Berita Terkini
Trending Tags

Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 127
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Sejumlah petani di Kabupaten Magetan masih mengeluhkan dengan harga pupuk bersubsidi yang dinilai belum turun. Padahal pemerintah pusat telah menetapkan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menanggapi hal itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan memberikan penjelasan.

Staf Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pupuk Dinas TPHP Magetan, Edy Utomo, mengatakan bahwa perbedaan harga di lapangan memang sangat dimungkinkan bisa terjadi. Hal itu terutama karena pola pembelian yang dilakukan secara kolektif oleh kelompok tani (poktan) melalui kios resmi.

“Di Magetan, umumnya pembelian pupuk dilakukan bersama-sama oleh anggota kelompok tani. Karena itu, sering ada tambahan biaya seperti ongkos angkut atau biaya pengelolaan. Hal semacam itu masih wajar selama rinciannya jelas dan telah disepakati bersama,” ujar Edy.

Menurutnya, gejolak mengenai harga pupuk muncul karena belum ada aturan khusus yang mengatur harga di luar HET yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun, Edy menegaskan bahwa setiap tambahan harga di tingkat kelompok tani harus bersifat transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.

Ia mencontohkan, bila harga pupuk di tingkat petani mencapai Rp135.000 per sak, perlu dilihat terlebih dahulu apakah stok tersebut merupakan pupuk lama atau baru. Jika pupuk tersebut merupakan stok lama sebelum penyesuaian HET, harga itu masih bisa dimaklumi. Tetapi jika sudah mengikuti harga baru, maka angka tersebut dinilai terlalu tinggi.

“Untuk stok baru, harga normalnya berada di kisaran Rp110.000 sampai Rp115.000 per sak. Jika lebih dari itu, berarti sudah tidak sesuai,” jelasnya.

Edy menambahkan, Dinas TPHP bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), aparat penegak hukum, serta unsur Forkopimcam terus melakukan pemantauan di lapangan. Langkah ini bertujuan memastikan distribusi dan harga pupuk bersubsidi berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan petani.

“Yang terpenting, semua pihak terlibat dalam pengawasan dan komunikasi dijaga dengan baik. Jangan sampai ada hal yang ditutup-tutupi agar situasi di bawah tetap kondusif,” tutup Edy. (Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Magetan Ambil Langkah Preventif Usai Viral Aksi “Balap Orang” di Jalan Raya Sugihwaras

    Polres Magetan Ambil Langkah Preventif Usai Viral Aksi “Balap Orang” di Jalan Raya Sugihwaras

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Viralnya aksi “balap orang” yang menggunakan akses jalan raya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, mendorong Polres Magetan untuk segera mengambil langkah cepat. Aksi yang memanfaatkan fasilitas jalan umum untuk kepentingan pribadi tanpa izin resmi, sehingga memicu perhatian publik. Sebagai tindak lanjut, Satuan Lalu Lintas Polres Magetan melalui Unit Kamsel bersama jajaran […]

    Bagikan
  • Antusias Warga Menukarkan Uang yang Diadakan Bank Indonesia

    Antusias Warga Menukarkan Uang yang Diadakan Bank Indonesia

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Puluhan warga memanfaatkan layanan penukaran uang yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI) Kediri di depan Masjid Agung Kota Madiun pada Selasa 4/3/2025. Penukaran uang ini di sambut antusias warga masyarakat yang ingin menukarkan uang menjadi nominal pecahan untuk persiapan Lebaran Idul Fitri mendatang. Tak hanya warga Kota Madiun, namun warga […]

    Bagikan
  • Wacana Pemkot Madiun Revitalisasi Bekas Pasar Bunga Akan Disulap Jadi Ruang Publik

    Wacana Pemkot Madiun Revitalisasi Bekas Pasar Bunga Akan Disulap Jadi Ruang Publik

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Kawasan di belakang GOR Wilis Kota Madiun yang selama ini terkesan terbengkalai bakal mendapat sentuhan baru. Pemerintah Kota Madiun berencana merevitalisasi area yang dahulu dikenal sebagai bekas pasar bunga tersebut menjadi ruang publik yang lebih tertata dan ramah bagi masyarakat. Rencana penataan itu mulai disiapkan setelah Pelaksana Tugas (Plt) Wali […]

    Bagikan
  • Aksi Demo Mahasiswa Soroti Kebijakan Mobil Dinas Baru, Ini Kata Wabup Magetan

    Aksi Demo Mahasiswa Soroti Kebijakan Mobil Dinas Baru, Ini Kata Wabup Magetan

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM STAIM Maarif Magetan dan PMII Magetan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Magetan, Senin (01/09/2025). Mereka menyoroti kebijakan pengadaan mobil dinas baru di awal pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Magetan. Massa aksi membawa poster bertuliskan “Rakyat Magetan Bersuara” dan melakukan orasi yang menyinggung […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Maut Dua Truk di Jalur Ngawi–Mantingan, 5 Orang Luka dan 4 Sempat Terjepit di Kabin photo_camera 4

    Kecelakaan Maut Dua Truk di Jalur Ngawi–Mantingan, 5 Orang Luka dan 4 Sempat Terjepit di Kabin

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua truk terjadi di Jalan Raya Ngawi–Mantingan, tepatnya di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 10.15 WIB. Insiden ini menyebabkan lima orang mengalami luka-luka, dengan empat di antaranya sempat terjepit di dalam kabin kendaraan. Petugas bersama warga berjibaku mengevakuasi para korban dari truk […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Catat Kriminalitas di Kabupaten Madiun Turun 5,9 Persen Sepanjang 2025

    Polres Madiun Catat Kriminalitas di Kabupaten Madiun Turun 5,9 Persen Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Madiun mengalami penurunan sepanjang 2025. Tercatat, total kasus kriminal menurun 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara menyampaikan, sepanjang 2025 Polres Madiun menangani 159 kasus kriminalitas, turun dari 169 kasus pada 2024. Data tersebut dipaparkan dalam konferensi pers akhir tahun, Senin […]

    Bagikan
expand_less