Berita Terkini
Trending Tags

Pemkot Madiun Lakukan Pendataan Warga Kurang Mampu Yang Belum Masuk DTSEN

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 184
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun saat meninjau pelayanan di Kelurahan Oro Oro Ombo Kecamatan Kartoharjo, (10/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun terus mempercepat pendataan warga kurang mampu guna memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), tercatat sebanyak 3.155 keluarga atau 9.608 jiwa masuk kategori Desil 1, serta 3.558 keluarga atau 10.397 jiwa masuk kategori Desil 2. Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun saat meninjau pelayanan di Kelurahan Oro Oro Ombo Kecamatan Kartoharjo pada Jumat (10/4/2026).

Bagus menegaskan bahwa saat ini pihaknya telah menginstruksikan seluruh lurah untuk melakukan pendataan ulang secara lebih detail di lapangan. Langkah ini dilakukan menyusul temuan adanya warga yang dinilai layak menerima bantuan, namun belum tercantum dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Memang sekarang saya minta kepada lurah-lurah untuk mendata warga yang tidak mampu. Menurut kacamata saya mereka sebenarnya tidak mampu tapi belum masuk data DTSEN,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendataan dilakukan secara langsung dengan dokumentasi oleh petugas kelurahan. Hal ini bertujuan agar kondisi riil masyarakat dapat tergambar secara akurat.

“Makanya kelurahan hari ini banyak keliling untuk pendataan itu. Supaya nanti kita bisa melakukan intervensi terhadap masyarakat yang tidak masuk dalam DTSEN,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Madiun, Heri Suwartono, menyampaikan bahwa proses pendataan dan validasi dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dari kementerian terkait.

“Sudah berjalan, kelurahan sudah turun, dan setiap saat selalu ada perbaikan data,” jelas Heri.

Terkait penyaluran bantuan bagi warga yang belum terdata, Heri menyebut bahwa mekanisme pemberian bantuan akan disesuaikan dengan kualifikasi masing-masing penerima.

“Kalau seperti itu nanti melihat kualifikasinya. Yang memenuhi syarat Program Keluarga Harapan (PKH) ya lebih bagus PKH, jadi disesuaikan dengan persyaratan yang masuk,” ujarnya.

Pemkot Madiun berharap, melalui pendataan ulang ini, tidak ada lagi warga kurang mampu yang terlewat dari program bantuan sosial pemerintah. Pendataan yang akurat dinilai menjadi kunci utama dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kota Pendekar. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemarau Panjang Ancam Lima Kecamatan di Ponorogo, 3.000 Warga Berpotensi Terdampak

    Kemarau Panjang Ancam Lima Kecamatan di Ponorogo, 3.000 Warga Berpotensi Terdampak

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo memetakan lima kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026. Sedikitnya sekitar 3.000 jiwa diperkirakan terdampak apabila pasokan air bersih mulai berkurang saat puncak kemarau. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan musim kemarau diprediksi mulai berlangsung pada Juli mendatang. Berdasarkan […]

    Bagikan
  • Tim Medis Dinkes Madiun Kawal Keberangkatan 450 Jemaah Calon Haji Menuju Embarkasi Surabaya

    Tim Medis Dinkes Madiun Kawal Keberangkatan 450 Jemaah Calon Haji Menuju Embarkasi Surabaya

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melakukan pengawalan kesehatan terhadap ratusan jamaah calon haji sejak tahap pemeriksaan hingga keberangkatan. Sebanyak 450 jamaah diberangkatkan dari Pendopo Muda Ronggo Djumeno menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Senin (27/4/2026). Untuk memastikan kondisi jamaah tetap prima, Dinkes Kabupaten Madiun menerjunkan 11 tim medis […]

    Bagikan
  • Kasus Narkoba Meningkat 40 Persen, Generasi Muda dan Usia Produktif Jadi Sasaran

    Kasus Narkoba Meningkat 40 Persen, Generasi Muda dan Usia Produktif Jadi Sasaran

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magetan memusnahkan barang bukti narkotika yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), Kamis (12/06/2025). Dalam pemusnahan yang berlangsung di halaman kantor Kejari Magetan tersebut, dimusnahkan sebanyak 333,77 gram sabu dan 3.551 butir pil koplo (pil LL) dari 12 perkara yang telah diputus pengadilan. Kepala Kejaksaan Negeri Magetan, […]

    Bagikan
  • 500 Warga Terdampak Akibat Banjir Bandang Josaren Desa Sugihwaras

    500 Warga Terdampak Akibat Banjir Bandang Josaren Desa Sugihwaras

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Sedikitnya 500 warga terdampak akibat banjir bandang yang menerjang Dusun Josaren Desa Sugihwaras Kec Saradan Kab Madiun. Warga terpaksa mengungsi ke rumah rumah penduduk dan bangunan sekolah yang dirasa aman dari terjangan air banjir. Kepala bidang Perlindungan Jaminan Sosial, Dinsos Kab Madiun Dedy Anggoro mengaku pihaknya sudah berada di lokasi […]

    Bagikan
  • Rokok Ilegal Masih Marak di Ponorogo, Harga Murah Bisa Beli Lewat Online

    Rokok Ilegal Masih Marak di Ponorogo, Harga Murah Bisa Beli Lewat Online

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai masih menjadi persoalan di Kabupaten Ponorogo. Di tengah himpitan ekonomi, sebagian warga mengaku terpaksa memilih rokok jenis ini karena harganya jauh lebih murah dibandingkan rokok resmi bercukai. Ahmad, seorang warga Kecamatan Pulung, mengaku sering menjumpai rokok ilegal beredar di lingkungannya. Meski sadar bahwa produk tanpa […]

    Bagikan
  • Program TPS 3R DLHKP Magetan Dikritik : Banyak Dibangun, Minim Pengelolaan

    Program TPS 3R DLHKP Magetan Dikritik : Banyak Dibangun, Minim Pengelolaan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Ketahanan Pangan (DLHKP) Kabupaten Magetan menuai sorotan tajam. Meskipun belasan unit TPS 3R telah dibangun, pelaksanaan di lapangan dinilai belum mencerminkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tercatat sedikitnya 22 titik TPS 3R telah berdiri di berbagai wilayah Magetan. Selain […]

    Bagikan
expand_less