Berita Terkini
Trending Tags

Sekolah Rakyat di Madiun Masih Kekurangan Siswa dan Sarpras, Kurikulum Jadi Kendala

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 40
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Madiun meninjau proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Terpadu 1 di Kelurahan Nglames. (6/10/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Madiun yang telah berjalan sekitar dua bulan masih menghadapi sejumlah kendala. Mulai dari belum lengkapnya sarana prasarana (sarpras) penunjang pembelajaran, ketersediaan fasilitas teknologi, hingga belum terpenuhinya kuota siswa.

Persoalan tersebut terungkap dalam monitoring dan evaluasi (monev) perdana yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun sejak program nasional tersebut resmi dimulai pada Agustus 2026.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto mengatakan, salah satu kendala yang ditemukan yakni belum tersedianya jaringan Wi-Fi untuk menunjang aktivitas pembelajaran. Pemkab Madiun pun telah meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) segera menindaklanjuti kebutuhan tersebut.

Image Not Found
Bupati Madiun meninjau pembelajaran di Sekolah Rakyat Nglames. Foto : Tova-Sinergia

“Ya, misalkan salah satunya Wi-Fi-nya belum ada. Insya Allah tadi Kominfo sudah kita ajak, secepatnya Wi-Fi akan segera kita atasi,” kata Hari usai monev, Selasa (6/10/2026).

Selain sarpras, persoalan lain yang perlu segera diselesaikan adalah kurikulum. Menurut Hari, tenaga pendidik masih membutuhkan pendampingan untuk menentukan pola pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa Sekolah Rakyat.

“Masalah kurikulum, Kepala Dinas Pendidikan juga kita ajak, nanti akan mendampingi untuk membuat kurikulum yang sesuai dengan kondisi anak-anak sekarang,” ujarnya.

Hari menyebut, jumlah siswa yang menempati Sekolah Rakyat juga belum sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah pusat. Kondisi tersebut paling terasa pada jenjang sekolah dasar (SD).

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah belum mudahnya mengubah kebiasaan anak untuk tinggal terpisah dari keluarga dan menempati asrama.

“Sementara ini kita masih ada kekurangan siswanya. Khususnya siswa yang di tingkat SD, karena memang mengubah budaya dia harus pisah dengan keluarga masih perlu penanganan yang luar biasa,” jelasnya.

Image Not Found
Pemkab Madiun segera memenuhi kebutuhan Wi-Fi Sekolah Rakyat. Foto : Tova-Sinergia

Pemkab Madiun, kata Hari, tidak akan menunggu hingga pergantian semester untuk melakukan evaluasi. Monev akan dilakukan secara berkala agar setiap persoalan yang muncul dapat segera ditangani.

“Supaya secepat mungkin kita mengetahui kendala yang dihadapi dan kita segera bisa memberikan solusi sedari dini tanpa menunggu semester berikutnya. Karena ini masih program baru dan program strategis nasional maka harus sukses,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, membenarkan kuota siswa Sekolah Rakyat hingga kini belum terpenuhi sepenuhnya.

Ia mengatakan, Pemkab tetap menggunakan pola penjangkauan langsung ke masyarakat untuk mencari calon siswa dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah ini sifatnya penjangkauan. Artinya, tidak boleh promosi, tetapi kita langsung turun ke masyarakat untuk menjangkau masyarakat yang tidak mampu dan kita motivasi untuk menyekolahkan anaknya di SR,” jelas Supriyadi.

Penjaringan dilakukan dengan memanfaatkan jaringan pemerintah desa dan sejumlah pilar sosial. Mereka membantu memetakan keluarga kurang mampu yang masih memiliki anak usia sekolah.

“Seperti biasa yang sudah-sudah kita lakukan, bahwa kita selalu mengandalkan jaringan yang sampai ke bawah. Itu teman-teman dari pilar-pilar sosial, yaitu TKSK, PKH, Tagana, SLRT, dan lain sebagainya, kemudian kepala desa,” ujarnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krs/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibu dan Balita Jadi Korban, Tabrakan 2 Motor di Ponorogo Bikin Warga Panik

    Ibu dan Balita Jadi Korban, Tabrakan 2 Motor di Ponorogo Bikin Warga Panik

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Insinyur Juanda, Kelurahan Tonatan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Seorang ibu muda, Yuni Melawati (28), warga Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, mengalami luka setelah motor yang dikendarainya bertabrakan dengan pengendara lain. Peristiwa tersebut juga melibatkan anak […]

    Bagikan
  • Lahan Pertanian di Banaran Ponorogo Kembali Longsor, Enam KK Terisolir

    Lahan Pertanian di Banaran Ponorogo Kembali Longsor, Enam KK Terisolir

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Lahan pertanian milik warga di Dusun Gondangsari, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, kembali dilanda longsor pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun material longsor menutup akses jalan desa dan membuat enam kepala keluarga (KK) terisolir. Peristiwa ini terekam video warga yang memperlihatkan tanah […]

    Bagikan
  • Mimpi Takraw Putri Magetan yang Gagal Mengudara, Kalah Sebelum Bertanding

    Mimpi Takraw Putri Magetan yang Gagal Mengudara, Kalah Sebelum Bertanding

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Semangat mereka sudah membuncah sejak Februari. Enam kali latihan dalam sepekan, tas sudah dikemas, hotel di Malang sudah dipesan. Namun semua itu sirna hanya karena satu surat keputusan. Tim sepak takraw putri Kabupaten Magetan batal berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Bukan karena gagal seleksi atau […]

    Bagikan
  • Forkopimda Magetan Sepakat Perketat Pengawasan Tambang, DPRD dan Polres Tekankan Ketegasan Penegakan Hukum

    Forkopimda Magetan Sepakat Perketat Pengawasan Tambang, DPRD dan Polres Tekankan Ketegasan Penegakan Hukum

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi Sinergitas Lintas Sektoral terkait mitigasi aktivitas tambang di Pendapa Surya Graha, Selasa (07/10/2025). Agenda tersebut menjadi langkah strategis pasca peristiwa longsor di area tambang yang menelan korban jiwa beberapa waktu lalu. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, membuka rapat dengan […]

    Bagikan
  • Hilang Semalaman, Wanita Berkebutuhan Khusus di Magetan Ditemukan Tewas di Sungai

    Hilang Semalaman, Wanita Berkebutuhan Khusus di Magetan Ditemukan Tewas di Sungai

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang Wanita berkebutuhan khusus di Magetan bernama Roih Faizatun Nikmah (33) dilaporkan hilang sejak Rabu malam (26/2/2025). Warga Dusun Pengkok, Desa Bungkuk, Kecamatan Parang, Magetan ditemukan tewas di Sungai Klegung pada Kamis (27/2/2025). Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena medan yang terjal. Dalam proses evakuasi, petugas bersama warga setempat […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Tetap Kondusif, Pemkot Perketat Pengamanan Pasca Demo

    Kota Madiun Tetap Kondusif, Pemkot Perketat Pengamanan Pasca Demo

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun dipastikan dalam kondisi aman usai aksi demonstrasi yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Wali Kota Madiun, Maidi, langsung turun tangan memimpin apel siaga keamanan bersama jajaran camat, lurah, OPD dan TNI-Polri pada Senin (01/09/2025) malam. “Situasi harus tetap kondusif. Ada isu-isu yang berkembang, maka saya hadir untuk memastikan […]

    Bagikan
expand_less