Penumpang KAI Tembus 394 Juta hingga September 2026, Layanan Terus Diperkuat
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 25
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Jumlah pengguna layanan kereta api di Indonesia terus meningkat sepanjang 2026. Hingga September, KAI Group mencatat sekitar 394,44 juta penumpang, jumlah tersebut naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 368,43 juta penumpang. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 26 juta penumpang atau sekitar 7 persen secara tahunan.
Hal tersebut disampaikan Vice President of Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Ane Purba, dalam kegiatan Temu Media dan Komunitas KAI di RM Lombok Idjo, Kota Madiun, Kamis (8/10/2026).
Ane mengatakan, capaian tersebut ditopang oleh berbagai layanan yang berada dalam ekosistem KAI Group. Di antaranya kereta api jarak jauh, kereta komuter, LRT Jabodebek, KAI Wisata, KAI Bandara, hingga berbagai layanan transportasi berbasis rel lainnya.
“Jumlah penumpang KAI Group mencapai sekitar 394,44 juta penumpang, meningkat dibandingkan periode Januari-September 2025 yang berada di kisaran 368,43 juta penumpang,” kata Ane.
Namun, peningkatan jumlah pengguna jasa tersebut juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Karena itu, KAI terus melakukan inovasi dan pembaruan untuk meningkatkan kenyamanan serta pengalaman pelanggan.
Selain sektor penumpang, KAI Group juga terus mengembangkan layanan angkutan barang. Transportasi berbasis rel dinilai memiliki peran penting dalam mendukung distribusi komoditas dan aktivitas logistik di berbagai wilayah. Selain itu, KAI juga melayani pengangkutan berbagai komoditas non-batu bara.
“Penggunaan kereta api untuk angkutan barang memiliki peran strategis karena mampu mengangkut komoditas dalam jumlah besar secara lebih efisien,” ujarnya.
Memasuki penghujung 2026, KAI akan terus memperkuat tiga aspek utama, yakni kinerja, konektivitas, dan kualitas layanan. Penguatan konektivitas dilakukan untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap transportasi kereta api.
Pemanfaatan teknologi dan digitalisasi juga menjadi bagian dari pengembangan layanan. Digitalisasi diarahkan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi perjalanan hingga mengakses berbagai layanan KAI.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun mengatakan, kegiatan Temu Media dan Komunitas menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara KAI dengan insan media serta komunitas.
“Melalui forum ini, kami menyampaikan perkembangan perusahaan sekaligus membuka ruang diskusi mengenai berbagai isu dan perkembangan layanan perkeretaapian,” katanya.
Dengan jumlah pengguna mencapai 394,44 juta penumpang hingga September 2026, KAI Group optimistis pertumbuhan kinerja dapat terus berlanjut hingga akhir tahun. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krs/Diez





