisa menata organisasinya, menata dinasnya, menata bawahannya, sehingga ini bisa semua menjadi satu,” katanya.
Lisdyarita menegaskan, proses pemilihan tersebut harus dilakukan secara cermat karena kepala dinas nantinya memiliki tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat Ponorogo.
“Yang pasti kan kita untuk semuanya untuk masyarakat Ponorogo. Jadi mesti hati-hati sekali kita dalam memilih ini,” pungkasnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





