Berita Terkini
Trending Tags

Hama Wereng Serang Sawah Petani Ponorogo, Potensi Gagal Panen Tak Terhindarkan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 113
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
petani merugi, 8 kotak di persawahan bangunsari diserang wereng, Foto : ega patria Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Serangan hama wereng kembali menghantui para petani di Kabupaten Ponorogo. Sedikitnya delapan hektar dari total sebelas hektar lahan pertanian di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Ponorogo, rusak parah hingga menyebabkan tanaman padi gagal panen alias puso.

Kondisi ini dikeluhkan para petani karena terjadi begitu cepat dan luas. Dalam hitungan malam, petak-petak sawah berubah mengering, tanaman mati, dan bulir padi kosong tak berisi.

“Wereng coklat, ini kejadian luar biasa. Gerakannya cepat sekali. Hanya dua malam, sawah kami habis. Awalnya baik-baik saja, tapi tiba-tiba menyerang pangkal batang. Dari sana menyebar, batang bawah diisap, bertelur dan menetas, lalu menyerap lagi. Semuanya rusak, layu, dan mati,” ungkap Ahmad Subkhi, salah satu petani terdampak, Kamis (10/7/2025).

Image Not Found
Tanaman padi usia 50 hari mati diserang hama wereng, Foto : Ega Patria – Sinergia

Ia menyebut sebagian padi yang sudah bunting sekitar 50 hari kini hanya dibiarkan. Menurutnya, jika dirawat pun biaya pestisida terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan hasil panen yang akan didapat.

“Sudah ada bantuan obat, tapi jumlahnya terbatas, petani banyak. Biaya perawatan lebih besar dari hasilnya. Yang bisa ditangani hanya sebagian, selebihnya ya dibiarkan,” ujarnya.

Serangan wereng kali ini disebut jauh lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurut petani, serangan dipicu oleh cuaca kemarau basah yang mempercepat siklus hidup hama. Wereng berkembang biak cepat, warnanya berubah dari putih ke coklat saat memasuki fase dewasa dan mulai merusak tanaman dari akar hingga daun.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ngudi Hasil, Farid Nurcholis menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan penyemprotan secara mandiri guna mencegah serangan meluas.

“Kami semprot sendiri, tapi dengan luas lahan seperti ini tentu tidak cukup. Harus ada tindakan dari pemerintah, jangan hanya hadir saat panen saja,” tegas Farid.

Petani berharap pemerintah turun langsung ke lapangan, melihat kondisi nyata, serta memberikan bantuan yang proporsional. Jika terus seperti ini, bukan hanya petani yang rugi, tetapi juga negara karena pasokan pangan akan terganggu.

“Gini terus, ya negara juga yang rugi. Stok pangan pasti berkurang. Pemerintah harus lihat kondisi kami saat begini, jangan cuma datang waktu panen saja,” pungkas Ahmad Subkhi.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan IKPM Gontor Madiun 2026–2030, Kyai Hasan Tekankan Kewajiban Bukan Sekadar Kebaikan

    Pelantikan IKPM Gontor Madiun 2026–2030, Kyai Hasan Tekankan Kewajiban Bukan Sekadar Kebaikan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kepengurusan baru Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Darussalam Gontor Cabang Madiun periode 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun, Minggu (15/3/2026). Pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Kyai Haji Hasan Abdullah Sahal, serta dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Madiun. Acara ini […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Dorong UMKM dan PKL untuk Perkuat Wisata

    Pemkot Madiun Dorong UMKM dan PKL untuk Perkuat Wisata

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun kian serius mengokohkan sektor pariwisata. Lonjakan kunjungan wisatawan dari luar daerah menjadi bukti bahwa potensi wisata perlu diimbangi dengan pelayanan publik yang prima. Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker KUKM) terus mendorong penguatan sektor UMKM dan pedagang kaki […]

    Bagikan
  • Hasil Penyelidikan Pasutri di Pulung Dibunuh Anaknya dengan Benda Tumpul

    Hasil Penyelidikan Pasutri di Pulung Dibunuh Anaknya dengan Benda Tumpul

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kasus tewasnya pasangan suami istri, Kaseno (65) dan istrinya Sarilah (63), warga Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, mulai menemukan titik terang. Polisi menduga kuat pelaku pembunuhan adalah anak kandung mereka sendiri, Sukar (30), yang diketahui mengalami gangguan jiwa. Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait temuan pasangan […]

    Bagikan
  • Bus Mogok Diseruduk Truk Boks di Madiun, Sopir Truk Boks Tewas Terjepit

    Bus Mogok Diseruduk Truk Boks di Madiun, Sopir Truk Boks Tewas Terjepit

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Nasional Madiun–Surabaya, tepatnya di Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Selasa (7/4/2026) siang. Sebuah bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang tengah mogok ditabrak truk boks dari arah belakang. Peristiwa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Kejadian ini melibatkan bus Sumber Selamat bernopol W […]

    Bagikan
  • Sepanjang 2025, Kejari Kota Madiun Amankan Aset dan Keuangan Negara Lebih dari Rp2,5 Miliar

    Sepanjang 2025, Kejari Kota Madiun Amankan Aset dan Keuangan Negara Lebih dari Rp2,5 Miliar

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun mencatat capaian signifikan sepanjang 2025. Terhitung sejak Januari hingga 5 Desember 2025, Kejari berhasil menyelamatkan aset negara berupa objek tanah dan bangunan yang sebelumnya dikuasai pihak lain dengan nilai mencapai Rp2,256 miliar. Tidak hanya itu, Kejari Kota Madiun juga melakukan pemulihan keuangan negara sebesar Rp322,6 […]

    Bagikan
  • Modus Pecah Kaca Mobil, Tas dan Uang Rp. 2 Juta Warga Magetan Raib

    Modus Pecah Kaca Mobil, Tas dan Uang Rp. 2 Juta Warga Magetan Raib

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah mobil yang diparkir di tepi Jalan Seno, Kelurahan Tambran, menjadi sasaran pencurian dengan modus pecah kaca pada Selasa malam (18/3/2023). Peristiwa ini menimpa Eva, warga Jalan Yos Sudarso Kelurahan Sukowinangun, yang kehilangan dua tas berisi keperluan sekolah anaknya, buku tabungan, dan uang tunai sekitar Rp. 2 juta. Wingin Nursalim (60), […]

    Bagikan
expand_less