Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Jembatan Ambrol Ancam Warga, DPRD Ponorogo Minta Inventarisasi Menyeluruh

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 390
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kondisi kerusakan jembatan di Ponorogo akibat diterjang banjir. DPRD mendesak segera dilakukan Inventarisasi. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo — Ambrolnya sejumlah jembatan penghubung antarwilayah di Ponorogo dalam beberapa bulan terakhir menyingkap persoalan serius tata kelola infrastruktur daerah. Keterbatasan fiskal akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat dinilai membuat ruang gerak pemerintah daerah kian sempit dalam memperbaiki infrastruktur dasar.

Sekretaris Komisi C DPRD Ponorogo, Agung Priyanto, menilai persoalan jembatan tidak bisa dipandang sebagai kasus insidental. Menurutnya, rentetan ambrolnya jembatan di Kecamatan Sawoo, Bungkal, Ngebel, hingga jembatan swadaya di Kecamatan Ngrayun merupakan dampak nyata kebijakan pemerintah pusat yang memangkas Transfer ke Daerah (TKD).

Karena itu, pihaknya mendorong Pemkab Ponorogo segera melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh jembatan di wilayah Bumi Reog. Inventarisasi tersebut perlu disertai klasifikasi tingkat kerusakan sebagai dasar penanganan, baik untuk pemeliharaan, perbaikan, maupun pembangunan ulang.

“Kalau jembatan masih berdiri tapi sudah berbahaya, lebih murah diperbaiki sekarang. Kalau menunggu roboh, biayanya membengkak dan risikonya semakin besar bagi masyarakat,” ujar Agung, Senin (16/2/2026).

Namun, dorongan tersebut berbenturan dengan kondisi fiskal daerah yang makin terbatas. Agung menyebut, pemangkasan TKD sekitar Rp261 miliar membuat APBD Ponorogo semakin sempit untuk membiayai perawatan maupun perbaikan infrastruktur.

Menurut dia, APBD saat ini sudah terbebani belanja wajib, seperti gaji ASN dan PPPK. Sementara itu, sektor infrastruktur masih sangat bergantung pada dana transfer pusat. “Anggaran habis untuk belanja wajib. Kalau opsen PBB dinaikkan, rakyat yang terdampak. Mau optimalkan PAD dari mana lagi?” katanya.

Dalam situasi tersebut, Komisi C mendorong adanya intervensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pemerintah pusat. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan DPRD Provinsi Jawa Timur agar pembangunan jembatan di wilayah perbatasan tidak sepenuhnya menjadi beban kabupaten.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, mengatakan pihaknya masih melakukan inventarisasi terhadap sejumlah jembatan rusak.

Menurut Jamus, beberapa jembatan berada di wilayah perbatasan, termasuk dengan Kabupaten Trenggalek, sehingga status kewenangan penanganannya belum jelas.

“Masih kami inventarisasi, apakah itu masuk wilayah Trenggalek atau Ponorogo. Selain itu, banyak yang bukan jalan kabupaten, bukan jalan poros, sehingga kewenangannya bukan di kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan dan mengusulkannya sebagai bagian dari kendala yang dihadapi dinas. Namun, karena sejumlah jembatan bukan aset Pemkab dan berada di jalan desa, penanganannya tidak bisa dilakukan langsung.

“Kewenangannya ada di desa. Bisa jadi lewat anggaran pemerintah desa,” katanya.

Jamus juga mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan sejumlah jembatan rusak ke Kementerian Dalam Negeri agar dapat ditangani melalui anggaran pusat. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.

Di sisi lain, empat titik jembatan rusak telah memperoleh alokasi anggaran perbaikan dari Pemprov Jawa Timur melalui skema Belanja Tak Terduga (BTT). Keempatnya berada di Desa Wagir Lor (Ngebel), Paringan (Jenangan), Nambak (Bungkal), dan Grogol (Sawoo).

“Empat titik itu diperbaiki lewat BTT karena masuk kategori dampak bencana alam,” ujarnya.

Terkait jembatan di Kecamatan Ngrayun yang sudah lama tidak memiliki jembatan permanen, Jamus menuturkan penanganannya terkendala status administratif. “Kalau itu bukan aset daerah dan bukan di jalur jalan kabupaten, kami tidak bisa langsung menangani. Harus jelas dulu status kewenangannya,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya membuka peluang bantuan melalui skema bantuan keuangan dari provinsi, DPRD provinsi, maupun pemerintah pusat kepada pemerintah desa. Dengan skema tersebut, desa dapat menangani langsung jembatan yang menjadi asetnya.

“Kemarin Ponorogo juga bisa dapat bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum, seperti di Tegalsari, Jetis. Banyak yang lain juga. Jembatan di Ngrayun itu kemungkinan bisa disentuh lewat program seperti itu,” katanya.

DPRD berharap, melalui inventarisasi menyeluruh dan koordinasi lintas daerah, persoalan jembatan rusak di Ponorogo tidak terus berulang dan keselamatan warga dapat lebih terjamin.(Ega/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menumbuhkan Rasa Kebersamaan dan Saling Berbagi di Hari Raya Idul Adha

    Menumbuhkan Rasa Kebersamaan dan Saling Berbagi di Hari Raya Idul Adha

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Warga Perum Pesona Griya Kencana (PGK), Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, kembali melakukan penyembelihan hewan kurban pada perayaan Idul Adha tahun ini. Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan perumahan tersebut berlangsung penuh kebersamaan dengan melibatkan warga secara gotong royong, mulai dari proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban. “Alhamdulillah, hewan kurban dari […]

    Bagikan
  • Bupati Ponorogo Instruksikan Vaksinasi Serentak untuk Cegah Penyakit pada Sapi

    Bupati Ponorogo Instruksikan Vaksinasi Serentak untuk Cegah Penyakit pada Sapi

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 159
    • 0Komentar

    KAB. PONOROGO – Menanggapi penyebaran penyakit yang menyerang ternak sapi di sejumlah wilayah, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menginstruksikan agar vaksinasi terhadap sapi segera dilakukan secara serentak. Instruksi ini muncul setelah adanya laporan kematian sapi di beberapa desa. (03/01/2025) “Saat ini, kami masih mencatat data dari Dinas Pertanian mengenai jumlah sapi yang mati. Di Slahung, baru […]

    Bagikan
  • Terminal Purboyo Catat Lonjakan Armada, Masuk 4 Besar Nasional

    Terminal Purboyo Catat Lonjakan Armada, Masuk 4 Besar Nasional

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Terminal Tipe A Purboyo Madiun mencatat lonjakan signifikan jumlah armada yang masuk selama masa pemantauan intensif mulai 26 April hingga pertengahan Mei. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah armada harian yang biasanya berkisar antara 297 hingga 300 kendaraan. Namun, puncaknya pada 13 Mei lalu, mencapai 681 armada atau setara dengan kenaikan […]

    Bagikan
  • Dinkes Madiun Antisipasi Lonjakan ISPA dan DBD di Masa Peralihan Musim

    Dinkes Madiun Antisipasi Lonjakan ISPA dan DBD di Masa Peralihan Musim

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mulai mewaspadai potensi peningkatan kasus penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Chikungunya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, mengatakan bahwa perubahan suhu dan kelembapan […]

    Bagikan
  • Apel Penanaman Pohon, Pemkab Madiun Dorong Ketahanan Lingkungan Berkelanjutan

    Apel Penanaman Pohon, Pemkab Madiun Dorong Ketahanan Lingkungan Berkelanjutan

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Apel Penanaman Pohon dalam rangka Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia sekaligus mendukung program Ketahanan Lingkungan Berkelanjutan (Kaliber) Rabu (10/12/2025). Sebanyak 6.000 bibit pohon antara lain durian, alpukat, dan mangga ditanam serentak di tiga kecamatan wilayah hulu lereng Gunung Wilis, yakni Gemarang, Kare, dan Dagangan. Kawasan ini dipilih […]

    Bagikan
  • Pick up Terjun ke Sungai di Ngawi, Tiga Pekerja Tebu Terluka

    Pick up Terjun ke Sungai di Ngawi, Tiga Pekerja Tebu Terluka

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 593
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas Jalan Raya Ngawi–Solo, tepatnya di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Sebuah mobil pick up terjun ke sungai sedalam lebih dari tiga meter setelah menabrak pagar jembatan. Akibat insiden tersebut, tiga orang yang berada di dalam kendaraan mengalami […]

    Bagikan
expand_less