Berita Terkini
Trending Tags

Duh ! Sekolah Rakyat Rintisan Magetan Batal, Ini Alasannya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 72
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab Magetan siapkan lahan sekolah rakyat permanen di Karangrejo. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan membentuk Sekolah Rakyat (SR) rintisan dipastikan batal. Setelah sebelumnya sempat menyiapkan Gedung Graha Pusat Literasi Plaosan sebagai lokasi sementara, namun kini memilih langsung membangun Sekolah Rakyat permanen dengan skala penuh.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Elmy Kurniarto Widodo. Menurutnya, Magetan tidak masuk dalam daerah pelaksana Sekolah Rakyat rintisan dan diarahkan langsung menuju pembangunan sekolah permanen oleh pemerintah pusat.

“Magetan tidak ditetapkan untuk rintisan. Kita langsung sekolah baru,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Magetan sempat merancang sekolah rintisan sebagai tahap awal program Sekolah Rakyat. Bahkan, Graha Literasi Plaosan telah diproyeksikan menjadi lokasi sementara dengan kapasitas awal sekitar 100 siswa tingkat SD dan SMP.

Namun, rencana tersebut akhirnya tidak berlanjut setelah pemerintah pusat meminta kesiapan pembangunan sekolah permanen lengkap dengan lahan yang memadai.

Untuk mendukung proyek tersebut, Pemkab Magetan telah menyiapkan lahan lebih dari enam hektare di wilayah Manisrejo, Kecamatan Karangrejo. Akan tetapi, proses pembangunan masih terkendala kesiapan lahan karena sebagian besar area belum dilakukan pengurukan.

Dari total lahan yang tersedia, baru sekitar satu hektare yang selesai dipersiapkan. Kondisi itu membuat Pemkab kini mengajukan tambahan anggaran kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kita diminta komitmennya untuk kesiapan lahan. Yang diuruk baru satu hektare, sehingga kami mengajukan apakah tersedia anggaran untuk melanjutkan pengurukan,” kata Elmy.

Berdasarkan estimasi pemerintah daerah, biaya pengurukan lahan mencapai sekitar Rp1 miliar per hektare. Dengan kebutuhan lahan lebih dari enam hektare, total anggaran pematangan lahan diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp6 miliar.

Sementara itu, pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar hingga Rp250 miliar yang bersumber dari APBN melalui pemerintah pusat.

Pemerintah pusat nantinya akan menangani pembangunan gedung melalui Kementerian Pekerjaan Umum setelah kesiapan lahan dinilai memenuhi syarat. Meski demikian, hingga kini penetapan resmi dari Kementerian Sosial masih belum diterbitkan. Pemkab Magetan juga memastikan sekolah tersebut belum bisa beroperasi pada tahun ajaran terdekat.

“Kalau daerah lain yang dibangun sekarang untuk tahun ajaran ini. Kalau kita kemungkinan untuk tahun ajaran berikutnya,” jelasnya.

Pada tahap awal operasional, Sekolah Rakyat Magetan dirancang membuka empat rombongan belajar yang terdiri dari dua kelas jenjang SD dan dua kelas jenjang SMP. Masing-masing kelas akan diisi sekitar 40 siswa sehingga total kapasitas awal mencapai 160 siswa.

Ke depan, kompleks pendidikan tersebut dirancang berkembang hingga jenjang SMA dalam satu kawasan terpadu.

Saat ini, Dinas Sosial mulai melakukan tahap pra-pendataan calon siswa dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan kelompok masyarakat miskin sebagai sasaran utama program.

Sementara untuk tenaga pendidik, rekrutmen akan dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Batalnya Sekolah Rakyat rintisan membuat target operasional program di Magetan mundur. Namun di sisi lain, Pemkab kini berpeluang langsung memiliki kompleks Sekolah Rakyat permanen dengan kapasitas lebih besar dan fasilitas yang lebih lengkap dibanding konsep rintisan sebelumnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Kota Madiun Ajak Santri Jadi Benteng Moral di Era Digital

    Kemenag Kota Madiun Ajak Santri Jadi Benteng Moral di Era Digital

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025 yang jatuh pada Selasa (22/10/2025), siswa-siswi MAN 2 Kota Madiun bersama Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kota Madiun menggelar apel peringatan di halaman MAN 2 Kota Madiun. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Telan Korban, Pengawasan Tambang Tradisional di Maospati Diperketat

    Telan Korban, Pengawasan Tambang Tradisional di Maospati Diperketat

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kecamatan Maospati bersama Polsek Maospati memperketat pengawasan terhadap aktivitas galian tanah tradisional. Hal itu setelah temuan sejumlah titik galian dinilai berpotensi memicu bencana longsor. Penguatan koordinasi dilakukan melalui rapat bersama Forkopimcam Maospati. Rakor dipimpin Kapolsek Maospati AKP Vista Dwi Pujiningsih, dan Sekcam Maospati Hadi Wasono Rohmad, serta dihadiri para Kanit […]

    Bagikan
  • Damkar dan Relawan Evakuasi Kambing Tercebur ke Sumur Sedalam 13 Meter

    Damkar dan Relawan Evakuasi Kambing Tercebur ke Sumur Sedalam 13 Meter

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Seekor kambing milik Katiyem (70), warga Desa Gerih, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, tercebur ke dalam sumur sedalam kurang lebih 13 meter. Kambing tersebut biasanya dilepasliarkan di area belakang rumah yang berpagar. Namun, pada Senin (27/10/2025) siang, kambing itu ditemukan dalam kondisi lemas di dasar sumur. “Biasanya memang dilepasliarkan di belakang rumah. […]

    Bagikan
  • Terisolasi Bertahun-Tahun, Warga 4 RT di Sidoharjo Menanti Pembangunan Jembatan Perintis Garuda

    Terisolasi Bertahun-Tahun, Warga 4 RT di Sidoharjo Menanti Pembangunan Jembatan Perintis Garuda

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Harapan baru muncul bagi warga di empat RT di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, yang selama bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan akses. Rencana pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah tersebut diharapkan menjadi solusi bagi mobilitas masyarakat yang selama ini harus menyeberangi sungai setiap hari. Kepala Desa Sidoharjo, Sarmin, mengatakan kondisi keterbatasan […]

    Bagikan
  • Hujan Deras, Dua Rumah di Ponorogo Rusak Tertimbun Longsor

    Hujan Deras, Dua Rumah di Ponorogo Rusak Tertimbun Longsor

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ponorogo selama berjam-jam mengakibatkan longsor di Dusun Ngembel, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kamis (27/2/2025). Dua rumah warga rusak akibat tertimbun material longsor dari tebing setinggi belasan meter. Rumah milik Simin (45) mengalami kerusakan paling parah. Longsoran tanah dari tebing setinggi 20 meter dengan lebar […]

    Bagikan
  • Puluhan Siswa Sakit, Pihak SMKN 1 Sine Tunggu Pemeriksaan Lab dari Dinkes Ngawi

    Puluhan Siswa Sakit, Pihak SMKN 1 Sine Tunggu Pemeriksaan Lab dari Dinkes Ngawi

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Suasana upacara Hari Kesaktian Pancasila di SMKN 1 Sine, Kabupaten Ngawi, Rabu (01/10/2025), berubah panik ketika puluhan siswa tiba-tiba mengalami gejala sakit perut, pusing, hingga sesak napas. Sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Sine, Puskesmas Ngrambe, dan RS Aisyiyah. Kepala SMKN 1 Sine, Agus Setyabudi, menjelaskan bahwa awalnya hanya […]

    Bagikan
expand_less