Sabtu, 17 Okt 2026
Trending Tags

Pencuri Rokok Tewas Terjatuh Dari Atap Minimarket di Ngawi, Panik Dikejar Warga

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 369
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pencuri rokok tewas terjatuh dari atap minimarket. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Seorang pria yang diduga mencuri ratusan bungkus rokok tewas setelah terjatuh dari atap sebuah minimarket di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026) dini hari.

Pria tersebut diketahui bernama Suryanto, 44 tahun, berdasarkan identitas KTP tercatat sebagai warga Pesisir Barat, Lampung. Ia terjatuh dari ketinggian lebih dari lima meter saat berupaya melarikan diri setelah aksinya diketahui warga.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Suryanto diduga masuk ke dalam minimarket seorang diri dengan cara menjebol bagian plafon. Setelah berada di dalam, pelaku mengambil ratusan bungkus rokok dari etalase.

Polisi mencatat sebanyak 782 pak rokok dari berbagai merek diduga dibawa pelaku. Barang curian tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sebuah karung berwarna putih untuk dibawa keluar.

Namun, ketika pelaku berupaya membawa rokok hasil curian tersebut melalui bagian atas minimarket, keberadaannya diketahui warga sekitar. Warga kemudian meneriaki pelaku sebagai maling dan berusaha mengejarnya.

Dalam kondisi panik, pelaku yang masih berada di atas atap diduga kehilangan keseimbangan hingga terjatuh. Tubuhnya membentur tiang beton yang berada di bawah bangunan.

Image Not Found
Pelaku sempat ditemukan di semak sekitar minimarket. Foto : Kus-Sinergia

Meski mengalami luka, pelaku sempat berusaha melarikan diri. Petugas kemudian menemukan Suryanto tergeletak di semak-semak perkebunan sekitar 100 meter dari lokasi awal dirinya terjatuh.

Petugas membawa pelaku ke Rumah Sakit Widodo Ngawi untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Suryanto dinyatakan meninggal dunia akibat luka pada bagian tulang rusuk kiri yang diduga disebabkan benturan saat terjatuh dari atap.

Warga sekitar, Jujuk Haryanto, mengatakan aksi pelaku diketahui ketika warga melihat adanya karung berisi rokok yang hendak dibawa dari minimarket.

“Saat pelaku menurunkan rokok curian, warga tahu dan meneriakinya maling. Pelaku kemudian dikejar dan dikepung, sampai akhirnya terjatuh dari atap,” ujar Jujuk.

Hal senada disampaikan pegawai minimarket, Okti Bella. Ia mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari warga mengenai keberadaan benda berwarna putih di atas bangunan.

“Kami tahu dari warga ada benda putih di atas. Setelah diketahui itu maling, warga mengejar dan meneriaki maling. Pelaku kemudian terjatuh dari atap dan dibawa ke rumah sakit, tetapi akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Pras Ardinata mengatakan polisi datang ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Petugas kemudian melakukan pencarian hingga menemukan pelaku yang sempat berusaha melarikan diri.

Image Not Found
Polisi melakukan olah TKP pencurian minimarket Ngawi. Foto : Kus-Sinergia

“Berawal dari laporan warga, kami datang ke lokasi. Pelaku yang sempat kabur akhirnya berhasil kami amankan dan kami bawa ke rumah sakit. Namun, akhirnya pelaku meninggal dunia,” jelas Pras.

Petugas selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara di dua lokasi. Lokasi pertama berada di bagian belakang minimarket, tempat pelaku diduga terjatuh dari atap. Lokasi kedua berada di area semak-semak perkebunan yang menjadi tempat pelaku ditemukan setelah berusaha melarikan diri.

Dari hasil penanganan perkara, polisi mengamankan 782 pak rokok berbagai merek dengan nilai sekitar Rp40 juta sebagai barang bukti. Polisi juga mengamankan sepeda motor milik pelaku yang ditemukan tidak jauh dari minimarket.

Jenazah Suryanto selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani autopsi guna kepentingan penyelidikan. Setelah proses tersebut selesai, jenazah rencananya diserahkan kepada keluarga untuk dipulangkan ke rumah orang tuanya di Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, dan dimakamkan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gentas TBC Diperkuat, Pemkot Madiun Integrasikan Skrining dengan Cek Kesehatan Gratis

    Gentas TBC Diperkuat, Pemkot Madiun Integrasikan Skrining dengan Cek Kesehatan Gratis

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Gerakan Pengentasan Tuberkulosis (Gentas TBC) di Kota Madiun terus diperkuat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan skrining TBC rutin ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG), di Kelurahan Taman Kecamatan Taman, Senin (12/10/2026). Integrasi ini dinilai penting untuk meningkatkan deteksi dini dan menekan angka penyebaran TBC, terutama […]

    Bagikan
  • Berhasil Ungkap Kasus Lintas Provinsi, Polres Magetan Raih Penghargaan Kapolda Jatim 

    Berhasil Ungkap Kasus Lintas Provinsi, Polres Magetan Raih Penghargaan Kapolda Jatim 

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Prestasi gemilang kembali diraih Kepolisian Resor (Polres) Magetan. Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa secara langsung menerima piagam penghargaan dari Kapolda Jawa Timur atas keberhasilan jajarannya mengungkap dua kasus besar kejahatan lintas provinsi yang sempat meresahkan masyarakat. Penghargaan tersebut didasarkan pada Keputusan Kapolda Jawa Timur Nomor: B/475/VIII/2025 tertanggal 29 Agustus […]

    Bagikan
  • Polres Ngawi Libatkan Satreskrim Se-Jatim Cari Potongan Tubuh Korban dan Buru Pelaku

    Polres Ngawi Libatkan Satreskrim Se-Jatim Cari Potongan Tubuh Korban dan Buru Pelaku

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Identitas jenazah korban dalam koper yang ditemukan di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi pada Kamis (23/1/2025) lalu telah terungkap. Korban adalah Uswatun Khasanah, Blitar 25 April 1995 Jenis kelamin perempuan pekerjaan karyawati swasta. Identitas korban diketahui dari pengenalan sidik jari dan juga dengan bantuan alat rekognisi serta telah dipastikan […]

    Bagikan
  • Kampanye Hidup Sehat pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia 

    Kampanye Hidup Sehat pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia 

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya mengedukasi masyarakat tentang gaya hidup sehat terus digalakkan. Salah satunya melalui peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang digelar pada Minggu (01/06/2026) di Jalan Taman Praja Kota Madiun. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun ini bersama mahasiswa kesehatan […]

    Bagikan
  • Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Magetan, 1 Korban Dilarikan ke RSUD dr. Soedono

    Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Magetan, 1 Korban Dilarikan ke RSUD dr. Soedono

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – 1 korban kecelakaan di perlintasan kereta api sebidang JPL 08, KM 176+586, dekat Stasiun Magetan yang terjadi pada Senin siang (19/05/2025) dievakuasi ke RSUD dr. Soedono. Korban berinisial RH (22) saat ini tengah mendapat perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. Soedono, dr. Heru […]

    Bagikan
  • Produksi Beduk di Magetan Anjlok 90 Persen, Pengrajin Terpaksa Turunkan Harga

    Produksi Beduk di Magetan Anjlok 90 Persen, Pengrajin Terpaksa Turunkan Harga

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Sinergia Magetan – Usaha pembuatan beduk di Kabupaten Magetan tengah menghadapi masa paling berat dalam hampir tiga dekade terakhir. Produksi beduk yang biasanya meningkat menjelang bulan Ramadan, justru anjlok hingga 90 persen dibanding tahun sebelumnya. Seperti yang dialami Apung, pengrajin beduk asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, yang sudah menekuni kerajinan tersebut sejak 1997. Ia menyebut […]

    Bagikan
expand_less