Berita Terkini
Trending Tags

Viral Keributan di Telaga Sarangan, Dipicu Motor Knalpot Brong

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • visibility 207
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Keributan wisatawan dan pedagang di Telaga Sarangan dipicu knalpot bising, Foto : Ilustrasi

Sinergia | Magetan – Destinasi wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video keributan viral di media sosial. Rekaman berdurasi 34 detik tersebut memperlihatkan cekcok antara wisatawan dengan pelaku usaha setempat.

Dalam video yang beredar, tampak seorang pengendara sepeda motor terlibat adu mulut dengan sejumlah pedagang. Situasi sempat memanas hingga akhirnya seorang petugas turun tangan untuk meredam ketegangan. Peristiwa itu pun menyedot perhatian pengunjung lain di lokasi.

Ketua Paguyuban Pedagang Wisata Sarangan (PPWS), Sudardi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden terjadi pada Minggu siang, 5 April 2026, di kawasan Telaga Sarangan.

Menurutnya, keributan dipicu oleh wisatawan yang mengendarai sepeda motor dengan knalpot bising saat melintas di area jasa wisata kuda.

“Pengunjung itu naik motor dengan knalpot brong dan kebetulan melintas di sekitar penyedia jasa kuda, sehingga memicu reaksi dari pelaku usaha di sana,” ujar Sudardi saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).

Suara bising dari kendaraan tersebut dinilai membahayakan, khususnya bagi kuda dan penumpang yang sedang beraktivitas di kawasan wisata.

“Suara keras itu bisa membuat kuda kaget dan marah, sehingga berisiko penumpang terjatuh,” jelasnya.

Meski demikian, Sudardi juga mengakui bahwa respons dari pelaku usaha terkadang berlebihan saat menegur wisatawan. Ia menilai, kedua belah pihak perlu saling memahami agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia pun mengimbau para wisatawan untuk lebih tertib dan menghormati aturan yang berlaku di kawasan wisata, termasuk menjaga ketenangan, kebersihan, serta kelestarian lingkungan.

“Harapannya ada kesadaran dari pengunjung untuk menjaga ketertiban dan menghormati budaya lokal, agar tercipta suasana wisata yang aman dan nyaman,” imbuhnya.

Sudardi menambahkan, kesadaran bersama antara wisatawan dan pelaku usaha sangat penting untuk mendukung keberlanjutan destinasi wisata. Selain meningkatkan kenyamanan, hal itu juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal dan meminimalisir kerusakan lingkungan di sekitar kawasan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Nyata Hari Bumi, Pemuda Ponorogo Pasang Barikade Sampah di Sungai Tambak Kemangi

    Aksi Nyata Hari Bumi, Pemuda Ponorogo Pasang Barikade Sampah di Sungai Tambak Kemangi

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April dimaknai dengan aksi nyata oleh kelompok pemuda di Ponorogo. Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Kelompok Peduli Sungai (KPS) Tambak Kemangi melakukan pemasangan barikade sampah di aliran sungai kawasan Tambak Kemangi, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo. Aksi yang dilakuka ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari […]

    Bagikan
  • Ratusan Kendaraan Terjaring Operasi Keselamatan Semeru 2025

    Ratusan Kendaraan Terjaring Operasi Keselamatan Semeru 2025

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan pengendara kendaraan bermotor harus menerima sanksi tegas dari Satlantas Polres Madiun. Mereka terbukti melanggar ketertiban lalu lintas saat pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2025 yang digelar sejak 10 Februari lalu.  Kasatlantas Polres Madiun, AKP Andrian Permana menyebut 620 pelanggar tata tertib lalu lintas sejak berlangsungnya Operasi Keselamatan Semeru 2025 pekan […]

    Bagikan
  • 1.818 Honorer Ponorogo Resmi Kantongi SK PPPK Paruh Waktu

    1.818 Honorer Ponorogo Resmi Kantongi SK PPPK Paruh Waktu

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kabar baik datang bagi ribuan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Sebanyak 1.818 honorer kini resmi menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu pada awal tahun 2026. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menegaskan bahwa penyerahan SK tersebut […]

    Bagikan
  • Sampaikan Hasil Rekomendasi LKPJ Bupati Madiun TA 2024, DPRD Dorong Pemkab Peningkatan Kualitas Kinerja  

    Sampaikan Hasil Rekomendasi LKPJ Bupati Madiun TA 2024, DPRD Dorong Pemkab Peningkatan Kualitas Kinerja  

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Madiun Tahun Anggaran (TA) 2024, pada Senin (21/4/2025). Rapat yang digelar di Ruang Paripurna DPRD tersebut membahas kinerja Pemerintah Kabupaten Madiun sepanjang tahun 2024. Agenda diawali dengan pembacaan hasil kerja […]

    Bagikan
  • Kemenag Ponorogo Bentuk Tim Investigasi, Izin Pondok Pesantren Milik JYD Terancam Dicabut

    Kemenag Ponorogo Bentuk Tim Investigasi, Izin Pondok Pesantren Milik JYD Terancam Dicabut

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo membentuk tim investigasi menyusul penetapan Kiai JYD (55) sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap 11 santri laki-laki. Tim tersebut ditugaskan menelusuri legalitas hingga perizinan operasional Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Raden Wijaya. Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan rekomendasi pencabutan izin operasional pondok […]

    Bagikan
  • Aksi Nekad Remaja 16 Tahun di Madiun Diduga Akibat Depresi

    Aksi Nekad Remaja 16 Tahun di Madiun Diduga Akibat Depresi

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Seorang remaja berinisial ARP (16) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di samping kamar kakek buyutnya, di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Sabtu (20/12) sore.  Belum diketahui pasti penyebab aksi remaja yang masih duduk di bangku SMA tersebut nekat mengakhiri hidupnya. Korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Endah […]

    Bagikan
expand_less