Viral Keributan di Telaga Sarangan, Dipicu Motor Knalpot Brong
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 58
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Destinasi wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video keributan viral di media sosial. Rekaman berdurasi 34 detik tersebut memperlihatkan cekcok antara wisatawan dengan pelaku usaha setempat.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pengendara sepeda motor terlibat adu mulut dengan sejumlah pedagang. Situasi sempat memanas hingga akhirnya seorang petugas turun tangan untuk meredam ketegangan. Peristiwa itu pun menyedot perhatian pengunjung lain di lokasi.
Ketua Paguyuban Pedagang Wisata Sarangan (PPWS), Sudardi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden terjadi pada Minggu siang, 5 April 2026, di kawasan Telaga Sarangan.
Menurutnya, keributan dipicu oleh wisatawan yang mengendarai sepeda motor dengan knalpot bising saat melintas di area jasa wisata kuda.
“Pengunjung itu naik motor dengan knalpot brong dan kebetulan melintas di sekitar penyedia jasa kuda, sehingga memicu reaksi dari pelaku usaha di sana,” ujar Sudardi saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).
Suara bising dari kendaraan tersebut dinilai membahayakan, khususnya bagi kuda dan penumpang yang sedang beraktivitas di kawasan wisata.
“Suara keras itu bisa membuat kuda kaget dan marah, sehingga berisiko penumpang terjatuh,” jelasnya.
Meski demikian, Sudardi juga mengakui bahwa respons dari pelaku usaha terkadang berlebihan saat menegur wisatawan. Ia menilai, kedua belah pihak perlu saling memahami agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia pun mengimbau para wisatawan untuk lebih tertib dan menghormati aturan yang berlaku di kawasan wisata, termasuk menjaga ketenangan, kebersihan, serta kelestarian lingkungan.
“Harapannya ada kesadaran dari pengunjung untuk menjaga ketertiban dan menghormati budaya lokal, agar tercipta suasana wisata yang aman dan nyaman,” imbuhnya.
Sudardi menambahkan, kesadaran bersama antara wisatawan dan pelaku usaha sangat penting untuk mendukung keberlanjutan destinasi wisata. Selain meningkatkan kenyamanan, hal itu juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal dan meminimalisir kerusakan lingkungan di sekitar kawasan. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





