Berita Terkini
Trending Tags

Hujan Tiga Pekan Rusak Lahan Sayur, Petani di Magetan Pilih Bongkar Tanaman Siap Panen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • visibility 99
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
ujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Magetan membuat sentra pertanian sayur di Kecamatan Poncol mengalami kerusakan parah, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Magetan dalam tiga pekan terakhir membuat sentra pertanian sayur di Kecamatan Poncol mengalami kerusakan parah. Desa Genilangit menjadi salah satu titik terdampak paling berat. Lahan-lahan yang biasanya subur kini berubah menjadi area tergenang dan tidak produktif.

Sejumlah petani terlihat membongkar tanaman cabai mereka yang semestinya sudah siap dipanen. Curah hujan yang tak kunjung mereda membuat tanaman rentan terserang patek, menyebabkan akar dan buah membusuk sebelum sempat dijual.

“Karena hujan tak berhenti, tanaman cabai kami diserang patek dan akhirnya membusuk. Tidak bisa dipanen, jadi mau tidak mau harus dibongkar,” ungkap Kemis, salah satu petani, Senin (17/11/2025).

Kerusakan tak hanya terjadi pada cabai. Bawang pre, terong, hingga tomat ikut terdampak. Tanah yang jenuh air membuat daun tanaman layu dan buah gagal berkembang.

Di tengah kerusakan lahan, harga sejumlah komoditas sayur di pasar justru merangkak naik. Cabai keriting kini dijual pedagang hingga Rp. 50 ribu per kilogram, namun petani hanya menerima kisaran Rp. 30 ribu. Kenaikan serupa terjadi pada wortel, terong, dan tomat.

“Cabai keriting sekarang sudah sampai 50 ribu. Wortel juga naik dari sepuluh ribu jadi lima belas ribu. Tomat ikut naik harganya,” ujar Sakinah, pedagang sayur di Magetan.

Cabai rawit turut merespons kelangkaan, dari sebelumnya Rp. 20 ribu menjadi Rp. 30 ribu per kilogram. Petani kini hanya bisa menunggu kondisi cuaca kembali stabil agar produksi bisa pulih secara bertahap. Jika hujan ekstrem terus berlanjut, mereka khawatir kerusakan lahan semakin luas dan pasokan sayur dari kawasan Poncol makin menurun.

Mereka juga meminta perhatian dari pemerintah daerah, mengingat kerugian yang dialami selama tiga pekan terakhir dinilai cukup besar dan mengancam ketahanan pasokan sayur dari wilayah pegunungan itu.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sajikan Tari Susuk Wangan, Persit KCK Koorcab Rem 081 Sabet Juara 2

    Sajikan Tari Susuk Wangan, Persit KCK Koorcab Rem 081 Sabet Juara 2

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Persit KCK Koorcab Rem 081 menorehkan prestasi dalam lomba tari dalam rangka HUT ke-79 Persit Kartika Chandra Kirana yang diselenggarakan di Gedung Olahraga Hayam Wuruk, Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Sabtu (22/2/2025). Menampilkan Tari Susuk Wangan, Persit KCK Koorcab Rem 081 menyabet juara 2. Tari Susuk Wangan merupakan tarian khas dari daerah Blitar […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Bagikan Seragam Sekolah Kepada 4.945 Siswa SD-SMP Negeri/Swasta

    Pemkot Madiun Bagikan Seragam Sekolah Kepada 4.945 Siswa SD-SMP Negeri/Swasta

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pendidikan membagikan seragam sekolah gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) maupun siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik Negeri dan Swasta. Pembagian seragam lengkap dengan atributnya ini secara simbolis diserahkan Wali Kota Madiun, Maidi dan Wakil Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun kepada perwakilan siswa di halaman […]

    Bagikan
  • Berburu Kuliner Menarik di Delitopia Sun city Mall Madiun

    Berburu Kuliner Menarik di Delitopia Sun city Mall Madiun

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bingung cari tempat berburu kuliner di Kota Madiun. Kini telah hadir Delitopia di Sun city Mall Madiun mulai (15/03/2025). Disini, berbagai ragam kuliner bisa Anda nikmati sembari bermain maupun berbelanja. Ya, Delitopia memperkenalkan berbagai brand kuliner unggulan yang hadir di dalam foodcourt-nya, seperti Teppanyaki, Tomoko Sushi, Soto, Batagor, Steak, Jasera, […]

    Bagikan
  • Toko Jajanan Lebaran di Magetan Diserbu Pembeli, Penjualan Naik Hingga 80 Persen Menjelang Idulfitri

    Toko Jajanan Lebaran di Magetan Diserbu Pembeli, Penjualan Naik Hingga 80 Persen Menjelang Idulfitri

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang Hari Raya Idulfitri, sejumlah toko yang menjual camilan khas lebaran di Kabupaten Magetan mulai dibanjiri pembeli. Kurang dari sepekan sebelum lebaran, antusiasme masyarakat untuk membeli aneka kue kering, snack kiloan, hingga jajanan kaleng semakin tinggi. Pantauan di salah satu toko camilan lebaran di Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Magetan Kota, menunjukkan sejak […]

    Bagikan
  • 438 Warga Ikut Mudik Balik Gratis Pemkab Madiun, Sembilan Bus Diberangkatkan ke Jakarta dan Surabaya

    438 Warga Ikut Mudik Balik Gratis Pemkab Madiun, Sembilan Bus Diberangkatkan ke Jakarta dan Surabaya

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Sebanyak 438 warga mengikuti program mudik balik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perhubungan pada Senin (23/3/2026). Program tahunan ini ditujukan untuk membantu masyarakat kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran 2026 di kampung halaman. Pemberangkatan peserta dilakukan dari halaman Pendopo Ronggo Djoemeno, Caruban. Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama sejumlah […]

    Bagikan
  • Narasi “Petani Kecil” Terbantahkan, Fakta Sidang Ungkap Sikap Darwanto soal Landak Jawa

    Narasi “Petani Kecil” Terbantahkan, Fakta Sidang Ungkap Sikap Darwanto soal Landak Jawa

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Fakta persidangan perkara pemeliharaan enam ekor landak jawa yang menjerat Darwanto bin Jaikun membantah narasi “petani kecil” yang sempat beredar di ruang publik. Dihadapan majelis hakim, terungkap bahwa Darwanto sejak awal menolak jalur damai dan mengetahui secara sadar bahwa satwa yang dipeliharanya merupakan satwa dilindungi. Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Achmad […]

    Bagikan
expand_less