Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Magetan Percepat Penyusunan RDTR, Enam Kecamatan Belum Terintegrasi OSS

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 38
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab Magetan mempercepat penyusunan RDTR untuk mendukung kepastian investasi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk memberikan kepastian pemanfaatan lahan sekaligus mempermudah perizinan investasi. Dari total 18 kecamatan, enam wilayah telah memiliki RDTR yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS), sementara enam kecamatan lainnya tengah mendapatkan bantuan teknis penyusunan dokumen dari pemerintah pusat.

Ketersediaan RDTR dinilai penting untuk memastikan rencana usaha dan pembangunan sesuai dengan peruntukan ruang. Melalui dokumen tersebut, calon investor maupun pelaku usaha dapat mengetahui kesesuaian lokasi dengan jenis kegiatan yang akan dijalankan sebelum memulai pembangunan.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan, Sumarhadi Prasetyo, menjelaskan enam wilayah yang telah memiliki RDTR terintegrasi OSS meliputi Kecamatan Perkotaan Magetan, Perkotaan Sukomoro, Plaosan, Barat, Kartoharjo, dan Karangrejo.

Sementara itu, enam kecamatan lainnya memperoleh bantuan teknis penyusunan RDTR dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Proses penyusunan dokumen tersebut telah memasuki tahapan Focus Group Discussion (FGD).

Keenam wilayah itu adalah Kecamatan Poncol, Parang, Lembeyan, Kawedanan, Takeran, dan Ngariboyo.

“Jadi, kalau Perda RTRW itu bicaranya kawasan, di RDTR ini mengatur peruntukan lahan hingga per persil dan alas hak,” ujar Sumarhadi.

Ia menjelaskan, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) memberikan arahan pemanfaatan ruang dalam cakupan yang lebih luas, sedangkan RDTR memuat pengaturan yang lebih terperinci. Integrasi RDTR dengan OSS diharapkan dapat menyederhanakan proses pemeriksaan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sebagai salah satu aspek penting dalam perizinan usaha.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, kesesuaian pemanfaatan ruang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan perizinan berusaha. Dengan tersedianya RDTR terintegrasi, proses penerbitan KKPR dapat dilakukan melalui mekanisme konfirmasi berdasarkan rencana tata ruang yang telah terdigitalisasi, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumarhadi menyebut, keberadaan RDTR juga membantu memperjelas tahapan perizinan bagi pelaku usaha berdasarkan karakteristik dan skala kegiatan yang direncanakan.

Di tengah upaya menarik investasi, Pemkab Magetan menegaskan pemanfaatan ruang tetap harus memperhatikan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Dalam perencanaan yang disampaikan DPUPR, luas LP2B yang diusulkan mencapai 23.016,51 hektar dari total kawasan pertanian pangan sekitar 32.000 hektare.

Sumarhadi menjelaskan, selisih antara luas kawasan pertanian pangan dan lahan yang ditetapkan sebagai LP2B menjadi salah satu pertimbangan dalam perencanaan pemanfaatan ruang. Namun, selisih tersebut tidak serta-merta dapat dialihfungsikan karena penggunaannya tetap harus mengikuti ketentuan tata ruang dan perlindungan lahan pertanian yang berlaku.

“Nanti proses pembangunan kabupaten dari sisi pemanfaatan atau perizinan itu mengacu pada rencana detail tata ruang. Selisih dari kawasan pertanian pangan dan LP2B nanti yang bisa dialihfungsikan untuk mengakomodasi investasi atau pengembangan kabupaten,” jelasnya.

Pengaturan tersebut menjadi penting agar pengembangan kawasan usaha, industri, maupun kegiatan ekonomi lainnya tidak mengabaikan keberlanjutan sektor pertanian. Kepastian mengenai lokasi yang dapat dikembangkan juga diharapkan mampu mengurangi potensi konflik pemanfaatan lahan di kemudian hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Magetan, Benny Adrian, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menargetkan investasi sebesar Rp. 710 miliar pada 2026.

Hingga triwulan II 2026, realisasi investasi yang dihimpun mencapai Rp. 413 miliar. Angka tersebut setara dengan sekitar 58,2 persen dari target tahunan. Pemkab Magetan masih berupaya mendorong penambahan investasi hingga akhir tahun.

Menurut Benny, keberadaan RDTR yang dapat diakses masyarakat akan membantu investor dan pelaku usaha mengidentifikasi kesesuaian lokasi dengan rencana kegiatan bisnisnya. Informasi tersebut juga dapat menjadi pertimbangan awal sebelum pelaku usaha mengurus perizinan dan mengeluarkan modal untuk pembangunan.

“Intinya mempermudah investor dan pelaku usaha untuk melihat cocoknya usaha apa dan mengantongi perizinan dasar, terutama tata ruang. Jadi, jangan sampai bangun dulu baru lihat tata ruangnya,” kata Benny.

Dengan demikian, penyelesaian RDTR di wilayah yang belum memiliki dokumen tersebut menjadi salah satu pekerjaan penting Pemkab Magetan. Selain mendukung kemudahan investasi, dokumen ini diharapkan memberikan kepastian pemanfaatan ruang bagi masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lahan pertanian.

Keberhasilan upaya tersebut akan bergantung pada penyelesaian dokumen, integrasinya dengan sistem OSS, serta konsistensi penerapan ketentuan tata ruang dalam setiap rencana pembangunan di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Guru dan Kepala SD di Kabupaten Madiun Ikuti Bimtek, Penguatan Kokurikuler Jadi Fokus Pembelajaran

    Ratusan Guru dan Kepala SD di Kabupaten Madiun Ikuti Bimtek, Penguatan Kokurikuler Jadi Fokus Pembelajaran

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun mendorong penguatan kegiatan kokurikuler di sekolah dasar sebagai bagian dari upaya membangun karakter sekaligus kompetensi peserta didik. Upaya tersebut dilakukan melalui bimbingan teknis (Bimtek) yang diikuti ribuan guru dan kepala sekolah dasar. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, menjelaskan bahwa pembentukan karakter siswa tidak hanya […]

    Bagikan
  • Specta Night Kota Madiun Sedot Animo Ribuan Masyarakat, Pemkot Siapkan Evaluasi

    Specta Night Kota Madiun Sedot Animo Ribuan Masyarakat, Pemkot Siapkan Evaluasi

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun kembali dipadati masyarakat pada Sabtu malam (19/9/2026). Gelaran Specta Night yang dikemas dalam kegiatan Car Free Night (CFN) tersebut menghadirkan beragam hiburan dan kreativitas komunitas. Deretan mobil modifikasi yang berjajar di sisi timur PSC menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Sementara itu, […]

    Bagikan
  • Duh ! Viral Sekelompok Pemuda Konvoi Motor dan Tembakkan Petasan ke Warga

    Duh ! Viral Sekelompok Pemuda Konvoi Motor dan Tembakkan Petasan ke Warga

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Aksi berbahaya sekelompok pemuda di Kabupaten Ngawi viral di media sosial. Dalam video berdurasi 34 detik yang beredar, mereka berkonvoi dengan sepeda motor di sepanjang Jalan Yos Sudarso hingga Jalan MH. Thamrin, sambil menyalakan dan menembakkan petasan ke arah warga, Selasa (27/08/2025). Dalam rekaman tersebut terlihat percikan api dan suara ledakan […]

    Bagikan
  • Efek PMK, Pembeli Daging Sapi di Pasar Sleko Menurun

    Efek PMK, Pembeli Daging Sapi di Pasar Sleko Menurun

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda sejumlah daerah berdampak langsung pada pasokan daging sapi di Pasar Sleko Kota Madiun. Para pedagang daging sapi mengeluhkan penurunan pasokan serta turunnya minat pembeli. Salah satu pedagang daging sapi, Hartanto, mengungkapkan dalam beberapa minggu terakhir pasokan daging sapi yang diterimanya menurun. “Biasanya […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan korupsi dana hibah pokir DPRD Magetan membuka fakta adanya kelemahan dalam sistem pengawasan pengelolaan keuangan daerah. Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, menyebut bahwa praktik penyimpangan dapat terjadi karena lemahnya kontrol pada setiap tahapan penyaluran hibah. “Pengawasan yang tidak optimal membuka celah bagi oknum untuk memanipulasi proses, mulai dari perencanaan […]

    Bagikan
  • Viral! Empat Bocah Diduga Bobol Mushola dan Sekolah di Ngariboyo, Magetan

    Viral! Empat Bocah Diduga Bobol Mushola dan Sekolah di Ngariboyo, Magetan

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jagat media sosial dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan empat orang bocah diduga membobol mushola dan ruang penyimpanan alat musik di SD Negeri 4 Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Keempatnya tertangkap basah oleh warga pada Sabtu sore (10/5/2025), setelah sebelumnya melihat gerak-gerik mereka mencurigakan. Dalam unggahan yang beredar, tertulis bahwa keempat […]

    Bagikan
expand_less