Berita Terkini
Trending Tags

Gunung Lawu Siap Berstatus Tahura, Langkah Serius Jaga Sumber Air dan Ekosistem Alam

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
  • visibility 325
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Keindahan gunung lawu yang terletak diantara jawa timur dan jawa tengah, Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Gunung Lawu segera memasuki babak baru dalam pengelolaan kawasan hutannya. Setelah melalui kajian terpadu oleh tim teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada awal Desember 2025, sekitar 7.341 hektare hutan lindung direkomendasikan untuk dinaikkan statusnya menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat fungsi konservasi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber air dan ekosistem di kawasan tersebut.

Proses ini merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sebelumnya mengajukan luas 10.244 hektare area hutan di wilayah Magetan dan Ngawi sebagai calon Tahura. Kajian lapangan yang dilakukan selama 10 hari menyimpulkan perlunya perubahan status demi pengamanan lingkungan jangka panjang. Jika tahapan administrasi berjalan lancar, penetapan resmi Tahura Gunung Lawu ditargetkan efektif berlaku mulai tahun 2026.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun, Dwijo Saputro, mengungkapkan bahwa penurunan debit air yang terus terjadi dari tahun ke tahun menjadi salah satu alasan utama alih status tersebut. Menurutnya, Gunung Lawu kini berada dalam tekanan alam yang cukup serius, termasuk ancaman bencana hidrometeorologi yang dipicu perubahan iklim global.

“Dari tahun ke tahun sumber air dan debit air selalu menurun sehingga ini menjadi keprihatinan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bagaimana supaya keberlanjutan bagi anak cucu kita tetap tersedia air, tersedia kondisi lingkungan yang baik,” tuturnya, Sabtu (20/12/2025).

Dwijo menambahkan, dengan menjadi Tahura, pengelolaan kawasan dapat dilakukan secara lebih intensif dan bertingkat, mengingat Tahura merupakan bentuk tertinggi dalam kelas pengelolaan hutan konservasi. Ia menilai perubahan status ini akan memberi landasan kuat secara hukum untuk melindungi area hutan dari eksploitasi yang dapat merusak struktur ekologinya.

“Kita meningkatkan status kawasan hutan dari produksi dan lindung untuk menjadi hutan konservasi,” jelasnya. “Karena kewenangan provinsi itu hanya dalam bentuk Tahura, maka kami mengusulkan itu supaya ada jaminan keberlanjutan terhadap kehidupan, khususnya di Kabupaten Ngawi dan Magetan.”

Kawasan Gunung Lawu sendiri memiliki fungsi vital sebagai penyangga sumber air bagi masyarakat di sekitarnya. Debit air yang mengalir dari kawasan tersebut tak hanya dirasakan oleh warga Ngawi dan Magetan, tetapi juga mengalir melalui Bengawan Solo menuju Bojonegoro, Lamongan, hingga Gresik. Dwijo menegaskan bahwa manfaat ekologis Gunung Lawu sesungguhnya berskala regional.

“Air dari Gunung Lawu dinikmati tidak hanya Ngawi dan Magetan, alirannya bergabung ke Bengawan Solo yang muaranya di Gresik. Jadi otomatis penerima manfaat mulai dari Gresik, Lamongan, Bojonegoro, sampai Ngawi itu sendiri,” tambahnya.

Selain memiliki fungsi hidrologi penting, Gunung Lawu juga tercatat sebagai habitat bagi satwa langka seperti macan tutul Jawa, lutung Jawa, elang Jawa, hingga beragam flora identitas daerah seperti anggrek hutan. Bahkan, tim ahli yang datang dari Jakarta disebut terkejut dengan tingginya tingkat keanekaragaman hayati di kawasan ini.

“Perubahan status ini bukan semata-mata untuk kepentingan perlindungan lingkungan pada saat ini, tetapi lebih luas sebagai warisan ekologis bagi generasi yang akan datang,” tegasnya. Dengan dorongan kuat berbagai pihak dan dukungan penelitian lapangan, alih status Gunung Lawu menjadi Tahura dinilai menjadi tonggak penting dalam sejarah konservasi lingkungan provinsi Jawa Timur.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Bocah di Ngawi Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Terpeleset Saat Bermain

    Dua Bocah di Ngawi Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Terpeleset Saat Bermain

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dua anak berusia 4 dan 5 tahun di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di aliran sungai desa, Sabtu (21/2/2026) sore. Keduanya dilaporkan hilang setelah tidak kembali ke rumah seusai bermain. Menurut Kapolsek Paron, AKP Muh. Nur Haris, kedua korban berinisial A dan M tinggal berdekatan […]

    Bagikan
  • 102.281 Wisatawan Ramaikan Libur Nataru di Destinasi Wisata Ngawi

    102.281 Wisatawan Ramaikan Libur Nataru di Destinasi Wisata Ngawi

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 113
    • 0Komentar

    KAB. NGAWI – Tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Ngawi mengalami peningkatan signifikan selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah wisatawan yang berkunjung meningkat hingga 24 ribu lebih. Menurut catatan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi, jumlah pengunjung destinasi wisata selama liburan […]

    Bagikan
  • Kopi Warisan Kolonial Belanda dari Lereng Gunung Lawu Tetap Bertahan, Jadi Primadona Baru Magetan

    Kopi Warisan Kolonial Belanda dari Lereng Gunung Lawu Tetap Bertahan, Jadi Primadona Baru Magetan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah menjamurnya tren kopi lokal di Indonesia, lereng Gunung Lawu di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, masih menyimpan kekayaan yang tak banyak dimiliki daerah lain. Ratusan petani di kawasan ini tetap mempertahankan budidaya kopi dari bibit peninggalan era kolonial Belanda yang usianya telah melampaui satu abad. Keaslian varietas serta cita rasa […]

    Bagikan
  • Hati-Hati Penipuan Berkedok Investasi, Korban Rugi Miliar Rupiah

    Hati-Hati Penipuan Berkedok Investasi, Korban Rugi Miliar Rupiah

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Berhati-hatilah memilih investasi. Alih-alih untung, malah berujung buntung. Sejumlah warga mendatangi Satreskrim Polres Madiun Kota pada Senin (03/03/2025) lantaran menjadi korban penipuan yang berkedok investasi. Bahkan, terduga pelaku sampai menipu korban hingga miliaran rupiah. ‘’Karena ada indikasi penipuan, saya bersama korban lainnya lapor ke Polres Madiun Kota. Iming-imingnya itu investasi […]

    Bagikan
  • Kadisnaker Magetan Klaim Job Fair 2025 Bukan Hanya Seremonial, 6 Ribu Pelamar Mendaftar

    Kadisnaker Magetan Klaim Job Fair 2025 Bukan Hanya Seremonial, 6 Ribu Pelamar Mendaftar

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Magetan mengadakan Magetan Job Fair (MJF) pada 10-14 Juni 2025. Disnaker mengklaim giat tersebut bukan sekadar acara seremonial seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial. Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran. Job fair yang digelar secara hybrid […]

    Bagikan
  • Paceklik Anggaran, PKB dan Partai Golkar Mendukung Penggabungan OPD Pemkab Madiun

    Paceklik Anggaran, PKB dan Partai Golkar Mendukung Penggabungan OPD Pemkab Madiun

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Sinergia | Kabupaten Madiun – Wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD Kabupaten Madiun bersikap mendukung penuh terkait opsi penggabungan sejumlah OPD. PKB dan Partai Golkar menilai opsi ini menjadi salah satu sikap cerdas disaat paceklik anggaran. “Pada dasarnya FPKB mendukung dalam rangka efesiensi anggaran Pemkab Madiun, dengan prinsip ramping struktur namun kaya fungsi,” tegas […]

    Bagikan
expand_less