Berita Terkini
Trending Tags

Hama Wereng Serang Sawah Petani Ponorogo, Potensi Gagal Panen Tak Terhindarkan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 179
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
petani merugi, 8 kotak di persawahan bangunsari diserang wereng, Foto : ega patria Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Serangan hama wereng kembali menghantui para petani di Kabupaten Ponorogo. Sedikitnya delapan hektar dari total sebelas hektar lahan pertanian di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Ponorogo, rusak parah hingga menyebabkan tanaman padi gagal panen alias puso.

Kondisi ini dikeluhkan para petani karena terjadi begitu cepat dan luas. Dalam hitungan malam, petak-petak sawah berubah mengering, tanaman mati, dan bulir padi kosong tak berisi.

“Wereng coklat, ini kejadian luar biasa. Gerakannya cepat sekali. Hanya dua malam, sawah kami habis. Awalnya baik-baik saja, tapi tiba-tiba menyerang pangkal batang. Dari sana menyebar, batang bawah diisap, bertelur dan menetas, lalu menyerap lagi. Semuanya rusak, layu, dan mati,” ungkap Ahmad Subkhi, salah satu petani terdampak, Kamis (10/7/2025).

Image Not Found
Tanaman padi usia 50 hari mati diserang hama wereng, Foto : Ega Patria – Sinergia

Ia menyebut sebagian padi yang sudah bunting sekitar 50 hari kini hanya dibiarkan. Menurutnya, jika dirawat pun biaya pestisida terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan hasil panen yang akan didapat.

“Sudah ada bantuan obat, tapi jumlahnya terbatas, petani banyak. Biaya perawatan lebih besar dari hasilnya. Yang bisa ditangani hanya sebagian, selebihnya ya dibiarkan,” ujarnya.

Serangan wereng kali ini disebut jauh lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurut petani, serangan dipicu oleh cuaca kemarau basah yang mempercepat siklus hidup hama. Wereng berkembang biak cepat, warnanya berubah dari putih ke coklat saat memasuki fase dewasa dan mulai merusak tanaman dari akar hingga daun.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ngudi Hasil, Farid Nurcholis menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan penyemprotan secara mandiri guna mencegah serangan meluas.

“Kami semprot sendiri, tapi dengan luas lahan seperti ini tentu tidak cukup. Harus ada tindakan dari pemerintah, jangan hanya hadir saat panen saja,” tegas Farid.

Petani berharap pemerintah turun langsung ke lapangan, melihat kondisi nyata, serta memberikan bantuan yang proporsional. Jika terus seperti ini, bukan hanya petani yang rugi, tetapi juga negara karena pasokan pangan akan terganggu.

“Gini terus, ya negara juga yang rugi. Stok pangan pasti berkurang. Pemerintah harus lihat kondisi kami saat begini, jangan cuma datang waktu panen saja,” pungkas Ahmad Subkhi.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral! Aksi Perampokan Bersenjata di Maospati, Korban Ungkap Detik-Detik Mencekam di Kamar Tidur

    Viral! Aksi Perampokan Bersenjata di Maospati, Korban Ungkap Detik-Detik Mencekam di Kamar Tidur

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang warga Maospati menjadi korban aksi perampokan bersenjata yang terjadi dini hari, Senin (16/6/2025). Kisah mencekam itu dibagikan langsung oleh korban, Satriya Bima Ariyaa, melalui unggahan media sosial yang kemudian viral di berbagai grup WhatsApp dan Instagram komunitas Magetan. Kapolsek Maospati, Kompol Haris Prabowo, membenarkan adanya laporan tersebut. Hingga Selasa malam […]

    Bagikan
  • Berawal dari Hobi, Dosen di Ponorogo Sukses Tangkar Ratusan Burung Merak

    Berawal dari Hobi, Dosen di Ponorogo Sukses Tangkar Ratusan Burung Merak

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Berawal dari hobi memelihara hewan, Edy Kurniawan (46), seorang dosen Fakultas Teknik di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, kini sukses mengelola penangkaran merak yang menampung lebih dari 250 ekor burung merak berbagai jenis. Penangkaran yang berlokasi di Dusun Gentan, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, ini berdiri di atas lahan seluas 2.000 […]

    Bagikan
  • Pemerintah Kecamatan Wonoasri Dorong Kegiatan Kesenian dan Budaya Terpusat di Desa

    Pemerintah Kecamatan Wonoasri Dorong Kegiatan Kesenian dan Budaya Terpusat di Desa

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kecamatan Wonoasri menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Fokus utama perencanaan ini adalah peningkatan produktivitas swasembada pangan dan energi serta percepatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Rapat Musrenbang ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Wonoasri, […]

    Bagikan
  • Siswa SMA Taruna Angkasa Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Senior, Orang Tua Laporkan ke Polisi

    Siswa SMA Taruna Angkasa Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Senior, Orang Tua Laporkan ke Polisi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dunia pendidikan kembali diguncang oleh kasus dugaan kekerasan antarsiswa. Seorang pelajar kelas XI-7 SMA Taruna Angkasa Madiun berinisial AAM (16) mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oleh para seniornya. Orang tua korban, Edi Sutikno, telah melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian pada Kamis (04/12/2025). Insiden itu disebut terjadi pada Selasa malam […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Buka Peluang Restorative Justive Dalam Kasus Penganiayaan Anak yang Viral

    Polres Magetan Buka Peluang Restorative Justive Dalam Kasus Penganiayaan Anak yang Viral

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penyelesaian melalui mekanisme Restorative Justice kembali dibuka Polres Magetan terkait kasus penganiayaan terhadap anak berinisial B, warga Kelurahan Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan. Dalam insiden yang terjadi pada 27 November lalu itu, B diduga dipergoki mencuri velg truk senilai sekitar Rp.120 ribu oleh Bambang Sutrisno (46), pemilik bengkel setempat. Emosi tak […]

    Bagikan
  • Satu Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Jalur Ngawi–Mantingan

    Satu Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Jalur Ngawi–Mantingan

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Raya Ngawi–Mantingan, tepatnya di kilometer 33–34, Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Rabu (29/10/2025) sore. Insiden tersebut menewaskan seorang pengendara sepeda motor di lokasi kejadian. Peristiwa nahas itu berlangsung sekitar pukul 16.15 WIB. Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula ketika truk Isuzu […]

    Bagikan
expand_less