Parkir Pasar Sleko Madiun Diambil Alih Perumda Aneka Usaha, 14 Jukir Tetap Dirangkul
- account_circle Mandor
- calendar_month 58 menit yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pengelolaan parkir Pasar Sleko berganti tangan. Pemkot Madiun resmi menyerahkan pengelolaannya kepada Perumda Aneka Usaha. Kendati berganti pengelola, dipastikan 14 petugas parkir yang selama ini bekerja di Pasar Sleko tetap diberdayakan.
Mereka akan dikontrak perseorangan oleh Perumda Aneka Usaha. Langkah tersebut menjadi proyek percontohan optimalisasi aset daerah untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Dewan Pengawas Perumda Aneka Usaha Noor Aflah mengatakan, pengalihan pengelolaan parkir dari dinas perdagangan dilakukan atas arahan Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun. Pertimbangannya, fleksibilitas manajemen dan efisiensi operasional.
‘’Kalau di dinas perdagangan harus merekrut pegawai sendiri. Itu kurang fleksibel. Makanya diserahkan ke Perumda Aneka Usaha,’’ ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Menurut dia, pengelolaan parkir tersebut menggunakan skema sewa, bukan bagi hasil. Perumda Aneka Usaha akan membayar sewa kepada dinas perdagangan.
Sementara seluruh pendapatan dan biaya operasional dicatat dalam laporan keuangan perusahaan daerah.
Keuntungan yang diperoleh nantinya juga disetorkan ke kas daerah. Skema tersebut diharapkan membuat penerimaan daerah lebih optimal dibandingkan pengelolaan oleh pihak swasta yang hanya memberikan pendapatan sewa.
‘’Kalau Perumda Aneka Usaha ada keuntungan, otomatis juga masuk ke kas daerah,’’ terangnya.
Pada tahap awal, pemungutan parkir masih dilakukan secara manual. Selain itu, perumda tengah menyiapkan pengadaan perangkat pintu parkir untuk menggantikan fasilitas lama.
Penerapan sistem baru akan dilakukan bertahap sembari mengevaluasi hasil pengelolaan. ‘’Untuk per bulan targetnya (pendapatan) Rp 52,5 juta,’’ katanya.
Aflah menambahkan, Pasar Sleko dipilih sebagai lokasi percontohan sebelum pengelolaan diperluas ke aset daerah lainnya. Sejumlah lokasi yang masuk pertimbangan yakni Pasar Besar Madiun dan RSUD Kota Madiun.
Sementara kawasan Stadion Wilis belum menjadi prioritas karena direncanakan direnovasi tahun depan. ‘’Pilot project-nya di Pasar Sleko dulu. Nanti kami evaluasi sebelum berlanjut ke wilayah lain,’’ ujarnya. (Ndor)
- Penulis: Mandor
- Editor: Diez





