Wacana WFH ASN Di Ponorogo Menguat, Pemda Kaji Dampak & Tunggu Arahan Pusat
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 53
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Wacana pemberlakuan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai berhembus di Kabupaten Ponorogo. Kebijakan ini dikaji sebagai salah satu upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), namun pemerintah daerah memilih tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Sugiarto, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada instruksi resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait kebijakan penghematan BBM tersebut. Meski demikian, sejumlah opsi mulai disiapkan sebagai langkah antisipasi.
“Masih kami kaji. Opsinya bisa WFH satu hari penuh, atau tetap bekerja seperti biasa tetapi tidak menggunakan kendaraan bermotor. Bisa bersepeda, naik transportasi umum, atau alternatif lain. Kami tinggal menunggu arahan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Agus, yang akrab disapa Ugin, menegaskan bahwa penerapan kebijakan tersebut harus mempertimbangkan kualitas pelayanan publik. Ia memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama, khususnya di sektor administrasi kependudukan, pendidikan, dan kesehatan.
Selain itu, layanan kedaruratan seperti pemadam kebakaran dan ambulans dipastikan tidak akan terdampak kebijakan efisiensi tersebut. “Untuk kendaraan dinas, kami rencanakan ada pengurangan jatah BBM. Namun, mobilitas tetap kami sesuaikan agar tidak mengganggu pelayanan,” jelasnya.
Meski belum ada edaran resmi, Pemkab Ponorogo mulai mendorong kesadaran ASN untuk berpartisipasi dalam penghematan energi. Salah satunya dengan menggunakan sepeda atau transportasi umum saat berangkat kerja.
Tak hanya BBM, upaya efisiensi juga telah dilakukan pada penggunaan listrik. Sejak awal tahun, pemerintah daerah mengklaim telah menekan konsumsi listrik hingga 10 persen. Selain itu, rapat-rapat juga mulai dioptimalkan secara daring guna mengurangi mobilitas.
“Penghematan energi sudah kami mulai, termasuk listrik dan rapat daring. Untuk WFH, kami tunggu kebijakan pusat,” pungkasnya.(ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Arrachmando






