Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Wamen PU Tinjau Bendung Kedungrejo Jebol di Madiun, Penanganan Darurat Ditargetkan 2 Minggu

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 267
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wamen PU Diana Kusumastuti bersama Wakil Bupati Madiun meninjau langsung Bendung Kedungrejo di Pilangkenceng yang jebol, (1/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Madiun – Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti meninjau langsung kondisi Bendung Kedungrejo di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, yang jebol beberapa waktu lalu. Peninjauan dilakukan pada Rabu (1/4/2026) bersama Wakil Bupati Madiun serta jajaran Dinas Sumber Daya Air Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah pemerintah pusat menerima laporan kerusakan bendung yang berfungsi mengairi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Kabupaten Madiun.

Wamen PU Diana Kusumastuti menjelaskan dirinya langsung berkoordinasi dengan pihak BBWS Bengawan Solo setelah mengetahui kabar jebolnya bendung tersebut.

Menurutnya, Bendung Kedungrejo merupakan bangunan lama yang dibangun sejak tahun 1936 dan baru sekali mengalami renovasi pada sekitar tahun 1970-an. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat bendung rentan mengalami kerusakan.

“Setelah saya menerima informasi Bendung Kedungrejo jebol, saya langsung telepon kepala balai untuk menanyakan kondisinya. Hari ini saya datang langsung untuk melihat kerusakan yang terjadi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerusakan bendung cukup berdampak karena selama ini Bendung Kedungrejo mengairi sekitar 1.554 hektare lahan sawah di wilayah Kecamatan Pilangkenceng dan sekitarnya.

Untuk penanganan awal, pemerintah bersama BBWS Bengawan Solo akan melakukan langkah darurat dengan membersihkan sedimentasi serta merobohkan bagian bangunan yang rusak agar aliran sungai dapat diarahkan kembali.

“Penanganan darurat kita lakukan lebih dulu. Sedimentasi akan dibersihkan, kemudian bagian bangunan yang roboh akan kita hancurkan agar aliran sungai bisa diarahkan kembali. Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga akan mengusulkan pembangunan kembali bendung secara permanen melalui skema Inpres nomor 2 tahun 2025 terkait kebijakan percepatan pembangunan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan. Estimasi kebutuhan anggaran sementara untuk penanganan permanen diperkirakan mencapai sekitar Rp20 miliar, dengan perencanaan teknis detail (DED) disiapkan oleh pemerintah provinsi.

“Kami juga dengan provinsi, dengan kabupaten ya, berkolaborasi. Agar air ini juga tetap terjaga ya, sehingga aliran airnya juga tidak meluap ke sana dan airnya juga bisa diarahkan untuk irigasi,” tutup Diana.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengatakan kerusakan Bendung Kedungrejo terjadi pada Jumat (27/3/2026) lalu. Pemerintah daerah segera melaporkan kejadian tersebut kepada kementerian dan instansi terkait.

“Begitu kejadian, kami langsung melalui dinas terkait menyurati BBWS dan kementerian. Alhamdulillah responsnya sangat cepat. Dari tanggal 27 Maret, hari ini 1 April dilakukan peninjauan dengan turun langsung ke lokasi,” ujarnya.

Menurutnya, perbaikan bendung sangat mendesak karena memiliki peran penting dalam sistem irigasi yang menopang sektor pertanian di Kabupaten Madiun.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mulai mengantisipasi potensi kemarau panjang yang diperkirakan oleh BMKG. Oleh karena itu, keberadaan bendung dinilai krusial untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

“Yang paling penting fungsi bendung ini bisa segera dipakai kembali. Setelah itu baru dilakukan pembangunan permanen. Ini penting karena bendung ini menopang lebih dari 1.500 hektare sawah dan menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan,” kata Purnomo.

Saat ini sekitar 30 personel telah diterjunkan ke lokasi bersama sejumlah peralatan dan material darurat seperti sandbag. Hal itu untuk mempercepat proses penanganan sementara agar aliran air tetap terkendali dan irigasi pertanian tidak terganggu. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Hantam Truk Bermuatan Tanah

    Diduga Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Hantam Truk Bermuatan Tanah

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Selasa (04/11/2025). Insiden ini melibatkan sebuah sepeda motor dan truk bermuatan tanah urug tengah antri untuk masuk ke lokasi proyek. Truk bermuatan tanah dengan nomor polisi AE 9017 UP dikemudikan oleh Tri Santoso, warga Bondrang, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Panen Jagung Ungu, Punya Nilai Ekonomi dan Khasiat Kesehatan

    Wali Kota Madiun Panen Jagung Ungu, Punya Nilai Ekonomi dan Khasiat Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, bersama petani melakukan panen jagung ungu di lahan percobaan Kota Madiun, Selasa (23/09/2025). Jagung jenis ini disebut memiliki keunggulan ganda, selain bernilai ekonomi tinggi juga bermanfaat bagi kesehatan. Maidi mengungkapkan, uji coba penanaman jagung ungu menunjukkan hasil menggembirakan. Selain rasanya enak, harga jualnya juga cukup tinggi. […]

    Bagikan
  • Ratusan KKS Belum Terbagi, Dinsos Ponorogo Pacu Penyelesaian Penyaluran

    Ratusan KKS Belum Terbagi, Dinsos Ponorogo Pacu Penyelesaian Penyaluran

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Program penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kabupaten Ponorogo terus berprogres. Namun masih menyisakan sejumlah kendala di lapangan. Hingga pertengahan Oktober ini, dari total 8.214 kartu tahap pertama, sebanyak 6.919 KKS telah dibagikan kepada penerima manfaat. Sementara 1.295 kartu dilaporkan belum terdistribusi. Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo menyebutkan berbagai faktor menjadi penyebab […]

    Bagikan
  • Alokasi Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 Untuk Petani Madiun Capai 48 Ribu Ton

    Alokasi Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 Untuk Petani Madiun Capai 48 Ribu Ton

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani pada tahun anggaran 2026. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, total alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun ini mencapai lebih dari 48 ribu ton dan sudah dapat ditebus petani sejak awal Januari 2026. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) […]

    Bagikan
  • Pernikahan Aktivis Walhi Jateng Berjalan Lancar di Madiun, Pemdes Randualas Pastikan Sesuai Prosedur

    Pernikahan Aktivis Walhi Jateng Berjalan Lancar di Madiun, Pemdes Randualas Pastikan Sesuai Prosedur

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Prosesi pernikahan aktivis lingkungan Jawa Tengah, Adetya Pramandira atau Dera, dengan Fathul Munif berlangsung lancar di Dukuh Seloaji, Dusun Slaji, Desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Kamis (11/12/2025). Pemerintah desa memastikan seluruh rangkaian acara digelar sesuai ketentuan. Kasi Kesejahteraan Rakyat Desa Randualas, Suratno, menyampaikan bahwa akad nikah hingga doa bersama berjalan […]

    Bagikan
  • Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Diana Sasa: Demokrasi Tidak Pernah Datang Gratis

    Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Diana Sasa: Demokrasi Tidak Pernah Datang Gratis

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Magetan, Minggu (26/7/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi momentum mengenang peristiwa 27 Juli 1996 sekaligus memperkuat komitmen kader dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, konstitusi, dan keberpihakan kepada rakyat. Acara diawali dengan doa bersama dan tahlil, kemudian […]

    Bagikan
expand_less