Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Gunung Lawu Siap Berstatus Tahura, Langkah Serius Jaga Sumber Air dan Ekosistem Alam

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
  • visibility 404
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Keindahan gunung lawu yang terletak diantara jawa timur dan jawa tengah, Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Gunung Lawu segera memasuki babak baru dalam pengelolaan kawasan hutannya. Setelah melalui kajian terpadu oleh tim teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada awal Desember 2025, sekitar 7.341 hektare hutan lindung direkomendasikan untuk dinaikkan statusnya menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat fungsi konservasi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber air dan ekosistem di kawasan tersebut.

Proses ini merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sebelumnya mengajukan luas 10.244 hektare area hutan di wilayah Magetan dan Ngawi sebagai calon Tahura. Kajian lapangan yang dilakukan selama 10 hari menyimpulkan perlunya perubahan status demi pengamanan lingkungan jangka panjang. Jika tahapan administrasi berjalan lancar, penetapan resmi Tahura Gunung Lawu ditargetkan efektif berlaku mulai tahun 2026.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun, Dwijo Saputro, mengungkapkan bahwa penurunan debit air yang terus terjadi dari tahun ke tahun menjadi salah satu alasan utama alih status tersebut. Menurutnya, Gunung Lawu kini berada dalam tekanan alam yang cukup serius, termasuk ancaman bencana hidrometeorologi yang dipicu perubahan iklim global.

“Dari tahun ke tahun sumber air dan debit air selalu menurun sehingga ini menjadi keprihatinan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bagaimana supaya keberlanjutan bagi anak cucu kita tetap tersedia air, tersedia kondisi lingkungan yang baik,” tuturnya, Sabtu (20/12/2025).

Dwijo menambahkan, dengan menjadi Tahura, pengelolaan kawasan dapat dilakukan secara lebih intensif dan bertingkat, mengingat Tahura merupakan bentuk tertinggi dalam kelas pengelolaan hutan konservasi. Ia menilai perubahan status ini akan memberi landasan kuat secara hukum untuk melindungi area hutan dari eksploitasi yang dapat merusak struktur ekologinya.

“Kita meningkatkan status kawasan hutan dari produksi dan lindung untuk menjadi hutan konservasi,” jelasnya. “Karena kewenangan provinsi itu hanya dalam bentuk Tahura, maka kami mengusulkan itu supaya ada jaminan keberlanjutan terhadap kehidupan, khususnya di Kabupaten Ngawi dan Magetan.”

Kawasan Gunung Lawu sendiri memiliki fungsi vital sebagai penyangga sumber air bagi masyarakat di sekitarnya. Debit air yang mengalir dari kawasan tersebut tak hanya dirasakan oleh warga Ngawi dan Magetan, tetapi juga mengalir melalui Bengawan Solo menuju Bojonegoro, Lamongan, hingga Gresik. Dwijo menegaskan bahwa manfaat ekologis Gunung Lawu sesungguhnya berskala regional.

“Air dari Gunung Lawu dinikmati tidak hanya Ngawi dan Magetan, alirannya bergabung ke Bengawan Solo yang muaranya di Gresik. Jadi otomatis penerima manfaat mulai dari Gresik, Lamongan, Bojonegoro, sampai Ngawi itu sendiri,” tambahnya.

Selain memiliki fungsi hidrologi penting, Gunung Lawu juga tercatat sebagai habitat bagi satwa langka seperti macan tutul Jawa, lutung Jawa, elang Jawa, hingga beragam flora identitas daerah seperti anggrek hutan. Bahkan, tim ahli yang datang dari Jakarta disebut terkejut dengan tingginya tingkat keanekaragaman hayati di kawasan ini.

“Perubahan status ini bukan semata-mata untuk kepentingan perlindungan lingkungan pada saat ini, tetapi lebih luas sebagai warisan ekologis bagi generasi yang akan datang,” tegasnya. Dengan dorongan kuat berbagai pihak dan dukungan penelitian lapangan, alih status Gunung Lawu menjadi Tahura dinilai menjadi tonggak penting dalam sejarah konservasi lingkungan provinsi Jawa Timur.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil yang Ditumpangi Biduan Cantika Davinca Tabrak Motor, Dua Pelajar SMP Tewas

    Mobil yang Ditumpangi Biduan Cantika Davinca Tabrak Motor, Dua Pelajar SMP Tewas

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan maut merenggut nyawa dua pelajar SMP di Jalan Raya Kawedanan–Lembeyan, Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jumat (03/10/2025) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Peristiwa tragis itu melibatkan sebuah mobil Toyota Innova bernomor polisi AE 9 CAN dan sepeda motor Suzuki Smash AB-4318-NT. Motor tersebut dikendarai oleh dua pelajar SMP kelas […]

    Bagikan
  • Warga Gagalkan Percobaan Pencurian di Sukomoro, Pelaku Ternyata Residivis Tiga Kali

    Warga Gagalkan Percobaan Pencurian di Sukomoro, Pelaku Ternyata Residivis Tiga Kali

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di sebuah rumah warga Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, berhasil digagalkan. Hal itu setelah korban bersama warga menangkap pria yang diduga hendak mencuri pada dini hari. Pelaku berinisial MS (43), warga Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Magetan. Dalam aksinya, tersangka diduga […]

    Bagikan
  • Kang Giri Dorong BUMDes Tangkap Peluang Ekonomi Desa

    Kang Giri Dorong BUMDes Tangkap Peluang Ekonomi Desa

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mendorong kemandirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh wilayah. BUMDes diminta tidak sekadar menjalankan program wajib, tetapi mampu menangkap peluang ekonomi di tingkat desa. Menurut Kang Giri, BUMDes harus memberi dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi lokal dan pendapatan asli desa (PADes). Apalagi setiap tahun BUMDes mendapat […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Targetkan 52 Dapur Pemenuhan Gizi hingga Akhir 2025

    Pemkab Madiun Targetkan 52 Dapur Pemenuhan Gizi hingga Akhir 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan pendirian 52 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga akhir 2025. Target ini menyusul bertambahnya unit SPPG yang sudah mulai beroperasi di sejumlah wilayah. Salah satunya SPPG Polres Madiun di bawah naungan Yayasan Bhayangkari, yang telah menyalurkan 2.492 paket makanan bergizi gratis ke 24 sekolah di […]

    Bagikan
  • Kirab Boyong Batu Jambangan di Madiun, Warga Desa Kuwu Selamatkan Warisan Leluhur dari Area Pabrik

    Kirab Boyong Batu Jambangan di Madiun, Warga Desa Kuwu Selamatkan Warisan Leluhur dari Area Pabrik

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun– Langkah ratusan warga Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, mengiringi perpindahan sebuah batu kuno pada Kamis (3/7/2026), bukan sekadar prosesi adat. Di balik kirab itu tersimpan ikhtiar masyarakat menjaga jejak sejarah agar tidak hilang di tengah derasnya pembangunan industri. Batu yang diarak tersebut dikenal sebagai Batu Jambangan, sebuah peninggalan purbakala berupa wadah […]

    Bagikan
  • Ini Tanggapan Wabup Magetan Soal Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah

    Ini Tanggapan Wabup Magetan Soal Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan pelaksanaan Pemilu nasional dan daerah ditanggapi santai oleh Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan tetap mengikuti segala aturan yang ditetapkan. “Kalau kami ini ikuti regulasi saja. Putusan itu juga belum diterjemahkan, maksudnya regulasinya seperti apa belum ada. Intinya nanti […]

    Bagikan
expand_less