Berita Terkini
Trending Tags

Jembatan Ponorogo–Trenggalek Putus, Warga Bertaruh Nyawa di Atas Kereta Gantung Darurat

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 267
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga membangun jembatan gantung darurat akibat jembatan penghubung putus. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Deru arus Sungai Jabak yang mengganas usai hujan lebat pada awal Januari 2026 menjadi saksi runtuhnya harapan warga Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo. Jembatan penghubung utama antara Ponorogo dan Trenggalek yang selama puluhan tahun menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, ambruk diterjang banjir pada 2 Januari 2026 lalu.

Jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 2,7 meter itu tak mampu menahan derasnya debit air. Infrastruktur yang selama ini menjadi tumpuan ribuan langkah kaki warga akhirnya patah di bagian tengah, lalu hanyut terbawa arus sungai.

Sejak saat itu, ratusan warga seolah terkurung di wilayahnya sendiri. Akses menuju sekolah, pasar, tempat kerja, hingga fasilitas kesehatan terputus. Selama hampir sepekan, aktivitas masyarakat lumpuh total. Anak-anak tak bisa bersekolah, pedagang kehilangan pelanggan, dan warga yang sakit harus menahan perih di rumah.

Tak ingin terus terisolasi, warga kemudian bergerak bersama. Dengan peralatan seadanya, mereka membangun jembatan gantung darurat sepanjang sekitar 40 meter. Tali baja, kayu jati, dan besi bekas dirangkai menjadi satu-satunya jalan harapan untuk menyeberangi Sungai Jabak yang terus mengalir deras.

Image Not Found
Warga membangun jembatan gantung darurat akibat jembatan penghubung putus. Foto : Ega-Sinergia

Hingga kini, jembatan gantung sederhana itu menjadi tumpuan hidup warga Dusun Purworejo untuk terhubung dengan Dusun Pegat, Desa Depok, Kecamatan Panggul, Trenggalek.

Setiap pagi, ketakutan menjadi teman setia bagi Riski Kurniawan. Pelajar kelas XII SMAN 1 Bodag itu harus menyeberangi jembatan gantung tersebut demi mengejar cita-citanya.

“Sejak kecil saya sekolah di Trenggalek. Sekarang kelas XII. Setiap lewat sini selalu takut, tapi mau bagaimana lagi. Kalau tidak lewat sini, saya tidak bisa sekolah,” tutur Riski lirih, Sabtu (14/2/2026).

Kecemasan serupa dirasakan warga lainnya. Suyanto, pengelola kereta gantung darurat, mengatakan jembatan itu menjadi satu-satunya akses tercepat menuju pusat pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan.

Ia mengenang, jembatan awalnya dibangun secara swadaya pada 2010 dengan anyaman bambu, lalu diperkuat menjadi beton pada 2014. Semua hasil gotong royong masyarakat.

“Semua kami bangun sendiri. Tapi awal Januari kemarin, banjir besar membuatnya ambrol lagi,” ujarnya.

Menurut Suyanto, warga lebih banyak bergantung pada fasilitas di Trenggalek karena jaraknya lebih dekat dibandingkan ke pusat kota Ponorogo. Dalam kondisi darurat, warga bahkan harus menggendong orang sakit menyeberangi sungai.

“Kalau sungai tidak deras, ya digendong lewat air. Kalau deras, terpaksa mutar lebih dari 20 kilometer. Kadang kasihan orang sakit harus nunggu,” katanya.

Setiap hari, sekitar 30 hingga 50 warga melintasi jembatan gantung darurat tersebut. Pada hari-hari tertentu, jumlahnya bisa melonjak hingga 100 orang. Mereka melangkah perlahan, menggenggam tali erat, sembari berharap tak terjadi kesalahan sedikit pun.

Di balik derasnya aliran Sungai Jabak, tersimpan kegelisahan warga yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan demi bertahan hidup.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo segera turun tangan membangun kembali jembatan permanen. Bagi mereka, jembatan bukan sekadar bentangan besi dan beton, melainkan jalan menuju masa depan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

Tanpa jembatan, mereka hanya memiliki satu pilihan: terus bertaruh nyawa di atas seutas harapan.(Ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kabupaten Madiun Gelar Sertijab Bupati, Tekankan Fungsi Pengawasan

    DPRD Kabupaten Madiun Gelar Sertijab Bupati, Tekankan Fungsi Pengawasan

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna Serah Terima Jabatan (Sertijab) di ruang paripurna DPRD setempat Senin (3/3/2025). Selain dihadiri jajaran legislatif dan Forkopimda Madiun, prosesi serah terima jabatan dari PJ Bupati Madiun Tontro Pahlawanto kepada Bupati Madiun definitif Hari Wuryanto disaksikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak. Dalam kesempatan […]

    Bagikan
  • DPRD – Pemerintah Kota Madiun  Godok Tiga Raperda Inisiatif

    DPRD – Pemerintah Kota Madiun  Godok Tiga Raperda Inisiatif

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – DPRD Kota Madiun tengah mempersiapkan langkah strategis melalui pembahasan 3 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif. Tiga raperda yang akan dibahas yaitu tentang Kota Cerdas, Keterbukaan Informasi Publik (KIP), dan Keprotokolan. Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun dalam Nota Penjelasan 3 Raperda Inisiatif tahap I tahun 2025 di […]

    Bagikan
  • Pelajar SMP dan SMA Bermesraan di Alun-alun Ngawi, di Bawa Satpol PP

    Pelajar SMP dan SMA Bermesraan di Alun-alun Ngawi, di Bawa Satpol PP

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dua remaja asal Kabupaten Bojonegoro harus berurusan dengan Satpol PP Ngawi setelah ketahuan bermesraan di kawasan Alun-alun Merdeka, Senin (15/09/2025) pagi. Keduanya, yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA, diamankan petugas usai mendapat laporan dari masyarakat. Perilaku mereka dinilai tidak pantas dilakukan di ruang publik. Saat diamankan, keduanya masih mengenakan seragam […]

    Bagikan
  • DPRD-Pemkot Madiun Sepakati LPJ Pelaksanaan APBD 2024, Ini Sejumlah Catatan Fraksi

    DPRD-Pemkot Madiun Sepakati LPJ Pelaksanaan APBD 2024, Ini Sejumlah Catatan Fraksi

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun kembali menggelar rapat paripurna pada Rabu (28/05/2025), dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024. Fraksi-Fraksi DPRD Kota Madiun tetap kritis dalam pandangan akhir terhadap LPJ Pelaksanaan APBD […]

    Bagikan
  • Puluhan Anak-Anak Seru-seruan “Sinau Tani” dan Panen Semangka

    Puluhan Anak-Anak Seru-seruan “Sinau Tani” dan Panen Semangka

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Di tengah panas matahari pagi, tawa puluhan anak-anak riuh terdengar dari lahan pertanian seluas seratus meter persegi di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Dengan tangan kecil yang berlumur tanah, mereka belajar menanam cabai, membuat pupuk organik, hingga memetik buah semangka matang langsung dari kebun. Kegiatan ini bukan sekedar bermain […]

    Bagikan
  • Sepasma 2025, Angkat Potensi Budaya dan Ekonomi Kreatif Pesona Seligkar Wilis

    Sepasma 2025, Angkat Potensi Budaya dan Ekonomi Kreatif Pesona Seligkar Wilis

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi membuka gelaran tahunan Sepasar Ing Madiun (Sepasma) 2025 di Lapangan Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kamis malam (11/07/2025). Mengusung tema Pesona Selingkar Wilis, hajatan budaya ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-457. Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi dan Ketua Tim […]

    Bagikan
expand_less