Puluhan Santri Ponpes Al-Hijrah Ngawi Masih Jalani Perawatan Usai Keracunan MBG
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 52
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Sebanyak 30 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hijrah, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, hingga Minggu (15/2/2026) siang masih menjalani perawatan medis akibat dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG). Para pasien tersebar di tiga puskesmas dan satu rumah sakit rujukan.
Puskesmas Padas menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah pasien terbanyak. Sebanyak 19 santri masih dirawat setelah sebelumnya menangani 36 pasien. Berdasarkan keterangan pihak puskesmas, mayoritas pasien menunjukkan perkembangan positif.
Rencananya, 16 dari 19 pasien dijadwalkan pulang untuk melanjutkan rawat jalan. Sementara itu, tiga pasien lain masih harus mendapatkan observasi lanjutan karena masih mengalami gejala mual dan pusing.

Puskesmas Kasreman merawat 4 pasien, dari sebelumnya 12 pasien. Puskesmas Ngawi Purba hanya menangani 3 pasien, turun dari 10 pasien sehari sebelumnya dan RSUD dr. Soeroto Ngawi masih merawat 4 pasien, dari total awal 9 pasien.
Orang tua para santri mulai berdatangan ke Ponpes Al-Hijrah sejak Minggu pagi. Namun pihak media tidak diperbolehkan memasuki area pondok. Sejumlah wali santri mengaku lega melihat kondisi anak mereka mulai pulih, meski belum mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
“Anak saya sudah membaik, jadi saya putuskan untuk membawanya pulang. Soal penyebabnya apa, saya sendiri belum tahu pasti, yang penting kondisinya sudah pulih,” ujar Tutik, salah satu orang tua santri.
Dari pihak medis, Puskesmas Padas memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur. “Dari total 36 pasien awal, kini tinggal 19 yang masih kami tangani. Sebagian besar kondisinya sudah stabil dan 16 pasien rencananya diperbolehkan pulang siang ini. Tiga lainnya tetap kami rawat karena masih ada gejala lanjutan,” jelas Kepala Puskesmas Padas, dr. Zain Ratna Priyanto.
Sementara itu, SPPG Karangtengah Prandon, lokasi yang menyediakan MBG untuk para santri, tampak sepi tanpa aktivitas. Sebelumnya, 67 santri mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan tersebut pada Sabtu (14/2/2026) siang. Hingga kini pihak terkait masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab keracunan yang menimpa para santri. (Nan)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Arrachmando


