Berita Terkini
Trending Tags

Jembatan Ponorogo–Trenggalek Putus, Warga Bertaruh Nyawa di Atas Kereta Gantung Darurat

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 686
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga membangun jembatan gantung darurat akibat jembatan penghubung putus. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Deru arus Sungai Jabak yang mengganas usai hujan lebat pada awal Januari 2026 menjadi saksi runtuhnya harapan warga Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo. Jembatan penghubung utama antara Ponorogo dan Trenggalek yang selama puluhan tahun menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, ambruk diterjang banjir pada 2 Januari 2026 lalu.

Jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 2,7 meter itu tak mampu menahan derasnya debit air. Infrastruktur yang selama ini menjadi tumpuan ribuan langkah kaki warga akhirnya patah di bagian tengah, lalu hanyut terbawa arus sungai.

Sejak saat itu, ratusan warga seolah terkurung di wilayahnya sendiri. Akses menuju sekolah, pasar, tempat kerja, hingga fasilitas kesehatan terputus. Selama hampir sepekan, aktivitas masyarakat lumpuh total. Anak-anak tak bisa bersekolah, pedagang kehilangan pelanggan, dan warga yang sakit harus menahan perih di rumah.

Tak ingin terus terisolasi, warga kemudian bergerak bersama. Dengan peralatan seadanya, mereka membangun jembatan gantung darurat sepanjang sekitar 40 meter. Tali baja, kayu jati, dan besi bekas dirangkai menjadi satu-satunya jalan harapan untuk menyeberangi Sungai Jabak yang terus mengalir deras.

Image Not Found
Warga membangun jembatan gantung darurat akibat jembatan penghubung putus. Foto : Ega-Sinergia

Hingga kini, jembatan gantung sederhana itu menjadi tumpuan hidup warga Dusun Purworejo untuk terhubung dengan Dusun Pegat, Desa Depok, Kecamatan Panggul, Trenggalek.

Setiap pagi, ketakutan menjadi teman setia bagi Riski Kurniawan. Pelajar kelas XII SMAN 1 Bodag itu harus menyeberangi jembatan gantung tersebut demi mengejar cita-citanya.

“Sejak kecil saya sekolah di Trenggalek. Sekarang kelas XII. Setiap lewat sini selalu takut, tapi mau bagaimana lagi. Kalau tidak lewat sini, saya tidak bisa sekolah,” tutur Riski lirih, Sabtu (14/2/2026).

Kecemasan serupa dirasakan warga lainnya. Suyanto, pengelola kereta gantung darurat, mengatakan jembatan itu menjadi satu-satunya akses tercepat menuju pusat pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan.

Ia mengenang, jembatan awalnya dibangun secara swadaya pada 2010 dengan anyaman bambu, lalu diperkuat menjadi beton pada 2014. Semua hasil gotong royong masyarakat.

“Semua kami bangun sendiri. Tapi awal Januari kemarin, banjir besar membuatnya ambrol lagi,” ujarnya.

Menurut Suyanto, warga lebih banyak bergantung pada fasilitas di Trenggalek karena jaraknya lebih dekat dibandingkan ke pusat kota Ponorogo. Dalam kondisi darurat, warga bahkan harus menggendong orang sakit menyeberangi sungai.

“Kalau sungai tidak deras, ya digendong lewat air. Kalau deras, terpaksa mutar lebih dari 20 kilometer. Kadang kasihan orang sakit harus nunggu,” katanya.

Setiap hari, sekitar 30 hingga 50 warga melintasi jembatan gantung darurat tersebut. Pada hari-hari tertentu, jumlahnya bisa melonjak hingga 100 orang. Mereka melangkah perlahan, menggenggam tali erat, sembari berharap tak terjadi kesalahan sedikit pun.

Di balik derasnya aliran Sungai Jabak, tersimpan kegelisahan warga yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan demi bertahan hidup.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo segera turun tangan membangun kembali jembatan permanen. Bagi mereka, jembatan bukan sekadar bentangan besi dan beton, melainkan jalan menuju masa depan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

Tanpa jembatan, mereka hanya memiliki satu pilihan: terus bertaruh nyawa di atas seutas harapan.(Ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Kabar Kasus Koperasi MSI Magetan ? Nasib Ribuan Nasabah Masih Menggantung

    Apa Kabar Kasus Koperasi MSI Magetan ? Nasib Ribuan Nasabah Masih Menggantung

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ribuan nasabah Koperasi Mitra Sejahtera Indonesia (MSI) di Kabupaten Magetan masih menanti kejelasan nasib dana mereka. Sejak mencuatnya kasus gagal bayar pada akhir April 2025 lalu, belum ada titik terang terkait besaran kerugian yang ditanggung koperasi tersebut. Audit eksternal yang tengah dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop & UKM) Magetan […]

    Bagikan
  • Kemenag Kota Madiun Himbau Calon Jemaah Haji Segera Lakukan Pelunasan Biaya Haji

    Kemenag Kota Madiun Himbau Calon Jemaah Haji Segera Lakukan Pelunasan Biaya Haji

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun terus mempersiapkan ibadah haji tahun 2025. Tercatat, kuota jemaah haji Kota Madiun tahun ini sebanyak 154 orang. Per 14 Februari hingga 14 Maret 2025 mendatang, mereka berhak melakukan pelunasan biaya haji. “Ya masih dalam proses untuk Jamaah Haji Kota Madiun. Pembayaran pelunasan haji nantinya […]

    Bagikan
  • Dampak KA Bangunkarta Anjlok, 8 Kereta Api dari Jakarta Terlambat Hingga 316 Menit di Daop 7

    Dampak KA Bangunkarta Anjlok, 8 Kereta Api dari Jakarta Terlambat Hingga 316 Menit di Daop 7

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Sebanyak delapan perjalanan kereta api jarak jauh dari arah Jakarta mengalami keterlambatan signifikan saat tiba di sejumlah stasiun wilayah Daop 7 Madiun. Keterlambatan bahkan mencapai lebih dari lima jam atau 316 menit. Gangguan perjalanan ini merupakan dampak dari anjloknya KA 161 Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen yang terjadi pada Senin (6/4/2026) […]

    Bagikan
  • Tingkatkan Kewaspadaan, Pemkab Madiun Bahas Ancaman Bencana Hidrometeorologi

    Tingkatkan Kewaspadaan, Pemkab Madiun Bahas Ancaman Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun bersiap menghadapi peningkatan risiko bencana hidrometeorologi seiring peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Kesiapsiagaan ini dibahas dalam rapat koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Senin, (1/12/2025). Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menjelaskan bahwa rapat […]

    Bagikan
  • Jasad Sosok Pria Ditemukan Hanyut di Sungai Bengawan Madiun

    Jasad Sosok Pria Ditemukan Hanyut di Sungai Bengawan Madiun

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Warga Kota Madiun digemparkan oleh penemuan sesosok mayat tanpa identitas yang hanyut di aliran Sungai Bengawan Madiun, Minggu (07/12/2025) malam. Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 22.50 WIB oleh warga yang melihat tubuh mengapung terbawa arus. Mendapat laporan itu, tim gabungan BPBD Kota Madiun bersama TNI dan Polri langsung […]

    Bagikan
  • PKB Magetan Siapkan Muscab, Penjaringan Calon Pengurus Masih Berlangsung

    PKB Magetan Siapkan Muscab, Penjaringan Calon Pengurus Masih Berlangsung

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Magetan tengah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang direncanakan berlangsung pada awal April 2026. Agenda ini menjadi momentum penting bagi partai untuk menentukan kepengurusan baru di tingkat kabupaten. Ketua DPC PKB Magetan, Suratno menyampaikan, jika tidak ada perubahan jadwal, Muscab PKB Magetan […]

    Bagikan
expand_less