
Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Sosial tengah menyiapkan gebrakan baru untuk memperkuat kepedulian terhadap warga lanjut usia (lansia). Program tersebut diberi nama Gerakan RT Peduli Lansia (Gerilia) dan akan segera dilaunching dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Parminto Budi, mengungkapkan bahwa jumlah lansia di Magetan mencapai sekitar 58 ribu orang, yang mayoritas masuk dalam kategori keluarga tidak mampu (Desil 1 hingga Desil 5).
“Harapan kami, gerakan ini bisa membangun kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong di tingkat lingkungan terdekat, yaitu RT. Karena lansia ini tidak cukup hanya dibantu setiap tiga bulan sekali, tapi mereka butuh perhatian setiap hari,” jelas Parminto.
Sebagai langkah awal, program ini sudah diproyeksikan di tiga titik, yakni Desa Gonggang, Desa Tulung, dan Kelurahan Sukowinangun. Nantinya, setiap RT akan memiliki relawan khusus yang telah dibekali pelatihan.
“Setelah launching, kami akan adakan pelatihan tiga hari bagi relawan RT bersama Dinas Kesehatan. Mereka yang berada paling dekat dengan lansia diharapkan bisa menemukan dan menangani permasalahan sejak dini,” tambahnya.
Tidak hanya Dinas Sosial, program ini juga melibatkan sejumlah instansi lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan, Dinas PMD, hingga rumah sakit daerah. Beberapa BUMD juga digandeng, antara lain PDAM dan BPRS, untuk mendukung berbagai kebutuhan di lapangan.
Gerakan ini bahkan diarahkan untuk membantu persoalan mendasar, misalnya lansia yang sakit namun tidak terdaftar dalam program jaminan kesehatan.
“Kalau ditemukan lansia sakit dan belum terdaftar BPJS, akan kita lihat mekanismenya. Jika memenuhi syarat masuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN, akan kita dorong segera masuk. Kalau tidak, kami koordinasikan dengan keluarga agar tetap ada solusi,” terang Parminto.
Parminto berharap, gerakan ini nantinya bisa menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Kami ingin Gerakan RT Peduli Lansia menjadi gerakan gotong royong. Lansia tidak boleh dibiarkan sendirian, apalagi yang masuk kategori rentan. Karena itu kami berharap Bupati bisa meresmikannya secara langsung,” pungkasnya.
Program ini digadang-gadang sebagai inovasi sosial yang mampu memperkuat peran masyarakat dalam menjaga para lansia, agar tetap sehat, terjamin, dan tidak terpinggirkan di usia senja.
Kusnanto – Sinergia