Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun Tegur Kinerja ASN dan Soroti Soal Kebersihan Kota
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Senin, 30 Mar 2026
- visibility 72
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun memberikan arahan tegas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun terkait kinerja dan kebersihan kota. Hal tersebut disampaikan saat apel kerja ASN di halaman Balai Kota Madiun, Senin (30/3/2026).
Dalam arahannya, Bagus menekankan bahwa seluruh ASN harus memiliki kepedulian terhadap kondisi Kota Madiun, terutama persoalan kebersihan yang banyak dikeluhkan masyarakat. Ia menyebutkan, berdasarkan data pengaduan masyarakat, keluhan paling banyak berkaitan dengan persoalan sampah yang menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“ASN di Pemerintah Kota Madiun wajib peduli. Kalau ada yang kotor harus diubah, jangan bilang itu bukan tugas dinas saya. Sekarang semuanya harus peduli menjaga kota,” tegas Bagus di hadapan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) hingga ASN lainnya.
Menurutnya, selama libur Lebaran dirinya bersama sejumlah kepala OPD turun langsung memantau kondisi kota hingga dini hari untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Namun, ia mengaku masih menerima banyak keluhan masyarakat, baik melalui pengaduan resmi maupun pesan di media sosial.
“Karena komplain ke kita ini sangat luar biasa, khususnya di DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Ya mohon maaf kalau kemarin saya ya agak ngamuk-ngamuk. Simpel saja. Kemarin itu kita bisa bersih, kenapa waktu sebelum Lebaran tidak bersih?,” tanya Plt Wali Kota kepada ASN.
Selain menyoroti kinerja ASN, Bagus juga meminta masyarakat ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan fasilitas publik, khususnya di kawasan kuliner dan area yang difasilitasi pemerintah. Ia menegaskan bahwa pedagang yang memanfaatkan fasilitas tersebut harus menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.
“Saya tidak mau pemerintah kota sendirian bekerja. Masyarakat juga harus ikut menjaga. Tempat-tempat yang kita fasilitasi untuk masyarakat, kuliner dan lain sebagainya, aset kita, fasilitas kita, tanggung jawab kebersihan dari mereka,” ujarnya.
Pemerintah Kota Madiun, lanjutnya, juga akan memperketat pengawasan terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang meninggalkan gerobak atau rombong di lokasi berjualan. Ia meminta Satpol PP menertibkan praktik tersebut demi menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan publik.
“Kalau ada rombong ditinggal, laporkan dan tertibkan. Semua OPD harus ikut memantau. Kota ini harus dijaga bersama,” kata Bagus.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan sistem penilaian kinerja ASN akan lebih berbasis pada hasil kerja nyata. Menurutnya, percepatan pembangunan membutuhkan aparatur yang responsif dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi kota.
“Saya tidak melihat senior atau junior. Siapa yang bisa bekerja dan peduli, karirnya akan saya percepat,” tegasnya.
Bagus menambahkan, pembangunan Kota Madiun ke depan akan menekankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap seluruh ASN tidak hanya menunggu instruksi, tetapi aktif menjaga lingkungan kerja dan fasilitas kota.
Apel kerja tersebut sekaligus menjadi momentum bagi jajaran Pemkot Madiun untuk kembali meningkatkan kinerja setelah libur Lebaran. Tentunya fokus utama pada pelayanan publik serta menjaga kebersihan dan kenyamanan Kota Madiun. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez






