Puluhan Santri di Ngawi Alami Gejala Keracunan Usai Santap Menu Program MBG
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 70
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Sebanyak 67 santri Madrasah Ibtidaiyah di Ponpes Al-Hijrah, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala diduga keracunan makanan pada Sabtu (14/2/2026) pagi. Mereka mengeluhkan mual, muntah, hingga diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan sehari sebelumnya.
Data Dinas Kesehatan mencatat, 36 santri dirawat di Puskesmas Padas, 12 di Kasreman, 10 di Ngawi Purba, dan 9 orang dirujuk ke RSUD dr. Soeroto. Menurut para santri, keluhan mulai dirasakan sejak Sabtu dini hari. Beberapa lainnya baru mengalami gejala saat mengikuti pelajaran di sekolah.
Seorang santri, Muhamad Zendi Ardiansyah, menuturkan bahwa dirinya mulai muntah setelah menyantap rolade tahu dan oseng wortel. “Saya muntah-muntah habis makan MBG. Oseng wortelnya rasanya seperti basi,” ujarnya.
Santri lainnya, Muhamad Aimar Maulana Putra, mengatakan hal serupa. “Saya makan tahu dan rolade, setelah itu mual dan muntah. Itu makanan dari MBG,” ungkapnya.
Sementara itu, santriwati bernama Mila juga mengaku mengalami gejala yang sama. “Saya mual dan muntah habis makan MBG,” katanya singkat.
Ustazah Ponpes Al-Hijrah, Juniarbulan, menyampaikan bahwa laporan pertama datang setelah sholat Subuh. “Ada santri yang mengeluh mual, muntah, dan pusing. Makanan yang dikonsumsi ada dari dapur pondok dan MBG. Mereka langsung kami bawa ke puskesmas dan rumah sakit,” jelasnya.
Sembunyikan kutipan teks
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Heri Nurfahrudin, membenarkan bahwa puluhan santri kini tengah ditangani. “Totalnya sekitar 60-an santri dirawat di rumah sakit dan tiga puskesmas. Kami sudah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium,” tegasnya.
Menu MBG yang dikonsumsi santri meliputi rolade, ayam krispi, oseng wortel, dan nasi. Makanan tersebut berasal dari penyedia SPPG Cabean di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi.
Petugas kesehatan telah mengamankan sisa makanan untuk diuji laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan massal ini. Hingga kini pendataan masih berlangsung karena jumlah santri yang mengalami gejala diperkirakan terus bertambah. (Kus/Krs).



- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kriswanto


