Berita Terkini
Trending Tags

Logo Juara 2 Hari Jadi ke-351 Magetan Dinilai Lebih Menarik, Netizen Pertanyakan Hasil Lomba

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 62
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Hasil lomba logo Hari Jadi Magetan memicu perdebatan di media sosial. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Hasil Lomba Logo dan Slogan Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah netizen mempertanyakan hasil pemeringkatan setelah menilai desain yang meraih Juara 2 justru lebih menarik secara visual dibandingkan karya yang ditetapkan sebagai juara pertama.

Perdebatan tersebut muncul setelah hasil lomba dipublikasikan melalui akun Instagram @magetantourism dan @diskominfomagetan. Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet yang menyoroti kualitas visual maupun dasar penilaian karya para pemenang.

Berdasarkan pengumuman panitia, Aisah Nur Janah ditetapkan sebagai Juara 1. Posisi Juara 2 diraih Rohmad Khomarudin, sedangkan Erwin Dwi Rahmadi berada di peringkat ketiga.

Namun, karya Rohmad justru menjadi salah satu yang paling banyak mendapat perhatian dalam kolom komentar. Sejumlah netizen menilai logo tersebut memiliki tampilan yang lebih estetik, modern, dan kuat secara visual dibandingkan karya yang menempati posisi pertama.

Salah satu komentar disampaikan akun @banxsuha, yang mengaku sebagai sesama desainer grafis. Ia secara terbuka menilai karya Rohmad lebih layak menempati posisi pertama jika parameter yang digunakan adalah aspek visual. 

“Dari saya yang sesama desainer grafis: Juara 2 kuwi kudune nomer 1,” tulis akun itu.

Akun tersebut juga memberikan penilaian terhadap sejumlah elemen grafis dalam logo Juara 2. Salah satunya adalah ilustrasi naga yang disisipkan pada angka 3 dan 5, yang menjadi bagian dari identitas Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan.

Menurutnya, detail shading atau bayangan pada setiap lekukan ilustrasi tersebut membuat logo terlihat memiliki dimensi dan memberikan kekuatan tersendiri pada tampilan desain.

“Detail shading bayangan di tiap lekukan ini bagus sekali kalau diperhatikan,” tambahnya.

Ia juga menilai penerapan efek tiga dimensi pada desain tersebut masih proporsional dan sejalan dengan perkembangan tren desain grafis saat ini.

Perdebatan tidak hanya berhenti pada perbandingan antara Juara 1 dan Juara 2. Sejumlah komentar juga mempertanyakan dasar penilaian serta mekanisme yang digunakan dewan juri dalam menentukan peringkat karya.

Perbedaan penilaian tersebut menunjukkan adanya jarak antara preferensi visual sebagian publik dengan hasil akhir yang ditetapkan panitia. Sebab, penilaian sebuah karya desain tidak selalu hanya ditentukan oleh tampilan estetika, tetapi dapat mencakup sejumlah aspek lain sesuai kriteria yang ditetapkan dalam lomba.

Di tengah perbincangan tersebut, Erwin Dwi Rahmadi, peraih Juara 3, turut memberikan klarifikasi ketika menanggapi salah satu komentar netizen.

Erwin menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan khusus dengan panitia dan keputusan mengenai pemenang sepenuhnya berada di tangan penyelenggara.

“Ijin mas, ngga ada yang kenal dari pihak panitia. Keputusan mutlak dari panitia,” tulisnya.

Pernyataan tersebut sekaligus merespons anggapan yang muncul di kolom komentar mengenai kemungkinan adanya kedekatan antara peserta dan pihak penyelenggara.

Meski keputusan pemenang telah ditetapkan, perbincangan di media sosial menunjukkan bahwa karya Juara 2 berhasil mendapatkan perhatian cukup besar dari publik.

Hingga kini, keputusan pemenang tetap mengacu pada hasil penilaian panitia dan dewan juri. Sementara itu, panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam Lomba Logo dan Slogan Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan.

Terlepas dari posisi yang diraih, karya Rohmad Khomarudin sebagai Juara 2 menjadi sorotan tersendiri karena dinilai sejumlah netizen memiliki daya tarik visual yang kuat. Perdebatan tersebut sekaligus menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap identitas visual perayaan Hari Jadi Kabupaten Magetan tahun ini. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulog Madiun Rawat 63 Ribu Ton Beras, Begini Cara Jaga Kualitasnya Tetap Aman

    Bulog Madiun Rawat 63 Ribu Ton Beras, Begini Cara Jaga Kualitasnya Tetap Aman

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Perum Bulog Sub Divre Madiun memastikan seluruh stok beras di gudangnya tetap aman dan layak konsumsi meski disimpan selama berbulan-bulan. Melalui perawatan rutin harian, bulanan, dan triwulanan, Bulog menjaga kualitas 63 ribu ton beras yang tersimpan di empat gudang wilayah Madiun dan Ngawi. Kepala Kantor Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto, mengatakan […]

    Bagikan
  • Enam Ribu Santri Ponpes Darul Huda Mayak Dipulangkan Dengan 70 Bus

    Enam Ribu Santri Ponpes Darul Huda Mayak Dipulangkan Dengan 70 Bus

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 816
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sekitar enam ribu santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipulangkan ke daerah asal masing-masing pada Sabtu (7/3/2026). Proses pemulangan dilakukan secara bertahap dengan menyiapkan puluhan armada bus. Sejak pagi hari, para santri tampak bersiap meninggalkan kompleks pondok. Mereka mengemas pakaian serta buku ke dalam tas […]

    Bagikan
  • Lolos Dari Pengawasan, Anak Empat Tahun di Ponorogo Terperosok Selokan Saat Hujan Deras

    Lolos Dari Pengawasan, Anak Empat Tahun di Ponorogo Terperosok Selokan Saat Hujan Deras

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang anak perempuan berinisial M.A.S berusia empat tahun, warga Jenangan, Ponorogo, mengalami peristiwa naas setelah terperosok ke dalam selokan saat hujan deras. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 10 April 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, di Jalan Pramuka, masuk Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan. Kejadian bermula saat korban bersama ibunya berinisial T tengah […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan korupsi dana hibah pokir DPRD Magetan membuka fakta adanya kelemahan dalam sistem pengawasan pengelolaan keuangan daerah. Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, menyebut bahwa praktik penyimpangan dapat terjadi karena lemahnya kontrol pada setiap tahapan penyaluran hibah. “Pengawasan yang tidak optimal membuka celah bagi oknum untuk memanipulasi proses, mulai dari perencanaan […]

    Bagikan
  • Angka Stunting Turun Tapi Lambat, Bupati Madiun Soroti Akurasi Pendataan

    Angka Stunting Turun Tapi Lambat, Bupati Madiun Soroti Akurasi Pendataan

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Upaya Pemerintah Kabupaten Madiun menekan angka stunting menunjukkan tren positif, tetapi penurunannya masih berjalan lambat. Hingga Juli 2026, prevalensi stunting di Kabupaten Madiun tercatat 5,02 persen, turun tipis dari 5,14 persen pada 2025. Data tersebut menunjukkan prevalensi stunting hanya turun sekitar 0,12 persen dalam setahun. Sebelumnya, angka stunting juga turun dari […]

    Bagikan
  • Mobil Sedan Terbakar di Kawasan Sleko, Penumpang Berhasil Diselamatkan

    Mobil Sedan Terbakar di Kawasan Sleko, Penumpang Berhasil Diselamatkan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebuah mobil sedan Timor berwarna kuning terbakar di kawasan Sleko, Kota Madiun, Rabu sore (05/11/2025). Insiden ini sempat menghebohkan warga dan terekam dalam video amatir yang beredar di media sosial. Mobil tersebut dikendarai oleh Dwi Kurniawan, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Dalam video, terlihat api menyala di ruang […]

    Bagikan
expand_less