Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Memasuki Musim Kemarau, Kebakaran Lahan di Magetan Melonjak Tajam, Damkar Catat 49 Kasus hingga Akhir Juli

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 197
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Damkar Magetan padamkan kebakaran lahan saat kemarau. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Memasuki puncak musim kemarau, kasus kebakaran di Kabupaten Magetan mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir Juli 2026, Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan mencatat 49 kejadian kebakaran, atau hampir menyamai total kasus sepanjang tahun 2025 yang mencapai sekitar 60 kejadian.

Dari seluruh peristiwa tersebut, kebakaran lahan menjadi jenis kejadian yang paling mendominasi. Sebanyak 29 kasus terjadi di lahan tebu, rumpun bambu (bambrongan), maupun semak belukar yang sangat mudah terbakar akibat kondisi cuaca kering disertai angin kencang.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Magetan, Ali Sukamto, mengatakan lonjakan kasus mulai terlihat sejak memasuki musim kemarau. Jika pada periode Januari hingga April jumlah kebakaran relatif rendah dan didominasi kebakaran rumah akibat kelalaian saat memasak, maka sejak Mei hingga Juli tren kebakaran lahan meningkat tajam.

“Memang pada musim kemarau ini terjadi peningkatan kebakaran lahan, terutama di lahan tebu dan rumpun bambu. Sebagian besar dipicu oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan api, termasuk kebiasaan membakar sampah yang kemudian merambat ke rumpun bambu,” ujarnya.

Ali menjelaskan, kebakaran di lahan tebu diduga tidak hanya dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan, tetapi juga adanya unsur kesengajaan. Menurutnya, terdapat oknum yang membakar lahan tebu agar proses panen menjadi lebih mudah.

“Kasus di lahan tebu cukup banyak karena saat ini memasuki musim panen. Ada dugaan sebagian sengaja dibakar, selain juga karena puntung rokok. Padahal tindakan itu justru merugikan petani karena kualitas tebu menurun, kadar air berkurang, sehingga berat tebu ikut menyusut saat dijual,” jelasnya.

Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir, petugas Damkar beberapa kali harus menangani dua hingga tiga kejadian kebakaran lahan dalam satu hari. Luasan lahan yang terbakar secara akumulatif diperkirakan mencapai sekitar lima hektare, meski belum dilakukan pendataan rinci terhadap seluruh lokasi.

Menghadapi meningkatnya potensi kebakaran, Damkar Magetan menyiagakan delapan armada, terdiri dari lima kendaraan rescue dan tiga truk tangki air. Seluruh armada didukung 25 personel yang bersiaga selama 24 jam untuk menangani kebakaran maupun operasi penyelamatan lainnya.

Ali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api selama musim kemarau. Ia meminta warga tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area terbuka, serta menghindari praktik pembakaran lahan, khususnya di kawasan perkebunan tebu.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran. Petani juga kami harapkan rutin mengawasi lahannya agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membakar. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat sebelum meluas,” tegasnya.

Dengan kondisi vegetasi yang semakin kering dan musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, Damkar Magetan memperkirakan potensi kebakaran lahan masih cukup tinggi. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menekan jumlah kejadian sekaligus meminimalkan kerugian yang ditimbulkan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemeriahan Festival Jenang Candi 2025, Dari Arak-Arakan Gunungan Hingga Rebutan di Pasar Londo

    Kemeriahan Festival Jenang Candi 2025, Dari Arak-Arakan Gunungan Hingga Rebutan di Pasar Londo

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Desa Candirejo, Magetan, dipenuhi lautan manusia pada Minggu (14/9/2025). Ribuan warga berbondong-bondong mengikuti Andum Berkah Festival Jenang Candi 2025, sebuah tradisi tahunan yang selalu dinanti. Acara dimulai dengan arak-arakan gunungan berisi jenang candi, sayur-mayur hasil bumi, dan kerajinan kulit khas Magetan. Gunungan itu diarak keliling desa sebelum akhirnya dibawa ke Pasar […]

    Bagikan
  • Total Dana Banpol Rp 2,9 miliar, PKB Terima Senilai Rp 574 juta, Hanura terima Rp 95 juta

    Total Dana Banpol Rp 2,9 miliar, PKB Terima Senilai Rp 574 juta, Hanura terima Rp 95 juta

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab. Madiun | Dana hibah dari Pemkab Madiun untuk partai politik (Parpol) tahun 2025 akan segera cair. Besaran dana hibah parpol itu dihitung berdasarkan hasil Pemilu 2024. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bankesbangpol) Kabupaten Madiun, Mashudi mengatakan setidaknya ada delapan Parpol yang menerima Banpol itu. Tertinggi PKB dengan perolehan suara […]

    Bagikan
  • Kapolres Magetan Pimpin Panen Raya Jagung Serentak, Tegaskan Dukungan terhadap Swasembada Pangan 2026

    Kapolres Magetan Pimpin Panen Raya Jagung Serentak, Tegaskan Dukungan terhadap Swasembada Pangan 2026

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    SInergia | Magetan – Upaya memperkuat ketahanan pangan digencarkan Polres Magetan. Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa memimpin kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar di lahan pertanian Desa Ngunut, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Agenda nasional ini merupakan bagian dari program percepatan swasembada pangan 2026. Pelaksanaan panen digelar serentak di […]

    Bagikan
  • Dugaan Keracunan MBG di Ngawi, SPPG Kawu Belum Kantongi Sertifikat Laik Higieni

    Dugaan Keracunan MBG di Ngawi, SPPG Kawu Belum Kantongi Sertifikat Laik Higieni

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan kembali menimpa puluhan siswa SD dan SMP di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, setelah mereka menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (26/11/2025). Insiden tersebut memicu perhatian publik, terutama terkait standar kelayakan fasilitas yang menyiapkan ribuan porsi makanan bagi peserta didik. Fokus mengarah pada Satuan Pelayanan […]

    Bagikan
  • Dari Pokir hingga E-Katalog, KPK Dorong Pemkab Ponorogo Benahi Tata Kelola

    Dari Pokir hingga E-Katalog, KPK Dorong Pemkab Ponorogo Benahi Tata Kelola

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong Pemerintah Kabupaten Ponorogo memperkuat transparansi dan integritas tata kelola pemerintahan daerah. Informasi ini dilansir dari situs resmi KPK pada kanal Ruang Informasi – Berita dengan judul “Dari Pokir hingga E-Katalog, KPK Dorong Ponorogo Benahi Tata Kelola”. Dalam audiensi dan koordinasi yang digelar Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) […]

    Bagikan
  • Dana Operasional Belum Cair, 30 SPPG di Magetan Belum Beroperasi Lagi

    Dana Operasional Belum Cair, 30 SPPG di Magetan Belum Beroperasi Lagi

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan serius pada awal tahun 2026. Meski masa libur sekolah telah berakhir, tidak semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali beroperasi. Hingga Kamis (8/1/2026), Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Magetan mencatat 10 SPPG telah beroperasi dan 30 titik lainnya tidak. Ketua Satgas […]

    Bagikan
expand_less