Berita Terkini
Trending Tags

Wamen PU Tinjau Bendung Kedungrejo Jebol di Madiun, Penanganan Darurat Ditargetkan 2 Minggu

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 157
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wamen PU Diana Kusumastuti bersama Wakil Bupati Madiun meninjau langsung Bendung Kedungrejo di Pilangkenceng yang jebol, (1/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Madiun – Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti meninjau langsung kondisi Bendung Kedungrejo di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, yang jebol beberapa waktu lalu. Peninjauan dilakukan pada Rabu (1/4/2026) bersama Wakil Bupati Madiun serta jajaran Dinas Sumber Daya Air Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah pemerintah pusat menerima laporan kerusakan bendung yang berfungsi mengairi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Kabupaten Madiun.

Wamen PU Diana Kusumastuti menjelaskan dirinya langsung berkoordinasi dengan pihak BBWS Bengawan Solo setelah mengetahui kabar jebolnya bendung tersebut.

Menurutnya, Bendung Kedungrejo merupakan bangunan lama yang dibangun sejak tahun 1936 dan baru sekali mengalami renovasi pada sekitar tahun 1970-an. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat bendung rentan mengalami kerusakan.

“Setelah saya menerima informasi Bendung Kedungrejo jebol, saya langsung telepon kepala balai untuk menanyakan kondisinya. Hari ini saya datang langsung untuk melihat kerusakan yang terjadi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerusakan bendung cukup berdampak karena selama ini Bendung Kedungrejo mengairi sekitar 1.554 hektare lahan sawah di wilayah Kecamatan Pilangkenceng dan sekitarnya.

Untuk penanganan awal, pemerintah bersama BBWS Bengawan Solo akan melakukan langkah darurat dengan membersihkan sedimentasi serta merobohkan bagian bangunan yang rusak agar aliran sungai dapat diarahkan kembali.

“Penanganan darurat kita lakukan lebih dulu. Sedimentasi akan dibersihkan, kemudian bagian bangunan yang roboh akan kita hancurkan agar aliran sungai bisa diarahkan kembali. Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga akan mengusulkan pembangunan kembali bendung secara permanen melalui skema Inpres nomor 2 tahun 2025 terkait kebijakan percepatan pembangunan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan. Estimasi kebutuhan anggaran sementara untuk penanganan permanen diperkirakan mencapai sekitar Rp20 miliar, dengan perencanaan teknis detail (DED) disiapkan oleh pemerintah provinsi.

“Kami juga dengan provinsi, dengan kabupaten ya, berkolaborasi. Agar air ini juga tetap terjaga ya, sehingga aliran airnya juga tidak meluap ke sana dan airnya juga bisa diarahkan untuk irigasi,” tutup Diana.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengatakan kerusakan Bendung Kedungrejo terjadi pada Jumat (27/3/2026) lalu. Pemerintah daerah segera melaporkan kejadian tersebut kepada kementerian dan instansi terkait.

“Begitu kejadian, kami langsung melalui dinas terkait menyurati BBWS dan kementerian. Alhamdulillah responsnya sangat cepat. Dari tanggal 27 Maret, hari ini 1 April dilakukan peninjauan dengan turun langsung ke lokasi,” ujarnya.

Menurutnya, perbaikan bendung sangat mendesak karena memiliki peran penting dalam sistem irigasi yang menopang sektor pertanian di Kabupaten Madiun.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mulai mengantisipasi potensi kemarau panjang yang diperkirakan oleh BMKG. Oleh karena itu, keberadaan bendung dinilai krusial untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

“Yang paling penting fungsi bendung ini bisa segera dipakai kembali. Setelah itu baru dilakukan pembangunan permanen. Ini penting karena bendung ini menopang lebih dari 1.500 hektare sawah dan menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan,” kata Purnomo.

Saat ini sekitar 30 personel telah diterjunkan ke lokasi bersama sejumlah peralatan dan material darurat seperti sandbag. Hal itu untuk mempercepat proses penanganan sementara agar aliran air tetap terkendali dan irigasi pertanian tidak terganggu. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Lahir Kejaksaan RI, Kejari Kota Madiun Gelar Aksi Sosial Donor Darah

    Hari Lahir Kejaksaan RI, Kejari Kota Madiun Gelar Aksi Sosial Donor Darah

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun memulai rangkaian kegiatan sosial dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-80 Kejaksaan Republik Indonesia. Pada Selasa (19/08/2025), jajaran Korps Adhyaksa menggelar aksi donor darah serta pemeriksaan kesehatan gratis di Kantor Kejari Kota Madiun. Kepala Kejari Kota Madiun, Dede Sutisna, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI […]

    Bagikan
  • Sepasma 2025 Usai, Bupati Madiun Harap Jadi Simbol Persatuan Warga

    Sepasma 2025 Usai, Bupati Madiun Harap Jadi Simbol Persatuan Warga

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Rangkaian kegiatan Sepasar Ing Madiun (Sepasma) resmi ditutup pada Minggu (27/07/2025) oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto. Kegiatan yang berlangsung selama hampir sebulan ini menyuguhkan berbagai pertunjukan budaya rakyat dan festival seni yang tersebar di tiga titik wilayah Kabupaten Madiun. Dimulai sejak 2 Juli 2025, Sepasma digelar secara maraton di tiga […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Berangkatkan 250 Pemudik Balik Gratis ke Surabaya

    Pemkab Magetan Berangkatkan 250 Pemudik Balik Gratis ke Surabaya

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan memberangkatkan ratusan pemudik dalam program balik mudik gratis menuju wilayah perantauan. Sebanyak 250 peserta diberangkatkan menggunakan lima armada bus dari depan Pendopo Surya Graha, Magetan, Jawa Timur, pada Selasa (24/3/2026) pagi. Pemberangkatan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Welly Kristanto, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah […]

    Bagikan
  • Penjual Sapi Keluhkan Harga Anjlok Dampak PMK

    Penjual Sapi Keluhkan Harga Anjlok Dampak PMK

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN –  Wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merebak di wilayah Kabupaten Madiun, berdampak pada harga jual sapi di wilayah setempat turun drastis. Pantauan di pasar hewan Desa Muneng kecamatan Pilangkenceng pada Kamis (02/01/2025) aktifitas jual tampak sepi.  Salah seorang pedagang sapi Hari Purwatno (43) dari Desa Pulerejo mengatakan, sepinya aktivitas penjualan sapi […]

    Bagikan
  • Breaking News ! KRL Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

    Breaking News ! KRL Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Bekasi — Kecelakaan serius melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Dari informasi yang dihimpun, insiden bermula saat KRL tujuan Bekasi terpaksa berhenti akibat adanya kendaraan mogok di perlintasan rel dekat stasiun. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang […]

    Bagikan
  • PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Capai Target, Forum Rumah Kita Desak Audit Total Pengelolaan

    PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Capai Target, Forum Rumah Kita Desak Audit Total Pengelolaan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kegagalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Magetan pada tahun 2025 mendapat sorotan tajam dari Forum Keterbukaan Informasi dan Transparansi Anggaran Rumah Kita. Di tengah meningkatnya jumlah wisatawan yang menembus lebih dari satu juta pengunjung, realisasi PAD justru tidak beranjak dari angka sebelumnya dan kembali gagal mencapai target. Situasi ini, […]

    Bagikan
expand_less