Berita Terkini
Trending Tags

Jembatan Ambrol Ancam Warga, DPRD Ponorogo Minta Inventarisasi Menyeluruh

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 264
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kondisi kerusakan jembatan di Ponorogo akibat diterjang banjir. DPRD mendesak segera dilakukan Inventarisasi. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo — Ambrolnya sejumlah jembatan penghubung antarwilayah di Ponorogo dalam beberapa bulan terakhir menyingkap persoalan serius tata kelola infrastruktur daerah. Keterbatasan fiskal akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat dinilai membuat ruang gerak pemerintah daerah kian sempit dalam memperbaiki infrastruktur dasar.

Sekretaris Komisi C DPRD Ponorogo, Agung Priyanto, menilai persoalan jembatan tidak bisa dipandang sebagai kasus insidental. Menurutnya, rentetan ambrolnya jembatan di Kecamatan Sawoo, Bungkal, Ngebel, hingga jembatan swadaya di Kecamatan Ngrayun merupakan dampak nyata kebijakan pemerintah pusat yang memangkas Transfer ke Daerah (TKD).

Karena itu, pihaknya mendorong Pemkab Ponorogo segera melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh jembatan di wilayah Bumi Reog. Inventarisasi tersebut perlu disertai klasifikasi tingkat kerusakan sebagai dasar penanganan, baik untuk pemeliharaan, perbaikan, maupun pembangunan ulang.

“Kalau jembatan masih berdiri tapi sudah berbahaya, lebih murah diperbaiki sekarang. Kalau menunggu roboh, biayanya membengkak dan risikonya semakin besar bagi masyarakat,” ujar Agung, Senin (16/2/2026).

Namun, dorongan tersebut berbenturan dengan kondisi fiskal daerah yang makin terbatas. Agung menyebut, pemangkasan TKD sekitar Rp261 miliar membuat APBD Ponorogo semakin sempit untuk membiayai perawatan maupun perbaikan infrastruktur.

Menurut dia, APBD saat ini sudah terbebani belanja wajib, seperti gaji ASN dan PPPK. Sementara itu, sektor infrastruktur masih sangat bergantung pada dana transfer pusat. “Anggaran habis untuk belanja wajib. Kalau opsen PBB dinaikkan, rakyat yang terdampak. Mau optimalkan PAD dari mana lagi?” katanya.

Dalam situasi tersebut, Komisi C mendorong adanya intervensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pemerintah pusat. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan DPRD Provinsi Jawa Timur agar pembangunan jembatan di wilayah perbatasan tidak sepenuhnya menjadi beban kabupaten.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, mengatakan pihaknya masih melakukan inventarisasi terhadap sejumlah jembatan rusak.

Menurut Jamus, beberapa jembatan berada di wilayah perbatasan, termasuk dengan Kabupaten Trenggalek, sehingga status kewenangan penanganannya belum jelas.

“Masih kami inventarisasi, apakah itu masuk wilayah Trenggalek atau Ponorogo. Selain itu, banyak yang bukan jalan kabupaten, bukan jalan poros, sehingga kewenangannya bukan di kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan dan mengusulkannya sebagai bagian dari kendala yang dihadapi dinas. Namun, karena sejumlah jembatan bukan aset Pemkab dan berada di jalan desa, penanganannya tidak bisa dilakukan langsung.

“Kewenangannya ada di desa. Bisa jadi lewat anggaran pemerintah desa,” katanya.

Jamus juga mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan sejumlah jembatan rusak ke Kementerian Dalam Negeri agar dapat ditangani melalui anggaran pusat. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.

Di sisi lain, empat titik jembatan rusak telah memperoleh alokasi anggaran perbaikan dari Pemprov Jawa Timur melalui skema Belanja Tak Terduga (BTT). Keempatnya berada di Desa Wagir Lor (Ngebel), Paringan (Jenangan), Nambak (Bungkal), dan Grogol (Sawoo).

“Empat titik itu diperbaiki lewat BTT karena masuk kategori dampak bencana alam,” ujarnya.

Terkait jembatan di Kecamatan Ngrayun yang sudah lama tidak memiliki jembatan permanen, Jamus menuturkan penanganannya terkendala status administratif. “Kalau itu bukan aset daerah dan bukan di jalur jalan kabupaten, kami tidak bisa langsung menangani. Harus jelas dulu status kewenangannya,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya membuka peluang bantuan melalui skema bantuan keuangan dari provinsi, DPRD provinsi, maupun pemerintah pusat kepada pemerintah desa. Dengan skema tersebut, desa dapat menangani langsung jembatan yang menjadi asetnya.

“Kemarin Ponorogo juga bisa dapat bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum, seperti di Tegalsari, Jetis. Banyak yang lain juga. Jembatan di Ngrayun itu kemungkinan bisa disentuh lewat program seperti itu,” katanya.

DPRD berharap, melalui inventarisasi menyeluruh dan koordinasi lintas daerah, persoalan jembatan rusak di Ponorogo tidak terus berulang dan keselamatan warga dapat lebih terjamin.(Ega/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musancab PDIP Madiun, Prioritaskan 20 Persen Kader Muda dan Penguatan Digital

    Musancab PDIP Madiun, Prioritaskan 20 Persen Kader Muda dan Penguatan Digital

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Madiun menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di halaman kantor DPC setempat, Senin (20/4/2026). Agenda ini menjadi bagian dari langkah restrukturisasi organisasi partai di tingkat kecamatan. Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan Musancab serentak ini merupakan upaya konsolidasi internal untuk […]

    Bagikan
  • Jatera Agro, Wisata Petik Melon Edukatif dari BUMDes Karya Maju Jambangan

    Jatera Agro, Wisata Petik Melon Edukatif dari BUMDes Karya Maju Jambangan

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana sejuk kawasan pedesaan Jambangan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, kini punya daya tarik baru. Sebuah greenhouse modern berdiri, menjadi pusat perhatian warga dan wisatawan. Di sinilah BUMDes Karya Maju mengembangkan budidaya melon Sweet Hami dengan sistem hidroponik yang diberi nama Jatera Agro. Sejak dibangun pada akhir 2024, greenhouse ini sudah empat […]

    Bagikan
  • Menilik Penyulingan Tanaman Nilam, Jadi Bahan Baku Minyak Atsiri Bernilai Tinggi

    Menilik Penyulingan Tanaman Nilam, Jadi Bahan Baku Minyak Atsiri Bernilai Tinggi

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Lahan kosong seluas 500 meter persegi yang dulunya tak terurus di Jalan Halmahera, Kelurahan Oro Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun kini menjelma menjadi kebun hijau penuh potensi. Di atas tanah itu, ratusan tanaman nilam tumbuh subur dan bersiap dipanen. Siapa sangka, daun-daun kecil ini menyimpan peluang besar untuk menjadi […]

    Bagikan
  • DKPP Madiun Sisir Jeroan Hewan Kurban Idul Adha, Cacing Hati Jadi Ancaman Utama

    DKPP Madiun Sisir Jeroan Hewan Kurban Idul Adha, Cacing Hati Jadi Ancaman Utama

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemeriksaan hewan kurban di Kabupaten Madiun tak hanya fokus pada daging. Saat proses penyembelihan Idul Adha 2026 berlangsung, petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun mengawasi ketat organ dalam sapi seperti hati, paru-paru, hingga limpa guna mengantisipasi cacing hati dan penyakit berbahaya lainnya. Petugas DKPP Kabupaten Madiun melakukan pemeriksaan […]

    Bagikan
  • Oknum Santri di Ngawi Diciduk atas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak

    Oknum Santri di Ngawi Diciduk atas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Polres Ngawi mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh seorang oknum santri berinisial MZN (28), warga Kecamatan Kasreman, Ngawi. Kasus ini berawal ketika pihak sekolah memanggil orang tua korban pada awal Mei 2025 setelah mendapati adanya foto dan video pribadi milik korban […]

    Bagikan
  • Dampak Insiden Bekasi Timur, KAI Daop 7 Batalkan Perjalanan KA Madiun Jaya dan KA Singasari, Tiket Dikembalikan 100 Persen

    Dampak Insiden Bekasi Timur, KAI Daop 7 Batalkan Perjalanan KA Madiun Jaya dan KA Singasari, Tiket Dikembalikan 100 Persen

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur, wilayah KAI Daop 1 Jakarta, berdampak luas terhadap perjalanan kereta api nasional, termasuk layanan di wilayah PT KAI Daop 7 Madiun pada Selasa (28/4/2026). Sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan hingga pembatalan, sementara pelanggan diberikan opsi pengembalian tiket secara penuh. KAI menyampaikan bahwa penyesuaian pola operasi […]

    Bagikan
expand_less