Berita Terkini
Trending Tags

Gunung Lawu Siap Berstatus Tahura, Langkah Serius Jaga Sumber Air dan Ekosistem Alam

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
  • visibility 278
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Keindahan gunung lawu yang terletak diantara jawa timur dan jawa tengah, Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Gunung Lawu segera memasuki babak baru dalam pengelolaan kawasan hutannya. Setelah melalui kajian terpadu oleh tim teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada awal Desember 2025, sekitar 7.341 hektare hutan lindung direkomendasikan untuk dinaikkan statusnya menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat fungsi konservasi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber air dan ekosistem di kawasan tersebut.

Proses ini merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sebelumnya mengajukan luas 10.244 hektare area hutan di wilayah Magetan dan Ngawi sebagai calon Tahura. Kajian lapangan yang dilakukan selama 10 hari menyimpulkan perlunya perubahan status demi pengamanan lingkungan jangka panjang. Jika tahapan administrasi berjalan lancar, penetapan resmi Tahura Gunung Lawu ditargetkan efektif berlaku mulai tahun 2026.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun, Dwijo Saputro, mengungkapkan bahwa penurunan debit air yang terus terjadi dari tahun ke tahun menjadi salah satu alasan utama alih status tersebut. Menurutnya, Gunung Lawu kini berada dalam tekanan alam yang cukup serius, termasuk ancaman bencana hidrometeorologi yang dipicu perubahan iklim global.

“Dari tahun ke tahun sumber air dan debit air selalu menurun sehingga ini menjadi keprihatinan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bagaimana supaya keberlanjutan bagi anak cucu kita tetap tersedia air, tersedia kondisi lingkungan yang baik,” tuturnya, Sabtu (20/12/2025).

Dwijo menambahkan, dengan menjadi Tahura, pengelolaan kawasan dapat dilakukan secara lebih intensif dan bertingkat, mengingat Tahura merupakan bentuk tertinggi dalam kelas pengelolaan hutan konservasi. Ia menilai perubahan status ini akan memberi landasan kuat secara hukum untuk melindungi area hutan dari eksploitasi yang dapat merusak struktur ekologinya.

“Kita meningkatkan status kawasan hutan dari produksi dan lindung untuk menjadi hutan konservasi,” jelasnya. “Karena kewenangan provinsi itu hanya dalam bentuk Tahura, maka kami mengusulkan itu supaya ada jaminan keberlanjutan terhadap kehidupan, khususnya di Kabupaten Ngawi dan Magetan.”

Kawasan Gunung Lawu sendiri memiliki fungsi vital sebagai penyangga sumber air bagi masyarakat di sekitarnya. Debit air yang mengalir dari kawasan tersebut tak hanya dirasakan oleh warga Ngawi dan Magetan, tetapi juga mengalir melalui Bengawan Solo menuju Bojonegoro, Lamongan, hingga Gresik. Dwijo menegaskan bahwa manfaat ekologis Gunung Lawu sesungguhnya berskala regional.

“Air dari Gunung Lawu dinikmati tidak hanya Ngawi dan Magetan, alirannya bergabung ke Bengawan Solo yang muaranya di Gresik. Jadi otomatis penerima manfaat mulai dari Gresik, Lamongan, Bojonegoro, sampai Ngawi itu sendiri,” tambahnya.

Selain memiliki fungsi hidrologi penting, Gunung Lawu juga tercatat sebagai habitat bagi satwa langka seperti macan tutul Jawa, lutung Jawa, elang Jawa, hingga beragam flora identitas daerah seperti anggrek hutan. Bahkan, tim ahli yang datang dari Jakarta disebut terkejut dengan tingginya tingkat keanekaragaman hayati di kawasan ini.

“Perubahan status ini bukan semata-mata untuk kepentingan perlindungan lingkungan pada saat ini, tetapi lebih luas sebagai warisan ekologis bagi generasi yang akan datang,” tegasnya. Dengan dorongan kuat berbagai pihak dan dukungan penelitian lapangan, alih status Gunung Lawu menjadi Tahura dinilai menjadi tonggak penting dalam sejarah konservasi lingkungan provinsi Jawa Timur.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terobos Lampu Merah, Truk Ekspedisi Terguling Usai Tabrak Pemotor

    Terobos Lampu Merah, Truk Ekspedisi Terguling Usai Tabrak Pemotor

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan padat kendaraan, tepatnya simpang 4 Jalan Kartini – Jalan dr. Soetomo, Kota Madiun, Senin siang (09/06/2025). Sebuah truk ekspedisi bermuatan paket dengan nomor polisi AE 8079 BC terguling setelah terlibat tabrakan dengan sepeda motor Honda Vario berplat AE 6603 CH. Truk yang dikemudikan Slamet […]

    Bagikan
  • Upaya pencarian Karyono, korban tenggelam di Waduk Bendo Membuahkan Hasil.

    Upaya pencarian Karyono, korban tenggelam di Waduk Bendo Membuahkan Hasil.

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 117
    • 0Komentar

    PONOROGO – Upaya pencarian Karyono, korban tenggelam di Waduk Bendo, Ponorogo membuahkan hasil. Korban, ditemukan pada hari keempat pencarian, Selasa (24/12/2024). Koordinator Pos SAR Trenggalek, Nanang Pujo Prasetyo mengatakan, korban yang merupakan warga Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, ditemukan dalam kondisi meninggal. Titik lokasi penemuan jenazah, berada sekitar 72 meter ke arah selatan, dari lokasi […]

    Bagikan
  • Tower BTS Bodong di Madiun Disorot DPRD, Desak Pemkab Bertindak Tegas

    Tower BTS Bodong di Madiun Disorot DPRD, Desak Pemkab Bertindak Tegas

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Polemik keberadaan tower Base Transceiver Station (BTS) milik PT Mitra Teel di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, terus bergulir. Tower telekomunikasi itu disorot lantaran diduga belum mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah. DPRD Kabupaten Madiun pun mendesak pemerintah bertindak tegas, termasuk kemungkinan penutupan sementara jika terbukti ilegal. Ketua Komisi […]

    Bagikan
  • Penuh Luka Lebam, Visum Ungkap Dugaan Kekerasan pada Jenazah Warga Sukorejo Play Button

    Penuh Luka Lebam, Visum Ungkap Dugaan Kekerasan pada Jenazah Warga Sukorejo

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Hasil visum dan autopsi terhadap jenazah Nur Aini (55), warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengungkap adanya sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh korban. Luka tersebut diduga akibat kekerasan benda tumpul. Visum dan autopsi dilakukan oleh tim medis forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri Polda Jawa Timur […]

    Bagikan
  • Sosialisasi Ops Patuh Semeru 2025, Puluhan Driver AGP Kota Madiun Dibekali Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

    Sosialisasi Ops Patuh Semeru 2025, Puluhan Driver AGP Kota Madiun Dibekali Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya meningkatkan keselamatan transportasi publik di Kota Madiun terus dilakukan. Khususnya bagi Angkutan Gratis Pelajar (AGP) yang setiap hari mengangkut ratusan siswa di wilayah kota. Pada Rabu (16/07/2025), sebanyak 30 driver AGP mengikuti sosialisasi Operasi Patuh Semeru 2025 di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun. Kegiatan ini merupakan bagian dari […]

    Bagikan
  • 8 Pemuda Diamankan Polsek Wungu Usai Terlibat Perang Sarung

    8 Pemuda Diamankan Polsek Wungu Usai Terlibat Perang Sarung

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 8 anak muda terlibat perang sarung di Desa Pilangrejo Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Sebuah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok pemuda mengayunkan sarung ke arah seorang remaja.  Dalam rekaman berdurasi singkat itu, korban tampak tidak berdaya setelah menerima beberapa kali pukulan sarung. Bahkan, beberapa pemuda lainnya […]

    Bagikan
expand_less