Berita Terkini
Trending Tags

Perampingan OPD di Kabupaten Madiun, Baru 2 Penataan Direalisasikan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 47
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Apel Senin pagi diikuti ratusan ASN di lingkup Pemkab Madiun. (5/10/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Rencana perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Madiun belum sepenuhnya terealisasi. Dari sejumlah skema penataan yang disiapkan Pemkab Madiun, baru dua perubahan yang dipastikan berjalan, sementara rencana penggabungan sejumlah dinas lainnya masih tertunda.

Dua penataan yang telah dilakukan yakni penggabungan Dinas Pertanian dan Perikanan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan menjadi Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Madiun juga menaikkan status Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi perangkat daerah yang setara eselon II. Namun, perubahan status tersebut baru ditargetkan efektif mulai awal 2027.

Bupati Madiun Hari Wuryanto membenarkan bahwa sejumlah rencana merger OPD lainnya belum terealisasi. Di antaranya penggabungan BPKAD dengan Bapenda serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) dengan DPUPR.

“Belum, masih belum sampai situ. Kita cuma menggabungkan untuk Dinas Pertanian sama Dinas Ketahanan Pangan,” kata Hari, Senin (5/10/2026).

Menurut Hari, peningkatan status BPBD akan diikuti penambahan bidang yang ditangani. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam melakukan mitigasi dan penanganan bencana.

“Bidangnya akan bertambah. Karena sekali lagi, kita tidak ingin masyarakat kita itu tidak diantisipasi bencananya,” ujarnya.

Hari menyebut penguatan kelembagaan BPBD juga tidak lepas dari meningkatnya kejadian kebakaran di Kabupaten Madiun. Berdasarkan catatan pemerintah daerah, sepanjang 2025 terdapat 72 kejadian kebakaran. Sementara hingga September 2026, jumlahnya telah mencapai 147 kejadian.

“Nah ini, bahwa kita betul-betul butuh antisipasi sebelumnya atau deteksi dini,” katanya.

Pemkab Madiun menargetkan seluruh tahapan penataan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) rampung pada Januari 2027. Dengan demikian, perubahan kelembagaan tersebut diharapkan tidak kembali memicu perubahan struktur penganggaran dalam APBD 2027.

Hari mengatakan nomenklatur OPD yang disiapkan telah disesuaikan dengan kebutuhan kelembagaan. Pemkab Madiun kini masih menunggu proses persetujuan agar penataan tersebut dapat segera diberlakukan.

“Nomenklaturnya sudah sesuai, jadi tidak akan ada perubahan anggaran di tahun 2027. Harapan kami ini segera mendapatkan persetujuan,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lonjakan Pemohon SKCK di Madiun, Didominasi Calon PPPK Paruh Waktu

    Lonjakan Pemohon SKCK di Madiun, Didominasi Calon PPPK Paruh Waktu

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jumlah pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Madiun dan sejumlah Polsek meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan ini terjadi karena SKCK menjadi syarat wajib dalam pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Kasat Intelkam Polres Madiun, AKP Nurkholis, mengatakan hingga […]

    Bagikan
  • Sempat Tak Bisa Dihubungi, Anak Hilang di Madiun Ditemukan Polisi Kurang 24 Jam

    Sempat Tak Bisa Dihubungi, Anak Hilang di Madiun Ditemukan Polisi Kurang 24 Jam

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun –  Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kartoharjo Polres Madiun Kota menerima pengaduan laporan anak hilang pada Jum’at (26/12/2025) malam. Korban FHA meninggalkan rumah sejak Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 20.00 WIB. Gadis 13 tahun itu selama ini tinggal bersama Asri Sukmajati (36) bibinya dan Sri Darwati (68) sang nenek di Jalan Mandalasari 21 […]

    Bagikan
  • 125 Siswa Resmi Jadi Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat Ponorogo

    125 Siswa Resmi Jadi Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat Ponorogo

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebanyak 125 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA resmi ditetapkan sebagai peserta didik baru Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo. Penetapan itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang berlangsung di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo, Senin (14/07/2025) siang. SK tersebut menjadi bukti sah bahwa mereka kini tercatat […]

    Bagikan
  • Kursi Ketua Askot PSSI Kota Madiun Masih Lowong, Persiapan Liga Terancam Tersendat

    Kursi Ketua Askot PSSI Kota Madiun Masih Lowong, Persiapan Liga Terancam Tersendat

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Jabatan Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Madiun hingga kini belum terisi setelah ditinggal almarhum Andi Raya Bagus Miko Saputra. Belum adanya figur yang siap memimpin organisasi sepak bola tertinggi di tingkat kota itu dikhawatirkan berdampak pada persiapan liga yang dijadwalkan bergulir 7 Desember mendatang. “Benar, sementara ini kursi ketua […]

    Bagikan
  • Desa Sumberdodol Magetan Masuk 10 Besar Desa Wisata Terbaik Nasional versi BRIliAn 2025

    Desa Sumberdodol Magetan Masuk 10 Besar Desa Wisata Terbaik Nasional versi BRIliAn 2025

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Desa ini berhasil masuk dalam jajaran 10 besar Desa Wisata Terbaik Nasional dalam ajang Program Desa BRIliAn 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tak main-main, Sumberdodol harus bersaing dengan 106 desa lainnya dari seluruh Indonesia. Program Desa BRIliAn […]

    Bagikan
  • Target PAD Pariwisata Meleset, Disbudpar Magetan Genjot Retribusi Telaga Sarangan dan Wahyu

    Target PAD Pariwisata Meleset, Disbudpar Magetan Genjot Retribusi Telaga Sarangan dan Wahyu

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penerimaan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Magetan tahun 2025 berada dalam tekanan. Hingga 10 Desember 2025, capaian PAD baru menyentuh 85,19 persen, menyisakan kekurangan sekitar Rp. 3 miliar dari target penuh Rp. 21,186 miliar. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan pun bergerak cepat untuk mengejar sisa waktu 21 hari di […]

    Bagikan
expand_less